A. Hubungan Antara Kependudukan dan Pembangunan
Hidup dalam jaman modern seperti sekarang ini manusia akan meghadapi banyak perbahan dan kemajuan. Dalam hal seperti itu, mentalitas tradisional, yang berpegang teguh pada cara berpikir dan bertindak seperti yang lama, biasanya akan menemui banyak kerugian, atau dengan kata lain masyarakat yang masih berpegang teguh pada cara lama, akan selalu ketinggalan dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia yang masih dalam tahap membangun, yang berarti sedang mengejar kemajuan, meningkatkan kesejahteraan, harus bisa melepaskan mentalitas tradisional dan menggantinya dengan mentalitas modern, aktif, kreatif, dan positif.
Faktor mental, menurut Koentjaraningrat, adalah faktor yang berkaitan dengan sistem nilai budaya dan dengan sikap . Sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan suatu rangkaian konsesi abstrak yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warganya, serta mengenai apa yang dapat dianggap remeh dan tak berharga dalam hidupnya. Sedangkan sikap merupakan kecenderungan yang berasal dalam diri pribadi untuk berkelakuan menurut pola tertentu, sehubungan dengan obyek yang dihadapinya.
Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, mula-mula pengaruh manusia terhadap lingkungannya tidak terlalu besar. Namun, apa yang terjadi kemudian sangatlah mencemasakan. Manusia karena evolusi kulturalnya, telah melahirkan ilmu dan teknologi yang kadang-kadang sekalipun belum dikuasai sepenuhnya telah digunakan secara luas, sehingga tidaklah mustahil perbuatan manusia itu justru akan menghancurkan kemampuan alam untuk memulihkan dirinya .
Semakin modern suatu masyarakat berarti semakin kompleks pola hidupnya dan semakin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia lebih bisa memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi manusia semakin mencemari lingkungan hidup atau alam di sekitarnya .
B. Kependudukan dan Pembangunan di Desa Setran Imogiri
Desa Setran terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa ini termasuk desa kecil tetapi dekat dengan jalan raya. Disana juga ada Sekolah Dasar yang memiliki hubungan yang erat dengan penduduk sekitar. Para pemuda di desa ini banyak yang mempunyai kesibukan masing-masing sehingga untuk saling berhubungan antar pemuda terjadi saat diadakannya perkumpulan pemuda. Penduduk desa ini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga saat panen sering diadakan acara syukuran.
Pembangunan di desa ini sangat jarang dilakukan karena sudah terlalu banyak rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang berdiri. Pembangunan yang dilakukan hanya berkisar untuk membenahi rumah-rumah yang telah rusak. Pembangunan besar-besaran pernah dilakukan oleh Sekolah Dasar yang terletak di desa tersebut. Setiap tahun sekolah tersebut menerima murid baru berjumlah sekitar ratusan anak dan hal ini menyebabkan jumlah murid di sekolah tersebut juga kian banyak. Sehingga beberapa bulan lalu, sekolah ini melakukan pembangunan dengan menambah jumlah bangunan menjadi dua tingkat agar semua siswa dapat tertampung seluruhnya. Pembangunan ini menyebabkab halaman sekolah tersebut menjadi kian sempit karena banyaknya bangunan yang didirikan. Untuk kegiatan olahraga, para siswa ada yang berada di halaman sekolah, ada pula yang berolagraga di lapangan dekat sekolahan tersebut dikarenakan halaman sekolah tidak muat lagi.
Untuk setiap rumah, satu rumah bisa dihuni oleh 7 orang bahkan lebih. Bahkan ada pula rumah yang dihuni oleh tuan rumah dan semua saudaranya. Bisa dibayangkan betapa sesaknya keadaan rumah tersebut. Dan bahkan pembagian ruangannya pun sangat sulit karena satu rumah harus dibagi menjadi beberapa ruangan untuk saudara-saudaranya tersebut. Tetapi sekarang mereka melakukan pembangunan rumah yang sederhana. Namun pembangunan tersebut telah memakan tempat yang sangat banyak. Sehingga tanah yang dulu kosong kini telah berubah menjadi bangunan rumah. Hal ini dapat mengurangi jumlah lahan kosong di desa ini.
C. Solusi dari Masalah Kependudukan dan Pembangunan
Lingkungan di desa Setran, Imogiri sangat diperhatikan oleh penduduknya. Namun, sering tanpa sadar dampak dari pertumbuhan penduduknya, telah mengurangi jumlah lahan kosong yang telah digunakan untuk membangun sebuah rumah untuk anggota keluarga yang baru lahir. Apakah setiap manusia yang baru lahir harus mendapat satu rumah untuk ditempatii dikemudian hari. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada keseimbangan hidup manusia. Manusia hidup di dunia ini memerlukan alam untuk bertahan hidup. Namun bila ada manusia yang lahir dan terjadi pembangunan yang merusak alam itu, manusia harus bertahan hidup dengan cara yang bagaimana ?.
Ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut diatas, antara lain :
1. Sumber alam bumi kita, termasuk udara, tanah, air, flora dan fauna, harus diselamatkan untuk masa sekarang dan masa depan. Semua sumber daya yang dimiliki bumi kita haruslah kita jaga benar-benar dan pemakaiannya diawasi dengan benar agar sumber daya tersebut tidak cepat habis dan dapat digunakan untuk anak cucu kita dimasa depan.
2. Kapasitas bumi yang dapat diganti harus dipelihara dan sedapat mungkin sedapat mungkin dipulihkan. Sebagai contoh, manusia ingin membangun sebuah rumah dan membuka lahan baru dengan membakar atau menebah pohon-pohon di hutan. Bila tidak segera diganti degan menanam bibit-bibit pohon yang baru, maka keadaan alam serta keseimbangannya akan rusak. Manusia diharapkan mampu mengganti sumber daya yang dipakainya dengan sumber daya yang baru. Misalnya manusia menebang hutan untuk membangun rumah, maka dilain waktu mereka harus menanam benih pohon baru agar terjadi keserasian dalam hubungan antara lingkungan, kependudukan, dan pembangunan.
3. Setiap anggota keluarga yang baru lahir sebaiknya tidak harus dibuatkan rumah. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, setiap kali ada anggota keluarganya yang baru lahir, maka keluarganya tersebut akan segera membangun rumah untuk ditempati dikemudian hari. Tanpa sadar kegiatan pembangunan tersebut telah memakai lahan kosong yang tersisa di daerahnya, sehingga jumlah lahan kosong semakin sedikit. Alangkah lebih baik jika manusia membangun rumah cukup satu saja tetapi dengan ukuran yang besar sehingga bila ada anggota keluarga yang lahir, rumah tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan yang disediakan untuk anggota keluarga tersebut. Begitu seterusnya.
4. Penggalakan program KB. Pemerintah selama ini telah menggembar-gemborkan Program KB kepada masyarakat. Tetapi baru sedikit yang telah mengikutinya. Untuk program KB untuk laki-laki, yaitu Vasektomi, juga masih sedikit sekali masyarakat khususnya para laki-laki yang mengikutinya. Alasannya antara lain Vasektomi dapat menurunkan semangat kerja para laki-laki. Tetapi menurut warga yang telah mengikuti program Vasektomi, hal ini tidak berdampak buruk pada stamina laki-laki untuk bekerja, namun hal ini justru dapat menambah semangat kerja laki-laki. Namun tetap saja program KB masih sedikit peminatnya. Untuk itu pemerintah sebaiknya tidak cepat ptus asa untuk menganjurkan masyarakat untuk mengikuti KB. Karena program KB dapat menekan angka kelahiran yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar