A. Latar Belakang Berdirinya VOC
VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) adalah kongsi dagang yang didirikan pada tahun 1602 dengan mendapat hak-hak kedaulatan (hak-hak kenegaraan) antara lain:
a) Hak mengadakan perjanjian dengan Negara-negara lain;
b) Hak memerintah daerah-daerah di luar Nederland dan mendirikan badan-badan pengadilan;
c) Hak membentuk tentara dan mendirikan benteng;
d) Hak mengeluarkan dan mengedarkan mata uang .
Peletak dasar penjajahan VOC di Indonesia adalah J. P. Coen, Gubernur Jenderal pada tahun-tahun 1619-1623 dan 1627-1629, yangmembangun kota Batavia pada tahun 1619 yang menjadi pusat kegiatan VOC di Asia. Semula kota ini bernama Jayakarta dan merupakan bagian dari kerajaan Banten.
B. Hak-Hak Istimewa VOC
VOC memiliki hak yang sangat istimewa atau biasa disebut dengan hak Octroi yang memberikan kebebasan bagi VOC untuk melaksanakan tugasnya di Indonesia. Adapun hak –hak tersebut antara lain:
a) memonopoli perdagangan;
b) mengadakan perjanjian dengan raja-raja;
c) mengangkat dan memberhentikan pegawai;
d) memiliki tentara;
e) mendirikan benteng;
f) mengeluarkan / mencetak uang;
g) menyatakan perang dan damai.
C. Exploitasi VOC di Indonesia
VOC mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia dengan berbagai cara, antara lain:
a) Berusaha merebut pasaran produksi petanian, biasanya memaksakan monopoli, misalnya monopoli rempah-rempah di Maluku dan kopi di Priangan.
b) Tidak ikut aktif dalam kegiatan produksi; cara memproduksi hasil pertanian dibiarkan dilakukan oleh pribumi.
c) Karena kekuatan fisiknya yang masih terbatas, VOC hanya menduduki tempat-tempat yang strategis.
d) Campur tangan VOC terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia terbatas kepada usaha-usaha mengumpulkan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli.
e) Untuk memperoleh hasil bumi, VOC menggunakan alat tukar yang umumnya masih berupa barang.
f) Lembaga-lembaga pemerintahan tradisional masih dipertahankan. Dengan begitu VOC dapat menjalankan apa yang dikenal sebagai system indirect rule .
D. Runtuhnya Kekuasaan VOC
Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut. Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat tinggi, termasuk para residen. Misalnya beberapa residen Belanda memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil produksi kepada mereka dengan harga yang sangat rendah, dan kemudian dijual lagi kepada VOC melalui kenalan atau kerabatnya yang menjadi pejabat VOC dengan harga yang sangat tinggi.
Selain itu, sebab-sebab yang mendukung jatuhnya VOC adalah sebagai berikut:
a) Anggaran pegawai terlalu besar akibat meluasnya kekuasaan VOC
VOC mempunyai daerah jajahan yang sangat banyak di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah VOC membutuhkan pegawai yang sangat banyak untuk ditempatkan di semua tanah jajahan. Tetapi hal ini membuat pemerintah VOC mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk menggaji pegawai-pegawai VOC yang tersebar di segala tempat dan memberikan dana untuk administrasinya sangat menguras dana yang cukup banyak. Lama-kelamaan pemerintah VOC tidak sanggup untuk menanggung semua kerugian yang telah terjadi. Akhirnya VOC dikembalikan kepada pemerintah Belanda.
b) Biaya perang yang cukup tinggi
Pada saat VOC berada di Indonesia, Belanda sedang menghadapi perang besar-besaran dengan Negara Eropa lainnya. Hal ini tentunya akan menyedot uang VOC untuk diserahkan kepada pemerintah Belanda. Tetapi karena perang tersebut tak berkesudahan, menyebabkan pemerintah Belanda kocar-kacir untuk mendapatkan uang guna membiayai perang yang sudah lama terjadi. Hanya VOC lah yang menjadi andalan pemerintah Belanda untuk mendapatkan uang yang sangat banyak. Tetapi VOC juga sangat membutuhkan dana untuk membiayai segala sesuatu yang terjadi di Negara jajahannya.
c) Persaingan dagang dengan Portugis dan Inggris
Persaingan dagang antara Belanda dengan Negara-negara Eropa lainnya sudah terjadi beberapa tahun. Belanda yang diwakili kongsi dagangnya yaitu VOC berusaha agar tetap eksis dalam persaingannya dengan Inggris yang mana dalam hal ini diwakili oleh EIC. VOC berusaha agar dapat menggenggam semua perdagangan di Asia Tenggara. Dan hal ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.
d) Berkembangnya faham liberalisme, sehingga monopoli yang diterapkan VOC tidak sesuai untuk diteruskan .
Terlau lama mempertahankan monopoli, menimbulkan bentrokan-bentrokan dan penyelundupan. Selain itu system monopoli sudah ketinggalan jaman karena perkembangan liberalism yang menghendaki kebebasan berusaha dalam perdagangan.
KULIAH SEMESTER IV
Minggu, 12 September 2010
Paket Wisata
A. Sejarah Lahirnya Paket Wisata
Paket wisata yang ada sekarang ini tidak terlepas dari perkembangan pariwisata pada masa lampau. Thomas Cook adalah orang yang pertama kali menciptakan paket wisata ini pada tanggal 5 Juli 1854. Thomas Cook menyelenggarakan paket wisata dengan perjalanan menggunakan kereta api pergi pulang dari Leicester-Loughborough untuk melihat sebuah pameran yang sedang diadakan. Berkat promosi yang terus-menerus dilakukan Thomas, jumlah peserta paket wisata tersebut sangat banyak.
Hal yang mendasari kegiatan wisata yang diselenggarakan oleh Thomas Cook disebut paket wisata karena perjalanan menggunakan kereta api dari Leicester-Loughborough dikemas dalam satu paket dengan jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang telah ditentukan oleh Thomas sudah termasuk biaya akomodasi kereta api pergi pulang, dan biaya kunjungan ke pameran di Loughborough. Merasa yakin bahwa telah berhasil menyelenggarakan paket wisata dengan baik, maka Thomas Cook kemudian mendirikan sebuah biro perjalanan dengan menggunakan namanya sendiri, Thomas Cook. Biro perjalanan ini menyelenggarakan paket wisata serupa ke berbagai daerah di Inggris .
Selain memberikan jasa paket wisata, Thomas Cook memperkenalkan penggunaan nilai tukar pada tahun 1867. Nilai tukar tersebut dinamakan voucher. Dengan voucher ini, maka orang yang mengikuti paket wisata tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang dalam setiap kegiatan paket wisata. Misalnya, akomodasi perjalanan pergi pulang, makan, minum, dan menginap di hotel. Kesemuanya ini telah ditanggung oleh perusahaan perjalanan yang bersangkutan.
B. Paket Wisata di Indonesia
Paket wisata adalah suatu rencana kegiatan wisata yang telah disusun secara tetap dengan harga tertentu yang mencakup transportasi, hotel atau akomodasi, obyek dan daya tarik wisata serta fasilitas penunjang lainnya yang tertera dalam perjanjian paket wisata tersebut .
Di Indonesia, ada dua jenis bidang usaha perjalanan dengan lingkup jenis layanan dan fungsi yang berbeda satu sama lain.
Pertama adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Agen Perjalanan (Travel Agent/ Travel Agency). Travel Agency hanya mempunyai fungsi dan jenis layanan penjualan tiket dari berbagai sarana transportasi. Dengan demikian pada hakekatnya, suatu agen perjalanan hanya merupakan kepanjangan tangan atau agen dari bidang-bidang usaha transportasi.
Kedua adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Biro Perjalanan Wisata atau Tour Operator yang fungsi dan jenis layanannya yaitu mencakup penyusunan dan penyelenggaraan paket-paket wisata, termasuk pemesanan tiket kamar hotel, dan pengaturan transportasi. Dapat dikatakan bahwa Biro Perjalanan Wisata mempunyai lingkup fungsi dan jenis layanan yang lebih luas disbanding dengan agen perjalanan .
C. Jenis-Jenis Paket Wisata
Di Indonesia sekarang ini terdapat banyak sekali paket wisata yang ditawarkan oleh para penyelenggara kegiatan wisata. Jenis-jenis paket wisata tersebut adalah;
a) Pleasure Tourism, yaitu paket wisata yang disusun untuk tujuan ingin mengetahui suatu daerah tujuan wisata dalam acara mengisi liburannya guna menghilangkan kepenatan diri atas rutinitas sehari-hari.
b) Recreation Tourism adalah jenis paket wisata yang disusun dengan tujuan utamanya memanfaatkan hari liburnya guna pemulihan kesegaran jasamani maupun rohani.
c) Cultural Tourism adalah paket wisata yang diselenggarakan khusus untuk mengetahui adat-istiadat, gaya dan cara hidup suatu bangsa, sejarah, seni budaya maupun acara keagamaan.
d) Adventure Tourism adalah paket wisata yang dilakukan di alam terbuka untuk melatih ketangkasan jasmani serta menyegarkan rohani dengan mengambil resiko yang cukup membahayakan keselamatan jiwa dengan dipandu oleh seseorang atau lebih yang berpengalaman.
e) Sport Tourism adalah paket wisata yang dilakukan dalam rangka melatih atau melakukan uji ketangkasan jasmani atau mengikuti pertandingan olah raga di daerah atau di negara lain.
f) Bussiness Tourism yakni paket wisata yang dilakukan dalam rangka melakukan studi kelayakan usaha di daerah atau di negara yang dikunjungi.
g) Convention Tourism adalah paket wisata dalam rangka mengikuti kegiatan atau mengahdiri suatu acara konferensi, seminar, pameran atau sejenisnya yang diselingi dengan kegiatan wisata diwaktu senggangnya.
h) Special Interest Tourism adalah paket wisata khusus yang memerlukan keahlian dan kemampuan khusus pula bagi pesertanya dengan klasifikasi jumlah pesertanya yang terbatas seperti pilgrime, terjun payung, gantole atau sejenisnya .
Paket wisata yang ada sekarang ini tidak terlepas dari perkembangan pariwisata pada masa lampau. Thomas Cook adalah orang yang pertama kali menciptakan paket wisata ini pada tanggal 5 Juli 1854. Thomas Cook menyelenggarakan paket wisata dengan perjalanan menggunakan kereta api pergi pulang dari Leicester-Loughborough untuk melihat sebuah pameran yang sedang diadakan. Berkat promosi yang terus-menerus dilakukan Thomas, jumlah peserta paket wisata tersebut sangat banyak.
Hal yang mendasari kegiatan wisata yang diselenggarakan oleh Thomas Cook disebut paket wisata karena perjalanan menggunakan kereta api dari Leicester-Loughborough dikemas dalam satu paket dengan jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang telah ditentukan oleh Thomas sudah termasuk biaya akomodasi kereta api pergi pulang, dan biaya kunjungan ke pameran di Loughborough. Merasa yakin bahwa telah berhasil menyelenggarakan paket wisata dengan baik, maka Thomas Cook kemudian mendirikan sebuah biro perjalanan dengan menggunakan namanya sendiri, Thomas Cook. Biro perjalanan ini menyelenggarakan paket wisata serupa ke berbagai daerah di Inggris .
Selain memberikan jasa paket wisata, Thomas Cook memperkenalkan penggunaan nilai tukar pada tahun 1867. Nilai tukar tersebut dinamakan voucher. Dengan voucher ini, maka orang yang mengikuti paket wisata tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang dalam setiap kegiatan paket wisata. Misalnya, akomodasi perjalanan pergi pulang, makan, minum, dan menginap di hotel. Kesemuanya ini telah ditanggung oleh perusahaan perjalanan yang bersangkutan.
B. Paket Wisata di Indonesia
Paket wisata adalah suatu rencana kegiatan wisata yang telah disusun secara tetap dengan harga tertentu yang mencakup transportasi, hotel atau akomodasi, obyek dan daya tarik wisata serta fasilitas penunjang lainnya yang tertera dalam perjanjian paket wisata tersebut .
Di Indonesia, ada dua jenis bidang usaha perjalanan dengan lingkup jenis layanan dan fungsi yang berbeda satu sama lain.
Pertama adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Agen Perjalanan (Travel Agent/ Travel Agency). Travel Agency hanya mempunyai fungsi dan jenis layanan penjualan tiket dari berbagai sarana transportasi. Dengan demikian pada hakekatnya, suatu agen perjalanan hanya merupakan kepanjangan tangan atau agen dari bidang-bidang usaha transportasi.
Kedua adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Biro Perjalanan Wisata atau Tour Operator yang fungsi dan jenis layanannya yaitu mencakup penyusunan dan penyelenggaraan paket-paket wisata, termasuk pemesanan tiket kamar hotel, dan pengaturan transportasi. Dapat dikatakan bahwa Biro Perjalanan Wisata mempunyai lingkup fungsi dan jenis layanan yang lebih luas disbanding dengan agen perjalanan .
C. Jenis-Jenis Paket Wisata
Di Indonesia sekarang ini terdapat banyak sekali paket wisata yang ditawarkan oleh para penyelenggara kegiatan wisata. Jenis-jenis paket wisata tersebut adalah;
a) Pleasure Tourism, yaitu paket wisata yang disusun untuk tujuan ingin mengetahui suatu daerah tujuan wisata dalam acara mengisi liburannya guna menghilangkan kepenatan diri atas rutinitas sehari-hari.
b) Recreation Tourism adalah jenis paket wisata yang disusun dengan tujuan utamanya memanfaatkan hari liburnya guna pemulihan kesegaran jasamani maupun rohani.
c) Cultural Tourism adalah paket wisata yang diselenggarakan khusus untuk mengetahui adat-istiadat, gaya dan cara hidup suatu bangsa, sejarah, seni budaya maupun acara keagamaan.
d) Adventure Tourism adalah paket wisata yang dilakukan di alam terbuka untuk melatih ketangkasan jasmani serta menyegarkan rohani dengan mengambil resiko yang cukup membahayakan keselamatan jiwa dengan dipandu oleh seseorang atau lebih yang berpengalaman.
e) Sport Tourism adalah paket wisata yang dilakukan dalam rangka melatih atau melakukan uji ketangkasan jasmani atau mengikuti pertandingan olah raga di daerah atau di negara lain.
f) Bussiness Tourism yakni paket wisata yang dilakukan dalam rangka melakukan studi kelayakan usaha di daerah atau di negara yang dikunjungi.
g) Convention Tourism adalah paket wisata dalam rangka mengikuti kegiatan atau mengahdiri suatu acara konferensi, seminar, pameran atau sejenisnya yang diselingi dengan kegiatan wisata diwaktu senggangnya.
h) Special Interest Tourism adalah paket wisata khusus yang memerlukan keahlian dan kemampuan khusus pula bagi pesertanya dengan klasifikasi jumlah pesertanya yang terbatas seperti pilgrime, terjun payung, gantole atau sejenisnya .
kualitas penduduk di indonesia
A. Faktor penyebab rendahnya kualitas penduduk
Dalam sebuah Negara mempunyai penduduk yang berkualitas tinggi merupakan modal yang memadai dalam sebuah pembangunan yang efektif. Dengan jumlah penduduk yang besar tanpa adanya peningkatan kualtas penduduk, akan menimbulkan dampak yang besar dan berbagai masalah yang pada akhirnya akan menjadi beban bagi sebuah Negara di kemudian hari. Analisis mengenai kualitas penduduk seringkali dibedakan menjadi kualitas fisik dan kualitas non fisik. Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik penduduk meliputi tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan indeks mutu hidup (Kasto, 1992). Kualitas non fisik meliputi kualitas spiritual keagamaan, kekaryaan, etos kerja, kualitas kepribadian bermasyarakat dan kualitas hubungan selaras denga lingkungannya (Wilopo, 1996) .
Apabila hal ini kita lihat di Negara Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa sampai saat ini keadaan fisik maupun kualitas non fisik penduduk Indonesia masih jauh dari yag diharapkan. Hal ini dikarenakan belum adanya pengukuran kualitas non fisik sehingga hanya menonjolkan kualitas fisiknya. Kualitas kehidupan penduduk berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh lingkungan, letak geografis, dan ras genetiknya. Negara-negara yang terletak disekitas khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendah dan Negara tersebut tergolong Negara yang terbelakang dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan Negara-negara yang berada di daerah sub tropis. Keadaan ini dimungkinkan disebabkan oleh daerah-daerah disekitar khatulistiwa tidak mengenal pergantian musim seperti didaerah sub tropis, sehingga mereka bias hidup sepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan mencari perlindungan terutama di musim dingin. Hal semacam inilah yang memungkinkan penduduknya kurang berfikir untuk menghadapi tantangan alam, dan pada akhirnya menyebabkan sifat malas .
Dengan keadaan seperti ini, maka penduduk di daerah sekitar khatulistiwa hidupnya tetap miskin, walaupun daerah-daerah tersebut kaya dengan sumber daya alam yang berlimpah. Keadaan yang sangat berbeda dengan penduduk yang berada di daerah sub tropis. Walaupun daerahnya tidak tersedia sumber daya alam yang berlimpah, namun mereka sanggup menguasai teknologi, sehingga hasil penguasaan dari teknologi tersebut membuat kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik. Demikian juga halnya dengan di Indonesia, Selama ini Indonesia mengedepankan sector ekonomi yang menjadi prioritas pembangunan, namun ternyata kenyataannya tidak mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. DA\ata dari UNDP tentang Human Development Index (HDI) menyebutkan bahwa sumber daya manusia di Idonesia ada di urutan ke 109 dari 174 negara di Asia pada tahun 2000.
Dari tahun 1996-1998 Indonesia tidak jauh berbeda dengan Filipina. Tetapi sejak tahun 1999 posisi Indonesia merosot sehingga hanya berada satu tingkat diatas Vietnam, sementara Filipina posisinya semakin meningkat sehingga berada posisi peringkat ke 77. Negara Indonesia pada tahun 1990-an pernah masuk dalam Negara berpenghargaan besar yaitu akan menjadi salah satu Asean Dream, maka kemerosotan itu sungguh sangat mengenaskan. Pada tahun 1996 ketika nafas perekonomian Indonesia masih lancer dan belum banyak pakar yang menyalahgunakan kebijakan pembangunan pemerintah. HDI Indonesia bertengger pada posisi yang menghawatirkan yaitu peringkat 102. Sedangkan pada tahun 2000, HDI Indonesia bukan hanya tidak naik kelas tetapi turun kelas yakni menduduk peringkat ke 109.
B. Akibat Rendahnya Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Telah disebutkan diatas bahwa pada tahun 1996 Indonesia menempati urutan ke 102 untuk kualitas penduduknya. Tetapi tidak menunjukkan peningkatan di tahun berikutnya, karena pada tahun 200, Indonesia malah melorot ke urutan 109. Ini menunjukkan betapa parahnya kualitas penduduk di Indonesia yang notabene mempunyai sumber daya yang sangat melimpah ruah.
Ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan di negara-negara Asia Lainnya. Contoh Jepang. Dahulu Jepang adalah negara yang sangat miskin akan sumber dayanya. Tetapi mengapa mereka dapat menjadi negara maju? Hal ini tentunya dapat terjadi karena Jepang memiliki kualitas SDM yang sangat tinggi. Mereka selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaan mereka dan mampu myelesaikan pekerjaannya tersebut secara tepat waktu. Inilah yang membuat Jepang menjadi negara maju dan menjadi negara yang diperhitungkan di tingkat internasional.
Berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Sebagian SDM nya tidak mempunyai kompetensi dalam bekerja. Indonesia dikenal oleh dunia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tetapi kelebihan tersebut tak dapat dimaksimalkan oleh SDM nya. Penduduk Indonesia hanya bias memakainya tetapi belum bisa mengolahnya sendiri. Terbukti banyak sumber SDA Indonesia dikelola oleh asing dan Indonesia hanya mendapat beberapa persen saja dari keuntungan yang diperoleh.
Akibat dari rendahnya kualitas SDM antara lain banyaknya pengangguran yang setiap tahun terus bertambah. Kalau hal ini terus dibiarkan akan menimbulkan meningkatnya aksi kriminalitas karena mereka tidak mendapat pekerjaan yang layak. Oleh sebab itu pemerintah harus lebih fokus pada kinerjanya untuk menigkatkan kualitas SDM Indonesia.
C. Solusi Untuk Mengatasi Rendahnya Kualitas Penduduk
Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
Melemahnya komitmen terhadap KB akan berdampak akan lebih tingginya jumlah penduduk dari angka yang sudah diperkirakan. Hal ini akan semakin mempererat persoalan social, ekonomi dan lingkungan. Demikian pula dengan pembangunan SDM utamanya pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah sejak dini . Bila kedua hal tersebut jarang diperhatikan, maka sangat sulit untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dalam hal ini kita tidak bisa serta merta menyalahkan kinerja pemerintah, tetapi dari masyarakat Indonesia sendiri harus bisa membenahi dirinya agar menjadi SDM yang sangat berkualitas. Misalnya saja dengan memberikan keseriusannya terhadap pekerjaannya sehingga pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah. Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
Dalam sebuah Negara mempunyai penduduk yang berkualitas tinggi merupakan modal yang memadai dalam sebuah pembangunan yang efektif. Dengan jumlah penduduk yang besar tanpa adanya peningkatan kualtas penduduk, akan menimbulkan dampak yang besar dan berbagai masalah yang pada akhirnya akan menjadi beban bagi sebuah Negara di kemudian hari. Analisis mengenai kualitas penduduk seringkali dibedakan menjadi kualitas fisik dan kualitas non fisik. Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik penduduk meliputi tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan indeks mutu hidup (Kasto, 1992). Kualitas non fisik meliputi kualitas spiritual keagamaan, kekaryaan, etos kerja, kualitas kepribadian bermasyarakat dan kualitas hubungan selaras denga lingkungannya (Wilopo, 1996) .
Apabila hal ini kita lihat di Negara Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa sampai saat ini keadaan fisik maupun kualitas non fisik penduduk Indonesia masih jauh dari yag diharapkan. Hal ini dikarenakan belum adanya pengukuran kualitas non fisik sehingga hanya menonjolkan kualitas fisiknya. Kualitas kehidupan penduduk berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh lingkungan, letak geografis, dan ras genetiknya. Negara-negara yang terletak disekitas khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendah dan Negara tersebut tergolong Negara yang terbelakang dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan Negara-negara yang berada di daerah sub tropis. Keadaan ini dimungkinkan disebabkan oleh daerah-daerah disekitar khatulistiwa tidak mengenal pergantian musim seperti didaerah sub tropis, sehingga mereka bias hidup sepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan mencari perlindungan terutama di musim dingin. Hal semacam inilah yang memungkinkan penduduknya kurang berfikir untuk menghadapi tantangan alam, dan pada akhirnya menyebabkan sifat malas .
Dengan keadaan seperti ini, maka penduduk di daerah sekitar khatulistiwa hidupnya tetap miskin, walaupun daerah-daerah tersebut kaya dengan sumber daya alam yang berlimpah. Keadaan yang sangat berbeda dengan penduduk yang berada di daerah sub tropis. Walaupun daerahnya tidak tersedia sumber daya alam yang berlimpah, namun mereka sanggup menguasai teknologi, sehingga hasil penguasaan dari teknologi tersebut membuat kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik. Demikian juga halnya dengan di Indonesia, Selama ini Indonesia mengedepankan sector ekonomi yang menjadi prioritas pembangunan, namun ternyata kenyataannya tidak mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. DA\ata dari UNDP tentang Human Development Index (HDI) menyebutkan bahwa sumber daya manusia di Idonesia ada di urutan ke 109 dari 174 negara di Asia pada tahun 2000.
Dari tahun 1996-1998 Indonesia tidak jauh berbeda dengan Filipina. Tetapi sejak tahun 1999 posisi Indonesia merosot sehingga hanya berada satu tingkat diatas Vietnam, sementara Filipina posisinya semakin meningkat sehingga berada posisi peringkat ke 77. Negara Indonesia pada tahun 1990-an pernah masuk dalam Negara berpenghargaan besar yaitu akan menjadi salah satu Asean Dream, maka kemerosotan itu sungguh sangat mengenaskan. Pada tahun 1996 ketika nafas perekonomian Indonesia masih lancer dan belum banyak pakar yang menyalahgunakan kebijakan pembangunan pemerintah. HDI Indonesia bertengger pada posisi yang menghawatirkan yaitu peringkat 102. Sedangkan pada tahun 2000, HDI Indonesia bukan hanya tidak naik kelas tetapi turun kelas yakni menduduk peringkat ke 109.
B. Akibat Rendahnya Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Telah disebutkan diatas bahwa pada tahun 1996 Indonesia menempati urutan ke 102 untuk kualitas penduduknya. Tetapi tidak menunjukkan peningkatan di tahun berikutnya, karena pada tahun 200, Indonesia malah melorot ke urutan 109. Ini menunjukkan betapa parahnya kualitas penduduk di Indonesia yang notabene mempunyai sumber daya yang sangat melimpah ruah.
Ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan di negara-negara Asia Lainnya. Contoh Jepang. Dahulu Jepang adalah negara yang sangat miskin akan sumber dayanya. Tetapi mengapa mereka dapat menjadi negara maju? Hal ini tentunya dapat terjadi karena Jepang memiliki kualitas SDM yang sangat tinggi. Mereka selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaan mereka dan mampu myelesaikan pekerjaannya tersebut secara tepat waktu. Inilah yang membuat Jepang menjadi negara maju dan menjadi negara yang diperhitungkan di tingkat internasional.
Berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Sebagian SDM nya tidak mempunyai kompetensi dalam bekerja. Indonesia dikenal oleh dunia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tetapi kelebihan tersebut tak dapat dimaksimalkan oleh SDM nya. Penduduk Indonesia hanya bias memakainya tetapi belum bisa mengolahnya sendiri. Terbukti banyak sumber SDA Indonesia dikelola oleh asing dan Indonesia hanya mendapat beberapa persen saja dari keuntungan yang diperoleh.
Akibat dari rendahnya kualitas SDM antara lain banyaknya pengangguran yang setiap tahun terus bertambah. Kalau hal ini terus dibiarkan akan menimbulkan meningkatnya aksi kriminalitas karena mereka tidak mendapat pekerjaan yang layak. Oleh sebab itu pemerintah harus lebih fokus pada kinerjanya untuk menigkatkan kualitas SDM Indonesia.
C. Solusi Untuk Mengatasi Rendahnya Kualitas Penduduk
Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
Melemahnya komitmen terhadap KB akan berdampak akan lebih tingginya jumlah penduduk dari angka yang sudah diperkirakan. Hal ini akan semakin mempererat persoalan social, ekonomi dan lingkungan. Demikian pula dengan pembangunan SDM utamanya pendidikan dan kesehatan harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah sejak dini . Bila kedua hal tersebut jarang diperhatikan, maka sangat sulit untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dalam hal ini kita tidak bisa serta merta menyalahkan kinerja pemerintah, tetapi dari masyarakat Indonesia sendiri harus bisa membenahi dirinya agar menjadi SDM yang sangat berkualitas. Misalnya saja dengan memberikan keseriusannya terhadap pekerjaannya sehingga pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah. Saat ini pemerintah sedang menggembor-gemborkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Sudah banyak kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan kembali KB pada masyarakat luas. Diharapkan masyarakat luas dapat memahami kegunaan KB sehingga dapat menekan angka kelahiran sehingga pemerintah dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia.
kependudukan & lingkungan hidup
A. Hubungan Antara Kependudukan dan Pembangunan
Hidup dalam jaman modern seperti sekarang ini manusia akan meghadapi banyak perbahan dan kemajuan. Dalam hal seperti itu, mentalitas tradisional, yang berpegang teguh pada cara berpikir dan bertindak seperti yang lama, biasanya akan menemui banyak kerugian, atau dengan kata lain masyarakat yang masih berpegang teguh pada cara lama, akan selalu ketinggalan dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia yang masih dalam tahap membangun, yang berarti sedang mengejar kemajuan, meningkatkan kesejahteraan, harus bisa melepaskan mentalitas tradisional dan menggantinya dengan mentalitas modern, aktif, kreatif, dan positif.
Faktor mental, menurut Koentjaraningrat, adalah faktor yang berkaitan dengan sistem nilai budaya dan dengan sikap . Sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan suatu rangkaian konsesi abstrak yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warganya, serta mengenai apa yang dapat dianggap remeh dan tak berharga dalam hidupnya. Sedangkan sikap merupakan kecenderungan yang berasal dalam diri pribadi untuk berkelakuan menurut pola tertentu, sehubungan dengan obyek yang dihadapinya.
Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, mula-mula pengaruh manusia terhadap lingkungannya tidak terlalu besar. Namun, apa yang terjadi kemudian sangatlah mencemasakan. Manusia karena evolusi kulturalnya, telah melahirkan ilmu dan teknologi yang kadang-kadang sekalipun belum dikuasai sepenuhnya telah digunakan secara luas, sehingga tidaklah mustahil perbuatan manusia itu justru akan menghancurkan kemampuan alam untuk memulihkan dirinya .
Semakin modern suatu masyarakat berarti semakin kompleks pola hidupnya dan semakin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia lebih bisa memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi manusia semakin mencemari lingkungan hidup atau alam di sekitarnya .
B. Kependudukan dan Pembangunan di Desa Setran Imogiri
Desa Setran terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa ini termasuk desa kecil tetapi dekat dengan jalan raya. Disana juga ada Sekolah Dasar yang memiliki hubungan yang erat dengan penduduk sekitar. Para pemuda di desa ini banyak yang mempunyai kesibukan masing-masing sehingga untuk saling berhubungan antar pemuda terjadi saat diadakannya perkumpulan pemuda. Penduduk desa ini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga saat panen sering diadakan acara syukuran.
Pembangunan di desa ini sangat jarang dilakukan karena sudah terlalu banyak rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang berdiri. Pembangunan yang dilakukan hanya berkisar untuk membenahi rumah-rumah yang telah rusak. Pembangunan besar-besaran pernah dilakukan oleh Sekolah Dasar yang terletak di desa tersebut. Setiap tahun sekolah tersebut menerima murid baru berjumlah sekitar ratusan anak dan hal ini menyebabkan jumlah murid di sekolah tersebut juga kian banyak. Sehingga beberapa bulan lalu, sekolah ini melakukan pembangunan dengan menambah jumlah bangunan menjadi dua tingkat agar semua siswa dapat tertampung seluruhnya. Pembangunan ini menyebabkab halaman sekolah tersebut menjadi kian sempit karena banyaknya bangunan yang didirikan. Untuk kegiatan olahraga, para siswa ada yang berada di halaman sekolah, ada pula yang berolagraga di lapangan dekat sekolahan tersebut dikarenakan halaman sekolah tidak muat lagi.
Untuk setiap rumah, satu rumah bisa dihuni oleh 7 orang bahkan lebih. Bahkan ada pula rumah yang dihuni oleh tuan rumah dan semua saudaranya. Bisa dibayangkan betapa sesaknya keadaan rumah tersebut. Dan bahkan pembagian ruangannya pun sangat sulit karena satu rumah harus dibagi menjadi beberapa ruangan untuk saudara-saudaranya tersebut. Tetapi sekarang mereka melakukan pembangunan rumah yang sederhana. Namun pembangunan tersebut telah memakan tempat yang sangat banyak. Sehingga tanah yang dulu kosong kini telah berubah menjadi bangunan rumah. Hal ini dapat mengurangi jumlah lahan kosong di desa ini.
C. Solusi dari Masalah Kependudukan dan Pembangunan
Lingkungan di desa Setran, Imogiri sangat diperhatikan oleh penduduknya. Namun, sering tanpa sadar dampak dari pertumbuhan penduduknya, telah mengurangi jumlah lahan kosong yang telah digunakan untuk membangun sebuah rumah untuk anggota keluarga yang baru lahir. Apakah setiap manusia yang baru lahir harus mendapat satu rumah untuk ditempatii dikemudian hari. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada keseimbangan hidup manusia. Manusia hidup di dunia ini memerlukan alam untuk bertahan hidup. Namun bila ada manusia yang lahir dan terjadi pembangunan yang merusak alam itu, manusia harus bertahan hidup dengan cara yang bagaimana ?.
Ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut diatas, antara lain :
1. Sumber alam bumi kita, termasuk udara, tanah, air, flora dan fauna, harus diselamatkan untuk masa sekarang dan masa depan. Semua sumber daya yang dimiliki bumi kita haruslah kita jaga benar-benar dan pemakaiannya diawasi dengan benar agar sumber daya tersebut tidak cepat habis dan dapat digunakan untuk anak cucu kita dimasa depan.
2. Kapasitas bumi yang dapat diganti harus dipelihara dan sedapat mungkin sedapat mungkin dipulihkan. Sebagai contoh, manusia ingin membangun sebuah rumah dan membuka lahan baru dengan membakar atau menebah pohon-pohon di hutan. Bila tidak segera diganti degan menanam bibit-bibit pohon yang baru, maka keadaan alam serta keseimbangannya akan rusak. Manusia diharapkan mampu mengganti sumber daya yang dipakainya dengan sumber daya yang baru. Misalnya manusia menebang hutan untuk membangun rumah, maka dilain waktu mereka harus menanam benih pohon baru agar terjadi keserasian dalam hubungan antara lingkungan, kependudukan, dan pembangunan.
3. Setiap anggota keluarga yang baru lahir sebaiknya tidak harus dibuatkan rumah. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, setiap kali ada anggota keluarganya yang baru lahir, maka keluarganya tersebut akan segera membangun rumah untuk ditempati dikemudian hari. Tanpa sadar kegiatan pembangunan tersebut telah memakai lahan kosong yang tersisa di daerahnya, sehingga jumlah lahan kosong semakin sedikit. Alangkah lebih baik jika manusia membangun rumah cukup satu saja tetapi dengan ukuran yang besar sehingga bila ada anggota keluarga yang lahir, rumah tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan yang disediakan untuk anggota keluarga tersebut. Begitu seterusnya.
4. Penggalakan program KB. Pemerintah selama ini telah menggembar-gemborkan Program KB kepada masyarakat. Tetapi baru sedikit yang telah mengikutinya. Untuk program KB untuk laki-laki, yaitu Vasektomi, juga masih sedikit sekali masyarakat khususnya para laki-laki yang mengikutinya. Alasannya antara lain Vasektomi dapat menurunkan semangat kerja para laki-laki. Tetapi menurut warga yang telah mengikuti program Vasektomi, hal ini tidak berdampak buruk pada stamina laki-laki untuk bekerja, namun hal ini justru dapat menambah semangat kerja laki-laki. Namun tetap saja program KB masih sedikit peminatnya. Untuk itu pemerintah sebaiknya tidak cepat ptus asa untuk menganjurkan masyarakat untuk mengikuti KB. Karena program KB dapat menekan angka kelahiran yang tinggi.
Hidup dalam jaman modern seperti sekarang ini manusia akan meghadapi banyak perbahan dan kemajuan. Dalam hal seperti itu, mentalitas tradisional, yang berpegang teguh pada cara berpikir dan bertindak seperti yang lama, biasanya akan menemui banyak kerugian, atau dengan kata lain masyarakat yang masih berpegang teguh pada cara lama, akan selalu ketinggalan dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia yang masih dalam tahap membangun, yang berarti sedang mengejar kemajuan, meningkatkan kesejahteraan, harus bisa melepaskan mentalitas tradisional dan menggantinya dengan mentalitas modern, aktif, kreatif, dan positif.
Faktor mental, menurut Koentjaraningrat, adalah faktor yang berkaitan dengan sistem nilai budaya dan dengan sikap . Sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan suatu rangkaian konsesi abstrak yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warganya, serta mengenai apa yang dapat dianggap remeh dan tak berharga dalam hidupnya. Sedangkan sikap merupakan kecenderungan yang berasal dalam diri pribadi untuk berkelakuan menurut pola tertentu, sehubungan dengan obyek yang dihadapinya.
Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, mula-mula pengaruh manusia terhadap lingkungannya tidak terlalu besar. Namun, apa yang terjadi kemudian sangatlah mencemasakan. Manusia karena evolusi kulturalnya, telah melahirkan ilmu dan teknologi yang kadang-kadang sekalipun belum dikuasai sepenuhnya telah digunakan secara luas, sehingga tidaklah mustahil perbuatan manusia itu justru akan menghancurkan kemampuan alam untuk memulihkan dirinya .
Semakin modern suatu masyarakat berarti semakin kompleks pola hidupnya dan semakin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia lebih bisa memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi manusia semakin mencemari lingkungan hidup atau alam di sekitarnya .
B. Kependudukan dan Pembangunan di Desa Setran Imogiri
Desa Setran terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa ini termasuk desa kecil tetapi dekat dengan jalan raya. Disana juga ada Sekolah Dasar yang memiliki hubungan yang erat dengan penduduk sekitar. Para pemuda di desa ini banyak yang mempunyai kesibukan masing-masing sehingga untuk saling berhubungan antar pemuda terjadi saat diadakannya perkumpulan pemuda. Penduduk desa ini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga saat panen sering diadakan acara syukuran.
Pembangunan di desa ini sangat jarang dilakukan karena sudah terlalu banyak rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang berdiri. Pembangunan yang dilakukan hanya berkisar untuk membenahi rumah-rumah yang telah rusak. Pembangunan besar-besaran pernah dilakukan oleh Sekolah Dasar yang terletak di desa tersebut. Setiap tahun sekolah tersebut menerima murid baru berjumlah sekitar ratusan anak dan hal ini menyebabkan jumlah murid di sekolah tersebut juga kian banyak. Sehingga beberapa bulan lalu, sekolah ini melakukan pembangunan dengan menambah jumlah bangunan menjadi dua tingkat agar semua siswa dapat tertampung seluruhnya. Pembangunan ini menyebabkab halaman sekolah tersebut menjadi kian sempit karena banyaknya bangunan yang didirikan. Untuk kegiatan olahraga, para siswa ada yang berada di halaman sekolah, ada pula yang berolagraga di lapangan dekat sekolahan tersebut dikarenakan halaman sekolah tidak muat lagi.
Untuk setiap rumah, satu rumah bisa dihuni oleh 7 orang bahkan lebih. Bahkan ada pula rumah yang dihuni oleh tuan rumah dan semua saudaranya. Bisa dibayangkan betapa sesaknya keadaan rumah tersebut. Dan bahkan pembagian ruangannya pun sangat sulit karena satu rumah harus dibagi menjadi beberapa ruangan untuk saudara-saudaranya tersebut. Tetapi sekarang mereka melakukan pembangunan rumah yang sederhana. Namun pembangunan tersebut telah memakan tempat yang sangat banyak. Sehingga tanah yang dulu kosong kini telah berubah menjadi bangunan rumah. Hal ini dapat mengurangi jumlah lahan kosong di desa ini.
C. Solusi dari Masalah Kependudukan dan Pembangunan
Lingkungan di desa Setran, Imogiri sangat diperhatikan oleh penduduknya. Namun, sering tanpa sadar dampak dari pertumbuhan penduduknya, telah mengurangi jumlah lahan kosong yang telah digunakan untuk membangun sebuah rumah untuk anggota keluarga yang baru lahir. Apakah setiap manusia yang baru lahir harus mendapat satu rumah untuk ditempatii dikemudian hari. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada keseimbangan hidup manusia. Manusia hidup di dunia ini memerlukan alam untuk bertahan hidup. Namun bila ada manusia yang lahir dan terjadi pembangunan yang merusak alam itu, manusia harus bertahan hidup dengan cara yang bagaimana ?.
Ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut diatas, antara lain :
1. Sumber alam bumi kita, termasuk udara, tanah, air, flora dan fauna, harus diselamatkan untuk masa sekarang dan masa depan. Semua sumber daya yang dimiliki bumi kita haruslah kita jaga benar-benar dan pemakaiannya diawasi dengan benar agar sumber daya tersebut tidak cepat habis dan dapat digunakan untuk anak cucu kita dimasa depan.
2. Kapasitas bumi yang dapat diganti harus dipelihara dan sedapat mungkin sedapat mungkin dipulihkan. Sebagai contoh, manusia ingin membangun sebuah rumah dan membuka lahan baru dengan membakar atau menebah pohon-pohon di hutan. Bila tidak segera diganti degan menanam bibit-bibit pohon yang baru, maka keadaan alam serta keseimbangannya akan rusak. Manusia diharapkan mampu mengganti sumber daya yang dipakainya dengan sumber daya yang baru. Misalnya manusia menebang hutan untuk membangun rumah, maka dilain waktu mereka harus menanam benih pohon baru agar terjadi keserasian dalam hubungan antara lingkungan, kependudukan, dan pembangunan.
3. Setiap anggota keluarga yang baru lahir sebaiknya tidak harus dibuatkan rumah. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, setiap kali ada anggota keluarganya yang baru lahir, maka keluarganya tersebut akan segera membangun rumah untuk ditempati dikemudian hari. Tanpa sadar kegiatan pembangunan tersebut telah memakai lahan kosong yang tersisa di daerahnya, sehingga jumlah lahan kosong semakin sedikit. Alangkah lebih baik jika manusia membangun rumah cukup satu saja tetapi dengan ukuran yang besar sehingga bila ada anggota keluarga yang lahir, rumah tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan yang disediakan untuk anggota keluarga tersebut. Begitu seterusnya.
4. Penggalakan program KB. Pemerintah selama ini telah menggembar-gemborkan Program KB kepada masyarakat. Tetapi baru sedikit yang telah mengikutinya. Untuk program KB untuk laki-laki, yaitu Vasektomi, juga masih sedikit sekali masyarakat khususnya para laki-laki yang mengikutinya. Alasannya antara lain Vasektomi dapat menurunkan semangat kerja para laki-laki. Tetapi menurut warga yang telah mengikuti program Vasektomi, hal ini tidak berdampak buruk pada stamina laki-laki untuk bekerja, namun hal ini justru dapat menambah semangat kerja laki-laki. Namun tetap saja program KB masih sedikit peminatnya. Untuk itu pemerintah sebaiknya tidak cepat ptus asa untuk menganjurkan masyarakat untuk mengikuti KB. Karena program KB dapat menekan angka kelahiran yang tinggi.
Minggu, 04 Juli 2010
HISTORIOGRAFI EROPA KUNO
Historiografi merupakan usaha penulisan sejarah untuk merekonstruksi masa lampau. Dengan historiografi, dapat dilihat suatu perkembangan peradaban manusia, termasuk kreativitas manusia untuk mengembangkan peradaban. Dalam perkembangannya, historiografi memuat teori dan metodologi sejarah. Salah satu tradisi historiografi yang khas adalah historiografi Eropa. Historiografi Eropa diawali dari historiografi kuno. Historiografi Eropa kuno jauh berbeda dari historiografi tradisional negara-negara lain karena historiografi Eropa kuno tidak mengutamakan mitos dan theogoni, tetapi lebih mengutamakan rasionalitas dan demokrasi. Selain itu, Historiografi Eropa Kuno berorientasi pada perkembangan. Patriotisme mengakar kuat pada hisoriografi Eropa kuno, sehingga tulisannya pun banyak mengangkat tentang perang dan kejayaan suatu imperium. Penyajian historiografi Eropa Kuno memiliki banyak variasi bentuk. Karya Herodotus ditulis dalam bentuk prosa (logographoi). Bentuk ini merupakan pembaharuan dari bentuk puisi atau syair. Sedangkan karya Thucydides, Polybius, Tacitus, dan Livius berbentuk dokumen. Penyajian dalam bentuk dokumen ini dipengaruhi oleh gaya dari penulis sendiri yang sudah mulai menggunakan sejarah kritis dan metode sejarah dengan menghilangkan mitos dan theogoni.
Historiografi adalah studi mengenai sejarah dan metodologi dari disiplin sejarah. Karena itu, ia menggunakan semiotika untuk mempertimbangkan bagaimana pengetahuan masa lalu diperoleh dan ditransmisikan. Secara formal, historiografi memeriksa penulisan sejarah, penggunaan metode sejarah, menggambar atas penulisnya, sumber, interpretasi, gaya, bias, dan pembaca; apalagi, historiografi juga menunjukkan kumpulan karya sejarah. Sarjana membahas historiografi topikal, yaitu "historiografi Katolik," yang "historiografi awal Islam," yang "historiografi cina," dan sebagainya, dan pendekatan dan genre termasuk sejarah lisan Dan sejarah sosial. Dimulai pada abad kesembilan belas, pada pendakian sejarah akademis, sebuah kumpulan literatur historiografi dikembangkan, termasuk What is History?
Eropa memiliki penyaji historiografi yang terkenal, mulai dari Herodotus, Thucydides, Polybius, Titus, Livius, sampai Tacitus. Di antara sejarahwan-sejarahwan tersebut, terdapat seorang sejarahwan dari Romawi yang terkenal, yaitu Tacitus. Tacitus adalah sejarahwan yang memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang ugly dan tidak menarik.
Tacitus merupakan sejarawan Romawi yang berusaha untuk mengemukakan “sebab moral” keruntuhan Romawi. Ia berusaha untuk menemukan akar persoalan-persoalan politik yang terjadi di tahun-tahun awal kerajaan Roma. Selain itu, Tacitus juga menulis tentang bangsa Jerman dan menjadi satu-satunya literatur tentang Jerman. Secara detail ia menceritakan sebuah kerajaan yang tengah bergerak menghancurkan dirinya sendiri. Banyak para sejawaran yang berpendapat bahwa karya-karya Tacitus memiliki kualitas sastra yang cukup tinggi. Banyak pula orang yang mengatakan bahwa Tacitus merupakan “suara otentik Roma kuno dan pelukis besar Jaman Kuno”. Setiap halaman dari tulisannya menunjukkan kemampuan retorik. Tacitus memakai orasi langsung dan orasi buatan untuk melukiskan karakter, meringkaskan pemikiran kelompok-kelompok, menyampaikan rumor masyarakat, memperkuat penegasan dan menegaskan posisi moral-politik.
Karya Tacitus yang terkenal diantaranya adalah Agricola, Germania, Dialogus De Oratoribus, Historiae (Histories), dan Annales (Annals). Agricola ditulis sekitar 98 AD. Tulisan ini menceritakan kehidupan Gnaeus Julius Agricola, ayah mertuanya, Gubernur Inggris. Tulisan tersebut berisi uraian rinci mengenai kelahiran, pendidikan, perjalanan karier politik, sejarah sejumlah operasi militer Romawi, capaian administratif Agricola, akhir karier Agricola, sampai kematiannya. Dengan kata lain tulisan ini berpusat pada kehidupan Agricola. Meskipun demikian, dalam tulisan ini juga ditemukan uraian mengenai sejarah, etnografi, dan geografi Inggris. Tacitus sepertinya mengikuti preseden yang juga digunakan Heredotus, yaitu mengulas wilayah dalam bab inti. Dapat dikatakan bahwa Agricola adalah gabungan sejarah dan biografi.
Germania merupakan etnografi studi di Eropa Tengah. Tacitus membandingkan kemunduran dari Roma dengan kekuatan Jerman. Ia mengontraskan kebaikan orang-orang Jerman yang terkenal barbar dengan keburukan Roma pada waktu itu. Menurut beberapa pengamat, Germania ditulis untuk menunjukkan bahwa Jerman adalah lawan Roma yang paling tangguh. Tacitus menulis karya ini sebagai wujud kekecewaannya terhadap perilaku orang-orang negrinya pada waktu itu dan ketertarikannya pada orang-orang Jerman.
Tulisannya yang selanjutnya adalah Dialogus De Oratoribus, dialog pada seni retorika. Isi tulisan ini adalah debat fiktif tentang kemerosotan seni berbicara. Tulisan ini terdiri dari tiga rangkaian perdebatan. Pertama, perdebatan Aper dan Maternus mengenai manfaat seni berbicara dan puisi. Kedua, perdebatan dua orang tersebut mengenai seni berbicara pada masa itu dan seni berbicara para orator “kono”. Ketiga, Messala dan Maternus memberi penjelasan mengenai kemerosotan seni berbicara. Dialogus bukan hanya karya analisis sastrawi tetapi juga upaya untuk mengamati perubahan politik.
Histories, dan Annals, jika bisa diselamatkan semuanya, terdiri dari tiga puluh jilid buku. Meskipun Tacitus menulis Histories sebelum Annals, kedua tulisan tersebut membentuk sebuah cerita dari kematian Augustus sampai kematian Domitian. Dalam kedua tulisan tersebut, Tacitus memusatkan perhatiannya pada tindakan dan pamrih individu.
Dalam jilid I Histories, Tacitus menulis pemerintahan Galba, pengangkatan penggantinya Piso Licinianus, sampai revolusi yang menahtakan Salvius Otho dan mengorbankan Galba dan Piso. Kemudian ulasan mengenai pemberontakan pasukan angkatan darat Roma di Jerman, tempat Vitellius ditahbiskan menjadi raja, pergerakan pasukan menuju Italia, dan persiapan Otho menghadang mereka. Jilid II mengulas pengincar kekuasaan lain, Vespasia. Ketiga kubu tersebut saling berebut kekuasaan dan berujung pada kekalahan Otho, yang kemudian bunuh diri. Selanjutnya Tacitus membicarakan tahta Vitellius yang terancam oleh Vespasia. Jilid III menceritakan pertempuran kubu Vitellius dan Vespasia yang dimenangkan Vespasia. Jilid V yang masih tersisa menceritakan pemberontakan Claudius Civils di Gauldan Jerman serta perang Yahudi oleh Vespasian dan putranya, Titus.
Annals menguraikan masa sepeninggal Augustus sampai sepeninggal Nero. Kematian Augustus dan pemerintahan Tiberius diuraikan dalam enam jilid, hanya saja jilid V tidak dapat ditemukan secara utuh. Gaius Caligula dan Claudius dibahas dalam enam jilid, tetapi hanya jilid terakhir dan sebagian isi yang mengupas pemerintahan Claudius yang terselamatkan. Jilid yang menceritakan pemerintahan Nero dapat diselamatkan tiga setengah jilid, yang berisi kisah kenaikannya menjadi raja sampai pertengahan.
Dengan melihat karya-karyanya tersebut banyak pengamat setuju bahwa karya-karya Tacitus memiliki kualitas sastra yang tinggi. Kualitas karyanya tersebut menarik para dramawan Ben Johnson atau Jean Racine, juga bagi penulis Robert Graves. Tacitus menjadi nama yang terkenal pada tahun 1976, seiring dengan pengadaptasian tulisan-tulisan Grave ke dalam Claudius seri 1 di televisi BBC. Namun, para ahli memperdebatkan kecermatan penulisan dan kelayakan karya-karya Tacitus sebagai karya sejarah. Turtelian mengatakan bahwa Tacitus adalah pembual kelas satu saat berbohong. Oleh karena itu para ahli mempermasalahkan apakah karya Tacitus layak disebut sebagai karya sejarah atau tidak.
CIRI-CIRI HISTORIOGRAFI EROPA KUNO
1. Visi
Visi historiografi Eropa Kuno ini lebih pada rasionalistis dan demokratis. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang Yunani dan romawi menganut banyak dewa, akan tetapi mereka tidak pernah berorientasi pada dewa sentries, walaupun demikian mereka masih memegang mitos dan theogoni. Dan yang utama pada masa ini dalam penulisannya ditujukan pada jiwa patriotik.
2. Isi
Isi dari tulisan yang dihasilkan pada masa ini adalah yang berisikan kepahlawanan. Artinya tulisan diorientasikan pada perjuangan karena yang ditulis masih sekitaran perang dan juga kekuatan dari sebuah imperium besar. Selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa para penulis cenderung berat sebelah. Hal ini dikarenakan dalam posisinya para penulis berada dalam pihak yang menang ketika suatu perang tersebut berlangsung, baik mereka ikut langsung maupun sebagai pengamat saja.
3. Penyajian
Penyajian historiografi Eropa kuno tidak hanya dalam satu bentuk penyajian saja, akan tetapi bervariasi. Dalam karya Herodotus ditulis dalam bentuk prosa (logographoi). Bentuk ini merupakan pembaharuan dari bentuk puisi atau syair. Sedangkan pada karya Thucydides, Polybius, Tacitus maupun Livius karyanya berbentuk dalam dokumen. Sebagai contohnya adalah perang Peloponesos karya Thucydides. Penyajian dalam bentuk dokumen ini dipengaruhi oleh gaya dari penulis sendiri yang sudah mulai menggunakan sejarah kritis dan metode sejarah dengan menghilangkan mitos dan theogoni.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN HISTORIOGRAFI EROPA KUNO
Kelebihan dari historiografi Eropa kuno diantaranya adalah mampu menggugah rasa nasionalisme, hal ini disebabkan isi dari historiografi Eropa kuno lebih menyoroti tentang perang yang menunjukkan patriotisme, baik yang dirasakan oleh penulis sendiri maupun hanya dengan cara mengumpulkan data dan bertanya-tanya kepada saksi dan pelaku.
Walupun demikian historiografi Eropa kuno juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan yang ada diantaranya nilai berat sebelah itu tetap ada walaupun sudah diusahakan seobjektif mungkin. Hal ini bisa dilihat dalam karya Thucydides, dia adalah seorang jenderal perang Athena. Dalam perang Peloponesia ini Athena mendapatkan kemenangan, sehingga mau tidak mau rasa berat sebelah itu akan muncul. Begitu pula dalam karya Herodotus, dia sangat mengagung-agungkan kebudayaan Yunani dan menganggap kebudayaan Parsi (Timur) sebagai kebudayaan yang terbelakang. Selain itu karya Herodotus walaupun menggunakan sumber dari kedua belah pihak, dalam tulisannya masih saja terdapat unsur supernatural, sehingga membuat nilai dari karyanya ini tidak sempurna. Sedangkan dalam karya Titus dia menggunakan daya imajinatif, adanya pengorbanan kebenaran sejarah demi sebuah retorika.
Historiografi adalah studi mengenai sejarah dan metodologi dari disiplin sejarah. Karena itu, ia menggunakan semiotika untuk mempertimbangkan bagaimana pengetahuan masa lalu diperoleh dan ditransmisikan. Secara formal, historiografi memeriksa penulisan sejarah, penggunaan metode sejarah, menggambar atas penulisnya, sumber, interpretasi, gaya, bias, dan pembaca; apalagi, historiografi juga menunjukkan kumpulan karya sejarah. Sarjana membahas historiografi topikal, yaitu "historiografi Katolik," yang "historiografi awal Islam," yang "historiografi cina," dan sebagainya, dan pendekatan dan genre termasuk sejarah lisan Dan sejarah sosial. Dimulai pada abad kesembilan belas, pada pendakian sejarah akademis, sebuah kumpulan literatur historiografi dikembangkan, termasuk What is History?
Eropa memiliki penyaji historiografi yang terkenal, mulai dari Herodotus, Thucydides, Polybius, Titus, Livius, sampai Tacitus. Di antara sejarahwan-sejarahwan tersebut, terdapat seorang sejarahwan dari Romawi yang terkenal, yaitu Tacitus. Tacitus adalah sejarahwan yang memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang ugly dan tidak menarik.
Tacitus merupakan sejarawan Romawi yang berusaha untuk mengemukakan “sebab moral” keruntuhan Romawi. Ia berusaha untuk menemukan akar persoalan-persoalan politik yang terjadi di tahun-tahun awal kerajaan Roma. Selain itu, Tacitus juga menulis tentang bangsa Jerman dan menjadi satu-satunya literatur tentang Jerman. Secara detail ia menceritakan sebuah kerajaan yang tengah bergerak menghancurkan dirinya sendiri. Banyak para sejawaran yang berpendapat bahwa karya-karya Tacitus memiliki kualitas sastra yang cukup tinggi. Banyak pula orang yang mengatakan bahwa Tacitus merupakan “suara otentik Roma kuno dan pelukis besar Jaman Kuno”. Setiap halaman dari tulisannya menunjukkan kemampuan retorik. Tacitus memakai orasi langsung dan orasi buatan untuk melukiskan karakter, meringkaskan pemikiran kelompok-kelompok, menyampaikan rumor masyarakat, memperkuat penegasan dan menegaskan posisi moral-politik.
Karya Tacitus yang terkenal diantaranya adalah Agricola, Germania, Dialogus De Oratoribus, Historiae (Histories), dan Annales (Annals). Agricola ditulis sekitar 98 AD. Tulisan ini menceritakan kehidupan Gnaeus Julius Agricola, ayah mertuanya, Gubernur Inggris. Tulisan tersebut berisi uraian rinci mengenai kelahiran, pendidikan, perjalanan karier politik, sejarah sejumlah operasi militer Romawi, capaian administratif Agricola, akhir karier Agricola, sampai kematiannya. Dengan kata lain tulisan ini berpusat pada kehidupan Agricola. Meskipun demikian, dalam tulisan ini juga ditemukan uraian mengenai sejarah, etnografi, dan geografi Inggris. Tacitus sepertinya mengikuti preseden yang juga digunakan Heredotus, yaitu mengulas wilayah dalam bab inti. Dapat dikatakan bahwa Agricola adalah gabungan sejarah dan biografi.
Germania merupakan etnografi studi di Eropa Tengah. Tacitus membandingkan kemunduran dari Roma dengan kekuatan Jerman. Ia mengontraskan kebaikan orang-orang Jerman yang terkenal barbar dengan keburukan Roma pada waktu itu. Menurut beberapa pengamat, Germania ditulis untuk menunjukkan bahwa Jerman adalah lawan Roma yang paling tangguh. Tacitus menulis karya ini sebagai wujud kekecewaannya terhadap perilaku orang-orang negrinya pada waktu itu dan ketertarikannya pada orang-orang Jerman.
Tulisannya yang selanjutnya adalah Dialogus De Oratoribus, dialog pada seni retorika. Isi tulisan ini adalah debat fiktif tentang kemerosotan seni berbicara. Tulisan ini terdiri dari tiga rangkaian perdebatan. Pertama, perdebatan Aper dan Maternus mengenai manfaat seni berbicara dan puisi. Kedua, perdebatan dua orang tersebut mengenai seni berbicara pada masa itu dan seni berbicara para orator “kono”. Ketiga, Messala dan Maternus memberi penjelasan mengenai kemerosotan seni berbicara. Dialogus bukan hanya karya analisis sastrawi tetapi juga upaya untuk mengamati perubahan politik.
Histories, dan Annals, jika bisa diselamatkan semuanya, terdiri dari tiga puluh jilid buku. Meskipun Tacitus menulis Histories sebelum Annals, kedua tulisan tersebut membentuk sebuah cerita dari kematian Augustus sampai kematian Domitian. Dalam kedua tulisan tersebut, Tacitus memusatkan perhatiannya pada tindakan dan pamrih individu.
Dalam jilid I Histories, Tacitus menulis pemerintahan Galba, pengangkatan penggantinya Piso Licinianus, sampai revolusi yang menahtakan Salvius Otho dan mengorbankan Galba dan Piso. Kemudian ulasan mengenai pemberontakan pasukan angkatan darat Roma di Jerman, tempat Vitellius ditahbiskan menjadi raja, pergerakan pasukan menuju Italia, dan persiapan Otho menghadang mereka. Jilid II mengulas pengincar kekuasaan lain, Vespasia. Ketiga kubu tersebut saling berebut kekuasaan dan berujung pada kekalahan Otho, yang kemudian bunuh diri. Selanjutnya Tacitus membicarakan tahta Vitellius yang terancam oleh Vespasia. Jilid III menceritakan pertempuran kubu Vitellius dan Vespasia yang dimenangkan Vespasia. Jilid V yang masih tersisa menceritakan pemberontakan Claudius Civils di Gauldan Jerman serta perang Yahudi oleh Vespasian dan putranya, Titus.
Annals menguraikan masa sepeninggal Augustus sampai sepeninggal Nero. Kematian Augustus dan pemerintahan Tiberius diuraikan dalam enam jilid, hanya saja jilid V tidak dapat ditemukan secara utuh. Gaius Caligula dan Claudius dibahas dalam enam jilid, tetapi hanya jilid terakhir dan sebagian isi yang mengupas pemerintahan Claudius yang terselamatkan. Jilid yang menceritakan pemerintahan Nero dapat diselamatkan tiga setengah jilid, yang berisi kisah kenaikannya menjadi raja sampai pertengahan.
Dengan melihat karya-karyanya tersebut banyak pengamat setuju bahwa karya-karya Tacitus memiliki kualitas sastra yang tinggi. Kualitas karyanya tersebut menarik para dramawan Ben Johnson atau Jean Racine, juga bagi penulis Robert Graves. Tacitus menjadi nama yang terkenal pada tahun 1976, seiring dengan pengadaptasian tulisan-tulisan Grave ke dalam Claudius seri 1 di televisi BBC. Namun, para ahli memperdebatkan kecermatan penulisan dan kelayakan karya-karya Tacitus sebagai karya sejarah. Turtelian mengatakan bahwa Tacitus adalah pembual kelas satu saat berbohong. Oleh karena itu para ahli mempermasalahkan apakah karya Tacitus layak disebut sebagai karya sejarah atau tidak.
CIRI-CIRI HISTORIOGRAFI EROPA KUNO
1. Visi
Visi historiografi Eropa Kuno ini lebih pada rasionalistis dan demokratis. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang Yunani dan romawi menganut banyak dewa, akan tetapi mereka tidak pernah berorientasi pada dewa sentries, walaupun demikian mereka masih memegang mitos dan theogoni. Dan yang utama pada masa ini dalam penulisannya ditujukan pada jiwa patriotik.
2. Isi
Isi dari tulisan yang dihasilkan pada masa ini adalah yang berisikan kepahlawanan. Artinya tulisan diorientasikan pada perjuangan karena yang ditulis masih sekitaran perang dan juga kekuatan dari sebuah imperium besar. Selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa para penulis cenderung berat sebelah. Hal ini dikarenakan dalam posisinya para penulis berada dalam pihak yang menang ketika suatu perang tersebut berlangsung, baik mereka ikut langsung maupun sebagai pengamat saja.
3. Penyajian
Penyajian historiografi Eropa kuno tidak hanya dalam satu bentuk penyajian saja, akan tetapi bervariasi. Dalam karya Herodotus ditulis dalam bentuk prosa (logographoi). Bentuk ini merupakan pembaharuan dari bentuk puisi atau syair. Sedangkan pada karya Thucydides, Polybius, Tacitus maupun Livius karyanya berbentuk dalam dokumen. Sebagai contohnya adalah perang Peloponesos karya Thucydides. Penyajian dalam bentuk dokumen ini dipengaruhi oleh gaya dari penulis sendiri yang sudah mulai menggunakan sejarah kritis dan metode sejarah dengan menghilangkan mitos dan theogoni.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN HISTORIOGRAFI EROPA KUNO
Kelebihan dari historiografi Eropa kuno diantaranya adalah mampu menggugah rasa nasionalisme, hal ini disebabkan isi dari historiografi Eropa kuno lebih menyoroti tentang perang yang menunjukkan patriotisme, baik yang dirasakan oleh penulis sendiri maupun hanya dengan cara mengumpulkan data dan bertanya-tanya kepada saksi dan pelaku.
Walupun demikian historiografi Eropa kuno juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan yang ada diantaranya nilai berat sebelah itu tetap ada walaupun sudah diusahakan seobjektif mungkin. Hal ini bisa dilihat dalam karya Thucydides, dia adalah seorang jenderal perang Athena. Dalam perang Peloponesia ini Athena mendapatkan kemenangan, sehingga mau tidak mau rasa berat sebelah itu akan muncul. Begitu pula dalam karya Herodotus, dia sangat mengagung-agungkan kebudayaan Yunani dan menganggap kebudayaan Parsi (Timur) sebagai kebudayaan yang terbelakang. Selain itu karya Herodotus walaupun menggunakan sumber dari kedua belah pihak, dalam tulisannya masih saja terdapat unsur supernatural, sehingga membuat nilai dari karyanya ini tidak sempurna. Sedangkan dalam karya Titus dia menggunakan daya imajinatif, adanya pengorbanan kebenaran sejarah demi sebuah retorika.
Historiografi Indonesia Modern
Historiografi Indonesia modern merupakan historiografi yang ditulis pada masa setelah kemerdekaan.. Historiografi Indonesia modern Bagi bangsa Indonesia setelah kemerdekaan, dirasakan penulisan sejarah yang telah ada tidak sesuai lagi dengan kondisi alam kemerdekaan. Oleh karena itu diperlukan penulisan sejarah dari dalam. Bagi bangsa Indonesia, historiografi yang diperlukan bukanlah historiografi yang meriwayatkan kolonisator, tetapi peranan bangsa Indonesia sendiri, karena itu metode yang dipergunakan haruslah diubah, antara lain melalui :
1. Sumber yang digunakan hendaknya selain sumber asing juga menggunakan sumber dari Indonesia.
2. Sumber asing di bandingkan dengan sumber barat, sehingga bisa dipisahkan dengan tegas bagian-bagian yang kritis, legendaries dan historis.
3. Menggunakan sumber-sumber lisan selain sumber0sumber yang tertulis.
4. Historiografi Indonesia memerlukan latar belakang yang luas, artinya Indonesia harus dikembalikan pada lingkungan yang sebenarnya, yaitu asia tenggara atau asia. Jadi bukan merupakan bagian dari Belanda, karena selama ini Belanda memandang Indonesia terlalu sempit.
Sejarah Indonesia modern telah mengalami defilologisasi dalam arti, bahwa oleh karena kritik sumber-sumbernya tidak lagi memerlukan banyak analisa tekstual dengan filologi, tetapi memperbaiki alat-alat analitis serta metodologis. Ini membawa akibat bahwa beberapa disiplin ilmu sosial mulai dicantumkan dalam studi sejarah.
Penulis sejarah tidak bisa dipisahkan dengan kultur beserta dengan masalah-masalahnya, karena itu senantiasa hidup dan bergerak. Kejadian-kejadian sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dengan segala sebab akibatnya di mata kita merupakan pusat dalam sejarah Indonesia. Oleh karena itu peristiwa tersebut membawa pengaruh yang cukup besar pada kebudayaan Indonesia serta penulisan sejarahnya. Untuk itulah kemudian timbul nasionalisme bangsa Indonesia. Nasionlisme dapat dicapai melalui perjuangan pembentukan negara Republik Indonesia. Dengan tercapainya nasionalisme muncul persoalan-persoalan baru, yaitu :
1. Pengertian tentang sejarah Nasional.
2. Sudut penglihatan adalah yang sesuai dengan sejarah Nasional.
3. Fungsi sejarah nasional dalam kebudayaan Indonesia.
Pengertian Sejarah Nasional
Sejarah Nasional yaitu sejarah Republik Indonesia yang dimulai pada hari proklamasi Republik Indonesia ( 17-08-1945 ), waktu bangsa Indonesia sebagai nation berhasil membentuk negara nasional dan merupakan satu kesatuan politica-geografis yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Untuk gambaran historis perlu ditambahkan sejarah local sebagai kesatuan politik yang lebih kecil. Hal ini berarti sejarah nasional merupakan kumpulan sejarah local. Tidak semua fakta-fakta historis local dapat dimasukkan kedalam sejarah nasional, karena semua itu memerlukan seleksi dan juga visi. Oleh karena itu sejarah Indonesia akan tumbuh sejajar dengan perkembangan historis dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan cultural yang menuju kearah integrasi yang sempurna. Jadi Indonesia modern itu menitikberatkan pada keaktifan dan kreatifitas bangsa Indonesia dan juga berkewajiban mengembalikan sejarah Indonesia dalam lingkup geografis yang sebenarnya.
