Minggu, 12 September 2010

VOC

A. Latar Belakang Berdirinya VOC

VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) adalah kongsi dagang yang didirikan pada tahun 1602 dengan mendapat hak-hak kedaulatan (hak-hak kenegaraan) antara lain:
a) Hak mengadakan perjanjian dengan Negara-negara lain;
b) Hak memerintah daerah-daerah di luar Nederland dan mendirikan badan-badan pengadilan;
c) Hak membentuk tentara dan mendirikan benteng;
d) Hak mengeluarkan dan mengedarkan mata uang .

Peletak dasar penjajahan VOC di Indonesia adalah J. P. Coen, Gubernur Jenderal pada tahun-tahun 1619-1623 dan 1627-1629, yangmembangun kota Batavia pada tahun 1619 yang menjadi pusat kegiatan VOC di Asia. Semula kota ini bernama Jayakarta dan merupakan bagian dari kerajaan Banten.

B. Hak-Hak Istimewa VOC

VOC memiliki hak yang sangat istimewa atau biasa disebut dengan hak Octroi yang memberikan kebebasan bagi VOC untuk melaksanakan tugasnya di Indonesia. Adapun hak –hak tersebut antara lain:

a) memonopoli perdagangan;
b) mengadakan perjanjian dengan raja-raja;
c) mengangkat dan memberhentikan pegawai;
d) memiliki tentara;
e) mendirikan benteng;
f) mengeluarkan / mencetak uang;
g) menyatakan perang dan damai.



C. Exploitasi VOC di Indonesia

VOC mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia dengan berbagai cara, antara lain:

a) Berusaha merebut pasaran produksi petanian, biasanya memaksakan monopoli, misalnya monopoli rempah-rempah di Maluku dan kopi di Priangan.
b) Tidak ikut aktif dalam kegiatan produksi; cara memproduksi hasil pertanian dibiarkan dilakukan oleh pribumi.
c) Karena kekuatan fisiknya yang masih terbatas, VOC hanya menduduki tempat-tempat yang strategis.
d) Campur tangan VOC terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia terbatas kepada usaha-usaha mengumpulkan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli.
e) Untuk memperoleh hasil bumi, VOC menggunakan alat tukar yang umumnya masih berupa barang.
f) Lembaga-lembaga pemerintahan tradisional masih dipertahankan. Dengan begitu VOC dapat menjalankan apa yang dikenal sebagai system indirect rule .

D. Runtuhnya Kekuasaan VOC

Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut. Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat tinggi, termasuk para residen. Misalnya beberapa residen Belanda memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil produksi kepada mereka dengan harga yang sangat rendah, dan kemudian dijual lagi kepada VOC melalui kenalan atau kerabatnya yang menjadi pejabat VOC dengan harga yang sangat tinggi.

Selain itu, sebab-sebab yang mendukung jatuhnya VOC adalah sebagai berikut:

a) Anggaran pegawai terlalu besar akibat meluasnya kekuasaan VOC

VOC mempunyai daerah jajahan yang sangat banyak di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah VOC membutuhkan pegawai yang sangat banyak untuk ditempatkan di semua tanah jajahan. Tetapi hal ini membuat pemerintah VOC mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk menggaji pegawai-pegawai VOC yang tersebar di segala tempat dan memberikan dana untuk administrasinya sangat menguras dana yang cukup banyak. Lama-kelamaan pemerintah VOC tidak sanggup untuk menanggung semua kerugian yang telah terjadi. Akhirnya VOC dikembalikan kepada pemerintah Belanda.

b) Biaya perang yang cukup tinggi

Pada saat VOC berada di Indonesia, Belanda sedang menghadapi perang besar-besaran dengan Negara Eropa lainnya. Hal ini tentunya akan menyedot uang VOC untuk diserahkan kepada pemerintah Belanda. Tetapi karena perang tersebut tak berkesudahan, menyebabkan pemerintah Belanda kocar-kacir untuk mendapatkan uang guna membiayai perang yang sudah lama terjadi. Hanya VOC lah yang menjadi andalan pemerintah Belanda untuk mendapatkan uang yang sangat banyak. Tetapi VOC juga sangat membutuhkan dana untuk membiayai segala sesuatu yang terjadi di Negara jajahannya.

c) Persaingan dagang dengan Portugis dan Inggris

Persaingan dagang antara Belanda dengan Negara-negara Eropa lainnya sudah terjadi beberapa tahun. Belanda yang diwakili kongsi dagangnya yaitu VOC berusaha agar tetap eksis dalam persaingannya dengan Inggris yang mana dalam hal ini diwakili oleh EIC. VOC berusaha agar dapat menggenggam semua perdagangan di Asia Tenggara. Dan hal ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

d) Berkembangnya faham liberalisme, sehingga monopoli yang diterapkan VOC tidak sesuai untuk diteruskan .
Terlau lama mempertahankan monopoli, menimbulkan bentrokan-bentrokan dan penyelundupan. Selain itu system monopoli sudah ketinggalan jaman karena perkembangan liberalism yang menghendaki kebebasan berusaha dalam perdagangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar