A. Faktor penyebab rendahnya kualitas penduduk
Dalam sebuah Negara mempunyai penduduk yang berkualitas tinggi merupakan modal yang memadai dalam sebuah pembangunan yang efektif. Dengan jumlah penduduk yang besar tanpa adanya peningkatan kualtas penduduk, akan menimbulkan dampak yang besar dan berbagai masalah yang pada akhirnya akan menjadi beban bagi sebuah Negara di kemudian hari. Analisis mengenai kualitas penduduk seringkali dibedakan menjadi kualitas fisik dan kualitas non fisik. Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik penduduk meliputi tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan indeks mutu hidup (Kasto, 1992). Kualitas non fisik meliputi kualitas spiritual keagamaan, kekaryaan, etos kerja, kualitas kepribadian bermasyarakat dan kualitas hubungan selaras denga lingkungannya (Wilopo, 1996) .
Apabila hal ini kita lihat di Negara Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa sampai saat ini keadaan fisik maupun kualitas non fisik penduduk Indonesia masih jauh dari yag diharapkan. Hal ini dikarenakan belum adanya pengukuran kualitas non fisik sehingga hanya menonjolkan kualitas fisiknya. Kualitas kehidupan penduduk berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh lingkungan, letak geografis, dan ras genetiknya. Negara-negara yang terletak disekitas khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendah dan Negara tersebut tergolong Negara yang terbelakang dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan Negara-negara yang berada di daerah sub tropis. Keadaan ini dimungkinkan disebabkan oleh daerah-daerah disekitar khatulistiwa tidak mengenal pergantian musim seperti didaerah sub tropis, sehingga mereka bias hidup sepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan mencari perlindungan terutama di musim dingin. Hal semacam inilah yang memungkinkan penduduknya kurang berfikir untuk menghadapi tantangan alam, dan pada akhirnya menyebabkan sifat malas .
Dengan keadaan seperti ini, maka penduduk di daerah sekitar khatulistiwa hidupnya tetap miskin, walaupun daerah-daerah tersebut kaya dengan sumber daya alam yang berlimpah. Keadaan yang sangat berbeda dengan penduduk yang berada di daerah sub tropis. Walaupun daerahnya tidak tersedia sumber daya alam yang berlimpah, namun mereka sanggup menguasai teknologi, sehingga hasil penguasaan dari teknologi tersebut membuat kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik. Demikian juga halnya dengan di Indonesia, Selama ini Indonesia mengedepankan sector ekonomi yang menjadi prioritas pembangunan, namun ternyata kenyataannya tidak mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. DA\ata dari UNDP tentang Human Development Index (HDI) menyebutkan bahwa sumber daya manusia di Idonesia ada di urutan ke 109 dari 174 negara di Asia pada tahun 2000.
Dari tahun 1996-1998 Indonesia tidak jauh berbeda dengan Filipina. Tetapi sejak tahun 1999 posisi Indonesia merosot sehingga hanya berada satu tingkat diatas Vietnam, sementara Filipina posisinya semakin meningkat sehingga berada posisi peringkat ke 77. Negara Indonesia pada tahun 1990-an pernah masuk dalam Negara berpenghargaan besar yaitu akan menjadi salah satu Asean Dream, maka kemerosotan itu sungguh sangat mengenaskan. Pada tahun 1996 ketika nafas perekonomian Indonesia masih lancer dan belum banyak pakar yang menyalahgunakan kebijakan pembangunan pemerintah. HDI Indonesia bertengger pada posisi yang menghawatirkan yaitu peringkat 102. Sedangkan pada tahun 2000, HDI Indonesia bukan hanya tidak naik kelas tetapi turun kelas yakni menduduk peringkat ke 109.
B. Akibat Rendahnya Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Telah disebutkan diatas bahwa pada tahun 1996 Indonesia menempati urutan ke 102 untuk kualitas penduduknya. Tetapi tidak menunjukkan peningkatan di tahun berikutnya, karena pada tahun 200, Indonesia malah melorot ke urutan 109. Ini menunjukkan betapa parahnya kualitas penduduk di Indonesia yang notabene mempunyai sumber daya yang sangat melimpah ruah.
Ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan di negara-negara Asia Lainnya. Contoh Jepang. Dahulu Jepang adalah negara yang sangat miskin akan sumber dayanya. Tetapi mengapa mereka dapat menjadi negara maju? Hal ini tentunya dapat terjadi karena Jepang memiliki kualitas SDM yang sangat tinggi. Mereka selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaan mereka dan mampu myelesaikan pekerjaannya tersebut secara tepat waktu. Inilah yang membuat Jepang menjadi negara maju dan menjadi negara yang diperhitungkan di tingkat internasional.
Berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Sebagian SDM nya tidak mempunyai kompetensi dalam bekerja. Indonesia dikenal oleh dunia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tetapi kelebihan tersebut tak dapat dimaksimalkan oleh SDM nya. Penduduk Indonesia hanya bias memakainya tetapi belum bisa mengolahnya sendiri. Terbukti banyak sumber SDA Indonesia dikelola oleh asing dan Indonesia hanya mendapat beberapa persen saja dari keuntungan yang diperoleh.
Akibat dari rendahnya kualitas SDM antara lain banyaknya pengangguran yang setiap tahun terus bertambah. Kalau hal ini terus dibiarkan akan menimbulkan meningkatnya aksi kriminalitas karena mereka tidak mendapat pekerjaan yang layak. Oleh sebab itu pemerintah harus lebih fokus pada kinerjanya untuk menigkatkan kualitas SDM Indonesia.
C. Solusi Untuk Mengatasi Rendahnya Kualitas Penduduk
Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
Melemahnya komitmen terhadap KB akan berdampak akan lebih tingginya jumlah penduduk dari angka yang sudah diperkirakan. Hal ini akan semakin mempererat persoalan social, ekonomi dan lingkungan. Demikian pula dengan pembangunan SDM utamanya pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah sejak dini . Bila kedua hal tersebut jarang diperhatikan, maka sangat sulit untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dalam hal ini kita tidak bisa serta merta menyalahkan kinerja pemerintah, tetapi dari masyarakat Indonesia sendiri harus bisa membenahi dirinya agar menjadi SDM yang sangat berkualitas. Misalnya saja dengan memberikan keseriusannya terhadap pekerjaannya sehingga pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah. Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar