Minggu, 12 September 2010

VOC

A. Latar Belakang Berdirinya VOC

VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) adalah kongsi dagang yang didirikan pada tahun 1602 dengan mendapat hak-hak kedaulatan (hak-hak kenegaraan) antara lain:
a) Hak mengadakan perjanjian dengan Negara-negara lain;
b) Hak memerintah daerah-daerah di luar Nederland dan mendirikan badan-badan pengadilan;
c) Hak membentuk tentara dan mendirikan benteng;
d) Hak mengeluarkan dan mengedarkan mata uang .

Peletak dasar penjajahan VOC di Indonesia adalah J. P. Coen, Gubernur Jenderal pada tahun-tahun 1619-1623 dan 1627-1629, yangmembangun kota Batavia pada tahun 1619 yang menjadi pusat kegiatan VOC di Asia. Semula kota ini bernama Jayakarta dan merupakan bagian dari kerajaan Banten.

B. Hak-Hak Istimewa VOC

VOC memiliki hak yang sangat istimewa atau biasa disebut dengan hak Octroi yang memberikan kebebasan bagi VOC untuk melaksanakan tugasnya di Indonesia. Adapun hak –hak tersebut antara lain:

a) memonopoli perdagangan;
b) mengadakan perjanjian dengan raja-raja;
c) mengangkat dan memberhentikan pegawai;
d) memiliki tentara;
e) mendirikan benteng;
f) mengeluarkan / mencetak uang;
g) menyatakan perang dan damai.



C. Exploitasi VOC di Indonesia

VOC mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia dengan berbagai cara, antara lain:

a) Berusaha merebut pasaran produksi petanian, biasanya memaksakan monopoli, misalnya monopoli rempah-rempah di Maluku dan kopi di Priangan.
b) Tidak ikut aktif dalam kegiatan produksi; cara memproduksi hasil pertanian dibiarkan dilakukan oleh pribumi.
c) Karena kekuatan fisiknya yang masih terbatas, VOC hanya menduduki tempat-tempat yang strategis.
d) Campur tangan VOC terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia terbatas kepada usaha-usaha mengumpulkan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli.
e) Untuk memperoleh hasil bumi, VOC menggunakan alat tukar yang umumnya masih berupa barang.
f) Lembaga-lembaga pemerintahan tradisional masih dipertahankan. Dengan begitu VOC dapat menjalankan apa yang dikenal sebagai system indirect rule .

D. Runtuhnya Kekuasaan VOC

Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut. Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat tinggi, termasuk para residen. Misalnya beberapa residen Belanda memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil produksi kepada mereka dengan harga yang sangat rendah, dan kemudian dijual lagi kepada VOC melalui kenalan atau kerabatnya yang menjadi pejabat VOC dengan harga yang sangat tinggi.

Selain itu, sebab-sebab yang mendukung jatuhnya VOC adalah sebagai berikut:

a) Anggaran pegawai terlalu besar akibat meluasnya kekuasaan VOC

VOC mempunyai daerah jajahan yang sangat banyak di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah VOC membutuhkan pegawai yang sangat banyak untuk ditempatkan di semua tanah jajahan. Tetapi hal ini membuat pemerintah VOC mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk menggaji pegawai-pegawai VOC yang tersebar di segala tempat dan memberikan dana untuk administrasinya sangat menguras dana yang cukup banyak. Lama-kelamaan pemerintah VOC tidak sanggup untuk menanggung semua kerugian yang telah terjadi. Akhirnya VOC dikembalikan kepada pemerintah Belanda.

b) Biaya perang yang cukup tinggi

Pada saat VOC berada di Indonesia, Belanda sedang menghadapi perang besar-besaran dengan Negara Eropa lainnya. Hal ini tentunya akan menyedot uang VOC untuk diserahkan kepada pemerintah Belanda. Tetapi karena perang tersebut tak berkesudahan, menyebabkan pemerintah Belanda kocar-kacir untuk mendapatkan uang guna membiayai perang yang sudah lama terjadi. Hanya VOC lah yang menjadi andalan pemerintah Belanda untuk mendapatkan uang yang sangat banyak. Tetapi VOC juga sangat membutuhkan dana untuk membiayai segala sesuatu yang terjadi di Negara jajahannya.

c) Persaingan dagang dengan Portugis dan Inggris

Persaingan dagang antara Belanda dengan Negara-negara Eropa lainnya sudah terjadi beberapa tahun. Belanda yang diwakili kongsi dagangnya yaitu VOC berusaha agar tetap eksis dalam persaingannya dengan Inggris yang mana dalam hal ini diwakili oleh EIC. VOC berusaha agar dapat menggenggam semua perdagangan di Asia Tenggara. Dan hal ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

d) Berkembangnya faham liberalisme, sehingga monopoli yang diterapkan VOC tidak sesuai untuk diteruskan .
Terlau lama mempertahankan monopoli, menimbulkan bentrokan-bentrokan dan penyelundupan. Selain itu system monopoli sudah ketinggalan jaman karena perkembangan liberalism yang menghendaki kebebasan berusaha dalam perdagangan.

Paket Wisata

A. Sejarah Lahirnya Paket Wisata

Paket wisata yang ada sekarang ini tidak terlepas dari perkembangan pariwisata pada masa lampau. Thomas Cook adalah orang yang pertama kali menciptakan paket wisata ini pada tanggal 5 Juli 1854. Thomas Cook menyelenggarakan paket wisata dengan perjalanan menggunakan kereta api pergi pulang dari Leicester-Loughborough untuk melihat sebuah pameran yang sedang diadakan. Berkat promosi yang terus-menerus dilakukan Thomas, jumlah peserta paket wisata tersebut sangat banyak.
Hal yang mendasari kegiatan wisata yang diselenggarakan oleh Thomas Cook disebut paket wisata karena perjalanan menggunakan kereta api dari Leicester-Loughborough dikemas dalam satu paket dengan jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang telah ditentukan oleh Thomas sudah termasuk biaya akomodasi kereta api pergi pulang, dan biaya kunjungan ke pameran di Loughborough. Merasa yakin bahwa telah berhasil menyelenggarakan paket wisata dengan baik, maka Thomas Cook kemudian mendirikan sebuah biro perjalanan dengan menggunakan namanya sendiri, Thomas Cook. Biro perjalanan ini menyelenggarakan paket wisata serupa ke berbagai daerah di Inggris .
Selain memberikan jasa paket wisata, Thomas Cook memperkenalkan penggunaan nilai tukar pada tahun 1867. Nilai tukar tersebut dinamakan voucher. Dengan voucher ini, maka orang yang mengikuti paket wisata tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang dalam setiap kegiatan paket wisata. Misalnya, akomodasi perjalanan pergi pulang, makan, minum, dan menginap di hotel. Kesemuanya ini telah ditanggung oleh perusahaan perjalanan yang bersangkutan.


B. Paket Wisata di Indonesia

Paket wisata adalah suatu rencana kegiatan wisata yang telah disusun secara tetap dengan harga tertentu yang mencakup transportasi, hotel atau akomodasi, obyek dan daya tarik wisata serta fasilitas penunjang lainnya yang tertera dalam perjanjian paket wisata tersebut .
Di Indonesia, ada dua jenis bidang usaha perjalanan dengan lingkup jenis layanan dan fungsi yang berbeda satu sama lain.
Pertama adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Agen Perjalanan (Travel Agent/ Travel Agency). Travel Agency hanya mempunyai fungsi dan jenis layanan penjualan tiket dari berbagai sarana transportasi. Dengan demikian pada hakekatnya, suatu agen perjalanan hanya merupakan kepanjangan tangan atau agen dari bidang-bidang usaha transportasi.
Kedua adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Biro Perjalanan Wisata atau Tour Operator yang fungsi dan jenis layanannya yaitu mencakup penyusunan dan penyelenggaraan paket-paket wisata, termasuk pemesanan tiket kamar hotel, dan pengaturan transportasi. Dapat dikatakan bahwa Biro Perjalanan Wisata mempunyai lingkup fungsi dan jenis layanan yang lebih luas disbanding dengan agen perjalanan .

C. Jenis-Jenis Paket Wisata

Di Indonesia sekarang ini terdapat banyak sekali paket wisata yang ditawarkan oleh para penyelenggara kegiatan wisata. Jenis-jenis paket wisata tersebut adalah;

a) Pleasure Tourism, yaitu paket wisata yang disusun untuk tujuan ingin mengetahui suatu daerah tujuan wisata dalam acara mengisi liburannya guna menghilangkan kepenatan diri atas rutinitas sehari-hari.

b) Recreation Tourism adalah jenis paket wisata yang disusun dengan tujuan utamanya memanfaatkan hari liburnya guna pemulihan kesegaran jasamani maupun rohani.

c) Cultural Tourism adalah paket wisata yang diselenggarakan khusus untuk mengetahui adat-istiadat, gaya dan cara hidup suatu bangsa, sejarah, seni budaya maupun acara keagamaan.

d) Adventure Tourism adalah paket wisata yang dilakukan di alam terbuka untuk melatih ketangkasan jasmani serta menyegarkan rohani dengan mengambil resiko yang cukup membahayakan keselamatan jiwa dengan dipandu oleh seseorang atau lebih yang berpengalaman.

e) Sport Tourism adalah paket wisata yang dilakukan dalam rangka melatih atau melakukan uji ketangkasan jasmani atau mengikuti pertandingan olah raga di daerah atau di negara lain.

f) Bussiness Tourism yakni paket wisata yang dilakukan dalam rangka melakukan studi kelayakan usaha di daerah atau di negara yang dikunjungi.

g) Convention Tourism adalah paket wisata dalam rangka mengikuti kegiatan atau mengahdiri suatu acara konferensi, seminar, pameran atau sejenisnya yang diselingi dengan kegiatan wisata diwaktu senggangnya.

h) Special Interest Tourism adalah paket wisata khusus yang memerlukan keahlian dan kemampuan khusus pula bagi pesertanya dengan klasifikasi jumlah pesertanya yang terbatas seperti pilgrime, terjun payung, gantole atau sejenisnya .

kualitas penduduk di indonesia

A. Faktor penyebab rendahnya kualitas penduduk

Dalam sebuah Negara mempunyai penduduk yang berkualitas tinggi merupakan modal yang memadai dalam sebuah pembangunan yang efektif. Dengan jumlah penduduk yang besar tanpa adanya peningkatan kualtas penduduk, akan menimbulkan dampak yang besar dan berbagai masalah yang pada akhirnya akan menjadi beban bagi sebuah Negara di kemudian hari. Analisis mengenai kualitas penduduk seringkali dibedakan menjadi kualitas fisik dan kualitas non fisik. Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik penduduk meliputi tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan indeks mutu hidup (Kasto, 1992). Kualitas non fisik meliputi kualitas spiritual keagamaan, kekaryaan, etos kerja, kualitas kepribadian bermasyarakat dan kualitas hubungan selaras denga lingkungannya (Wilopo, 1996) .

Apabila hal ini kita lihat di Negara Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa sampai saat ini keadaan fisik maupun kualitas non fisik penduduk Indonesia masih jauh dari yag diharapkan. Hal ini dikarenakan belum adanya pengukuran kualitas non fisik sehingga hanya menonjolkan kualitas fisiknya. Kualitas kehidupan penduduk berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh lingkungan, letak geografis, dan ras genetiknya. Negara-negara yang terletak disekitas khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendah dan Negara tersebut tergolong Negara yang terbelakang dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan Negara-negara yang berada di daerah sub tropis. Keadaan ini dimungkinkan disebabkan oleh daerah-daerah disekitar khatulistiwa tidak mengenal pergantian musim seperti didaerah sub tropis, sehingga mereka bias hidup sepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan mencari perlindungan terutama di musim dingin. Hal semacam inilah yang memungkinkan penduduknya kurang berfikir untuk menghadapi tantangan alam, dan pada akhirnya menyebabkan sifat malas .

Dengan keadaan seperti ini, maka penduduk di daerah sekitar khatulistiwa hidupnya tetap miskin, walaupun daerah-daerah tersebut kaya dengan sumber daya alam yang berlimpah. Keadaan yang sangat berbeda dengan penduduk yang berada di daerah sub tropis. Walaupun daerahnya tidak tersedia sumber daya alam yang berlimpah, namun mereka sanggup menguasai teknologi, sehingga hasil penguasaan dari teknologi tersebut membuat kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik. Demikian juga halnya dengan di Indonesia, Selama ini Indonesia mengedepankan sector ekonomi yang menjadi prioritas pembangunan, namun ternyata kenyataannya tidak mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. DA\ata dari UNDP tentang Human Development Index (HDI) menyebutkan bahwa sumber daya manusia di Idonesia ada di urutan ke 109 dari 174 negara di Asia pada tahun 2000.

Dari tahun 1996-1998 Indonesia tidak jauh berbeda dengan Filipina. Tetapi sejak tahun 1999 posisi Indonesia merosot sehingga hanya berada satu tingkat diatas Vietnam, sementara Filipina posisinya semakin meningkat sehingga berada posisi peringkat ke 77. Negara Indonesia pada tahun 1990-an pernah masuk dalam Negara berpenghargaan besar yaitu akan menjadi salah satu Asean Dream, maka kemerosotan itu sungguh sangat mengenaskan. Pada tahun 1996 ketika nafas perekonomian Indonesia masih lancer dan belum banyak pakar yang menyalahgunakan kebijakan pembangunan pemerintah. HDI Indonesia bertengger pada posisi yang menghawatirkan yaitu peringkat 102. Sedangkan pada tahun 2000, HDI Indonesia bukan hanya tidak naik kelas tetapi turun kelas yakni menduduk peringkat ke 109.

B. Akibat Rendahnya Kualitas Penduduk

Kualitas penduduk di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Telah disebutkan diatas bahwa pada tahun 1996 Indonesia menempati urutan ke 102 untuk kualitas penduduknya. Tetapi tidak menunjukkan peningkatan di tahun berikutnya, karena pada tahun 200, Indonesia malah melorot ke urutan 109. Ini menunjukkan betapa parahnya kualitas penduduk di Indonesia yang notabene mempunyai sumber daya yang sangat melimpah ruah.

Ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan di negara-negara Asia Lainnya. Contoh Jepang. Dahulu Jepang adalah negara yang sangat miskin akan sumber dayanya. Tetapi mengapa mereka dapat menjadi negara maju? Hal ini tentunya dapat terjadi karena Jepang memiliki kualitas SDM yang sangat tinggi. Mereka selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaan mereka dan mampu myelesaikan pekerjaannya tersebut secara tepat waktu. Inilah yang membuat Jepang menjadi negara maju dan menjadi negara yang diperhitungkan di tingkat internasional.

Berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Sebagian SDM nya tidak mempunyai kompetensi dalam bekerja. Indonesia dikenal oleh dunia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tetapi kelebihan tersebut tak dapat dimaksimalkan oleh SDM nya. Penduduk Indonesia hanya bias memakainya tetapi belum bisa mengolahnya sendiri. Terbukti banyak sumber SDA Indonesia dikelola oleh asing dan Indonesia hanya mendapat beberapa persen saja dari keuntungan yang diperoleh.
Akibat dari rendahnya kualitas SDM antara lain banyaknya pengangguran yang setiap tahun terus bertambah. Kalau hal ini terus dibiarkan akan menimbulkan meningkatnya aksi kriminalitas karena mereka tidak mendapat pekerjaan yang layak. Oleh sebab itu pemerintah harus lebih fokus pada kinerjanya untuk menigkatkan kualitas SDM Indonesia.

C. Solusi Untuk Mengatasi Rendahnya Kualitas Penduduk

Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
Melemahnya komitmen terhadap KB akan berdampak akan lebih tingginya jumlah penduduk dari angka yang sudah diperkirakan. Hal ini akan semakin mempererat persoalan social, ekonomi dan lingkungan. Demikian pula dengan pembangunan SDM utamanya pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah sejak dini . Bila kedua hal tersebut jarang diperhatikan, maka sangat sulit untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dalam hal ini kita tidak bisa serta merta menyalahkan kinerja pemerintah, tetapi dari masyarakat Indonesia sendiri harus bisa membenahi dirinya agar menjadi SDM yang sangat berkualitas. Misalnya saja dengan memberikan keseriusannya terhadap pekerjaannya sehingga pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah. Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.

kependudukan & lingkungan hidup

A. Hubungan Antara Kependudukan dan Pembangunan
Hidup dalam jaman modern seperti sekarang ini manusia akan meghadapi banyak perbahan dan kemajuan. Dalam hal seperti itu, mentalitas tradisional, yang berpegang teguh pada cara berpikir dan bertindak seperti yang lama, biasanya akan menemui banyak kerugian, atau dengan kata lain masyarakat yang masih berpegang teguh pada cara lama, akan selalu ketinggalan dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia yang masih dalam tahap membangun, yang berarti sedang mengejar kemajuan, meningkatkan kesejahteraan, harus bisa melepaskan mentalitas tradisional dan menggantinya dengan mentalitas modern, aktif, kreatif, dan positif.
Faktor mental, menurut Koentjaraningrat, adalah faktor yang berkaitan dengan sistem nilai budaya dan dengan sikap . Sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan suatu rangkaian konsesi abstrak yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warganya, serta mengenai apa yang dapat dianggap remeh dan tak berharga dalam hidupnya. Sedangkan sikap merupakan kecenderungan yang berasal dalam diri pribadi untuk berkelakuan menurut pola tertentu, sehubungan dengan obyek yang dihadapinya.
Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, mula-mula pengaruh manusia terhadap lingkungannya tidak terlalu besar. Namun, apa yang terjadi kemudian sangatlah mencemasakan. Manusia karena evolusi kulturalnya, telah melahirkan ilmu dan teknologi yang kadang-kadang sekalipun belum dikuasai sepenuhnya telah digunakan secara luas, sehingga tidaklah mustahil perbuatan manusia itu justru akan menghancurkan kemampuan alam untuk memulihkan dirinya .
Semakin modern suatu masyarakat berarti semakin kompleks pola hidupnya dan semakin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia lebih bisa memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi manusia semakin mencemari lingkungan hidup atau alam di sekitarnya .

B. Kependudukan dan Pembangunan di Desa Setran Imogiri
Desa Setran terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa ini termasuk desa kecil tetapi dekat dengan jalan raya. Disana juga ada Sekolah Dasar yang memiliki hubungan yang erat dengan penduduk sekitar. Para pemuda di desa ini banyak yang mempunyai kesibukan masing-masing sehingga untuk saling berhubungan antar pemuda terjadi saat diadakannya perkumpulan pemuda. Penduduk desa ini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga saat panen sering diadakan acara syukuran.
Pembangunan di desa ini sangat jarang dilakukan karena sudah terlalu banyak rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang berdiri. Pembangunan yang dilakukan hanya berkisar untuk membenahi rumah-rumah yang telah rusak. Pembangunan besar-besaran pernah dilakukan oleh Sekolah Dasar yang terletak di desa tersebut. Setiap tahun sekolah tersebut menerima murid baru berjumlah sekitar ratusan anak dan hal ini menyebabkan jumlah murid di sekolah tersebut juga kian banyak. Sehingga beberapa bulan lalu, sekolah ini melakukan pembangunan dengan menambah jumlah bangunan menjadi dua tingkat agar semua siswa dapat tertampung seluruhnya. Pembangunan ini menyebabkab halaman sekolah tersebut menjadi kian sempit karena banyaknya bangunan yang didirikan. Untuk kegiatan olahraga, para siswa ada yang berada di halaman sekolah, ada pula yang berolagraga di lapangan dekat sekolahan tersebut dikarenakan halaman sekolah tidak muat lagi.
Untuk setiap rumah, satu rumah bisa dihuni oleh 7 orang bahkan lebih. Bahkan ada pula rumah yang dihuni oleh tuan rumah dan semua saudaranya. Bisa dibayangkan betapa sesaknya keadaan rumah tersebut. Dan bahkan pembagian ruangannya pun sangat sulit karena satu rumah harus dibagi menjadi beberapa ruangan untuk saudara-saudaranya tersebut. Tetapi sekarang mereka melakukan pembangunan rumah yang sederhana. Namun pembangunan tersebut telah memakan tempat yang sangat banyak. Sehingga tanah yang dulu kosong kini telah berubah menjadi bangunan rumah. Hal ini dapat mengurangi jumlah lahan kosong di desa ini.

C. Solusi dari Masalah Kependudukan dan Pembangunan
Lingkungan di desa Setran, Imogiri sangat diperhatikan oleh penduduknya. Namun, sering tanpa sadar dampak dari pertumbuhan penduduknya, telah mengurangi jumlah lahan kosong yang telah digunakan untuk membangun sebuah rumah untuk anggota keluarga yang baru lahir. Apakah setiap manusia yang baru lahir harus mendapat satu rumah untuk ditempatii dikemudian hari. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada keseimbangan hidup manusia. Manusia hidup di dunia ini memerlukan alam untuk bertahan hidup. Namun bila ada manusia yang lahir dan terjadi pembangunan yang merusak alam itu, manusia harus bertahan hidup dengan cara yang bagaimana ?.
Ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut diatas, antara lain :

1. Sumber alam bumi kita, termasuk udara, tanah, air, flora dan fauna, harus diselamatkan untuk masa sekarang dan masa depan. Semua sumber daya yang dimiliki bumi kita haruslah kita jaga benar-benar dan pemakaiannya diawasi dengan benar agar sumber daya tersebut tidak cepat habis dan dapat digunakan untuk anak cucu kita dimasa depan.

2. Kapasitas bumi yang dapat diganti harus dipelihara dan sedapat mungkin sedapat mungkin dipulihkan. Sebagai contoh, manusia ingin membangun sebuah rumah dan membuka lahan baru dengan membakar atau menebah pohon-pohon di hutan. Bila tidak segera diganti degan menanam bibit-bibit pohon yang baru, maka keadaan alam serta keseimbangannya akan rusak. Manusia diharapkan mampu mengganti sumber daya yang dipakainya dengan sumber daya yang baru. Misalnya manusia menebang hutan untuk membangun rumah, maka dilain waktu mereka harus menanam benih pohon baru agar terjadi keserasian dalam hubungan antara lingkungan, kependudukan, dan pembangunan.


3. Setiap anggota keluarga yang baru lahir sebaiknya tidak harus dibuatkan rumah. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, setiap kali ada anggota keluarganya yang baru lahir, maka keluarganya tersebut akan segera membangun rumah untuk ditempati dikemudian hari. Tanpa sadar kegiatan pembangunan tersebut telah memakai lahan kosong yang tersisa di daerahnya, sehingga jumlah lahan kosong semakin sedikit. Alangkah lebih baik jika manusia membangun rumah cukup satu saja tetapi dengan ukuran yang besar sehingga bila ada anggota keluarga yang lahir, rumah tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan yang disediakan untuk anggota keluarga tersebut. Begitu seterusnya.

4. Penggalakan program KB. Pemerintah selama ini telah menggembar-gemborkan Program KB kepada masyarakat. Tetapi baru sedikit yang telah mengikutinya. Untuk program KB untuk laki-laki, yaitu Vasektomi, juga masih sedikit sekali masyarakat khususnya para laki-laki yang mengikutinya. Alasannya antara lain Vasektomi dapat menurunkan semangat kerja para laki-laki. Tetapi menurut warga yang telah mengikuti program Vasektomi, hal ini tidak berdampak buruk pada stamina laki-laki untuk bekerja, namun hal ini justru dapat menambah semangat kerja laki-laki. Namun tetap saja program KB masih sedikit peminatnya. Untuk itu pemerintah sebaiknya tidak cepat ptus asa untuk menganjurkan masyarakat untuk mengikuti KB. Karena program KB dapat menekan angka kelahiran yang tinggi.