Sudut penglihatan
Sejak tercapainya kemerdekaan Indonesia,muncul permasalahan-permasalahan tentang sejarah nasional, jenis sejarah ini menjadi keperluan yang sangat mendesak, karena karya-karya yang ada tidak lagi dengan kondisi bangsa Indonesia. Untuk menyusun kembali Sejarah Nasional Indonesia kemudian diadakan seminar Sejarah Nasional Indonesia I di Yogyakarta pada tahun 1957. Seminar ini telah mengganti pandangan yang Eropa Sentris menjadi Indonesia sentries. Jadi sudut pandang Indonesia sentrislah yang cocok bagi penulisan Sejarah Nasional Indonesia. Indonesia sentris merupakan pemikiran yang pada umumnya lebih bersifat filosofis atau teoritis. Pandangan Indonesia sentris walaupun sudah dirintis sejak tahun 1957 dalam seminar Sejarah Nasional I, namun baru menampakkan hasilnya dalam seminar Sejarah Nasional Indonesia II tahun 1970. Dalam seminar ini sudah nampak digunakannya metode kritis ilmu bantu, konsep-konsep ilmu sosial dengan menempatkan masing-masing persoalan pada tempatnya .
Fungsi Sejarah Nasional
Ada 2 macam guna sejarah, yaitu secara intrinsic dan ekstrinsik.
Guna sejarah secara Intrinsik
a. Sejarah sebagai ilmu.
Sejarah dapat ditulis oleh siapa saja dan darimana saja datangnya. Hal ini terjadi karena sejarah addalah ilmu yang terbuka. Keterbukaan ini menyebabkan siapa saja dapat menulis sejarah sepanjang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sejarah sebagai ilmu dapat berkembang dengan berbagai cara.
1. Perkembangan dalam filsafat.
2. Perkembangan dalam teori sejarah.
3. Perkembangan dalam ilmu-ilmu lain.
4. Perkembangan dalam metode sejarah.
b. Sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lampau.
Dengan belajar sejarah maka orang akan mengettahui masa lalunya. Setelah seseorang mengetahui masa lalunya, maka akan muncul reaksi untuk melestarikan masa lampau dan menolak masa lalu. Melestarikan masa lalu, misalnya: Upacara-upacara tradisional seperti gerebek dan labuhan. Mewnolak masa lalu, tentunya mereka menganggap bahwa masa lalu tidak bermakana missal, ada gerakan-gerakan yang berusaha menentang kerajaan.
c. Sejarah sebagai profesi.
Sejarah adalah ilmu yang akan diajarkan di jurusan sejarah. Oleh karena itu sejarah sebagai profesi berkenaan dengan kesejarahan. Artinya sejarah itu sebagai peekerjaan, missal : Guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, peneliti dan penulis sejarah.
Guna sejarah secara Ekstrinsik
Guna sejarah disini adalah untuk menyiapkan mahasiswa, supaya mereka siap secara filosofis. Dalam arti sejarah disini berfungsi sebagai pendidikan.
1. Sumber yang digunakan hendaknya selain sumber asing juga menggunakan sumber dari Indonesia.
2. Sumber asing di bandingkan dengan sumber barat, sehingga bisa dipisahkan dengan tegas bagian-bagian yang kritis, legendaries dan historis.
3. Menggunakan sumber-sumber lisan selain sumber0sumber yang tertulis.
4. Historiografi Indonesia memerlukan latar belakang yang luas, artinya Indonesia harus dikembalikan pada lingkungan yang sebenarnya, yaitu asia tenggara atau asia. Jadi bukan merupakan bagian dari Belanda, karena selama ini Belanda memandang Indonesia terlalu sempit.
Sejarah Indonesia modern telah mengalami defilologisasi dalam arti, bahwa oleh karena kritik sumber-sumbernya tidak lagi memerlukan banyak analisa tekstual dengan filologi, tetapi memperbaiki alat-alat analitis serta metodologis. Ini membawa akibat bahwa beberapa disiplin ilmu sosial mulai dicantumkan dalam studi sejarah.
Penulis sejarah tidak bisa dipisahkan dengan kultur beserta dengan masalah-masalahnya, karena itu senantiasa hidup dan bergerak. Kejadian-kejadian sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dengan segala sebab akibatnya di mata kita merupakan pusat dalam sejarah Indonesia. Oleh karena itu peristiwa tersebut membawa pengaruh yang cukup besar pada kebudayaan Indonesia serta penulisan sejarahnya. Untuk itulah kemudian timbul nasionalisme bangsa Indonesia. Nasionlisme dapat dicapai melalui perjuangan pembentukan negara Republik Indonesia. Dengan tercapainya nasionalisme muncul persoalan-persoalan baru, yaitu :
1. Pengertian tentang sejarah Nasional.
2. Sudut penglihatan adalah yang sesuai dengan sejarah Nasional.
3. Fungsi sejarah nasional dalam kebudayaan Indonesia.
Pengertian Sejarah Nasional
Sejarah Nasional yaitu sejarah Republik Indonesia yang dimulai pada hari proklamasi Republik Indonesia ( 17-08-1945 ), waktu bangsa Indonesia sebagai nation berhasil membentuk negara nasional dan merupakan satu kesatuan politica-geografis yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Untuk gambaran historis perlu ditambahkan sejarah local sebagai kesatuan politik yang lebih kecil. Hal ini berarti sejarah nasional merupakan kumpulan sejarah local. Tidak semua fakta-fakta historis local dapat dimasukkan kedalam sejarah nasional, karena semua itu memerlukan seleksi dan juga visi. Oleh karena itu sejarah Indonesia akan tumbuh sejajar dengan perkembangan historis dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan cultural yang menuju kearah integrasi yang sempurna. Jadi Indonesia modern itu menitikberatkan pada keaktifan dan kreatifitas bangsa Indonesia dan juga berkewajiban mengembalikan sejarah Indonesia dalam lingkup geografis yang sebenarnya.
Sudut penglihatan
Sejak tercapainya kemerdekaan Indonesia,muncul permasalahan-permasalahan tentang sejarah nasional, jenis sejarah ini menjadi keperluan yang sangat mendesak, karena karya-karya yang ada tidak lagi dengan kondisi bangsa Indonesia. Untuk menyusun kembali Sejarah Nasional Indonesia kemudian diadakan seminar Sejarah Nasional Indonesia I di Yogyakarta pada tahun 1957. Seminar ini telah mengganti pandangan yang Eropa Sentris menjadi Indonesia sentries. Jadi sudut pandang Indonesia sentrislah yang cocok bagi penulisan Sejarah Nasional Indonesia. Indonesia sentris merupakan pemikiran yang pada umumnya lebih bersifat filosofis atau teoritis. Pandangan Indonesia sentris walaupun sudah dirintis sejak tahun 1957 dalam seminar Sejarah Nasional I, namun baru menampakkan hasilnya dalam seminar Sejarah Nasional Indonesia II tahun 1970. Dalam seminar ini sudah nampak digunakannya metode kritis ilmu bantu, konsep-konsep ilmu sosial dengan menempatkan masing-masing persoalan pada tempatnya .
Fungsi Sejarah Nasional
Ada 2 macam guna sejarah, yaitu secara intrinsic dan ekstrinsik.
Guna sejarah secara Intrinsik
a. Sejarah sebagai ilmu.
Sejarah dapat ditulis oleh siapa saja dan darimana saja datangnya. Hal ini terjadi karena sejarah addalah ilmu yang terbuka. Keterbukaan ini menyebabkan siapa saja dapat menulis sejarah sepanjang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sejarah sebagai ilmu dapat berkembang dengan berbagai cara.
1. Perkembangan dalam filsafat.
2. Perkembangan dalam teori sejarah.
3. Perkembangan dalam ilmu-ilmu lain.
4. Perkembangan dalam metode sejarah.
b. Sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lampau.
Dengan belajar sejarah maka orang akan mengettahui masa lalunya. Setelah seseorang mengetahui masa lalunya, maka akan muncul reaksi untuk melestarikan masa lampau dan menolak masa lalu. Melestarikan masa lalu, misalnya: Upacara-upacara tradisional seperti gerebek dan labuhan. Mewnolak masa lalu, tentunya mereka menganggap bahwa masa lalu tidak bermakana missal, ada gerakan-gerakan yang berusaha menentang kerajaan.
c. Sejarah sebagai profesi.
Sejarah adalah ilmu yang akan diajarkan di jurusan sejarah. Oleh karena itu sejarah sebagai profesi berkenaan dengan kesejarahan. Artinya sejarah itu sebagai peekerjaan, missal : Guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, peneliti dan penulis sejarah.
Guna sejarah secara Ekstrinsik
Guna sejarah disini adalah untuk menyiapkan mahasiswa, supaya mereka siap secara filosofis. Dalam arti sejarah disini berfungsi sebagai pendidikan.
HISTORIOGRAFI EROPA ABAD PERTENGAHAN
A. Perkembangan Historiografi Eropa Abad Pertengahan
Memasuki abad pertengahan, penulisan sejarah di Eropa pada umumnya diwarnai hal-hal yang bersifat keagamaan. Sampai abad ke sebelas masehi, penulisan sejarah banyak dipengaruhi oleh pandangan sejarah Agustinus (354-430 M),menurutnya eksistensi benda-benda termasuk manusia diciptakan sesuai dengan jiwa keabadian Tuhan. Di masa ini banyak sekali lahir sejarawan yang mempunyai pandangan sejarah seperti itu, sebagai akibat dominasi gereja seluruh aspek kehidupan manusia pada saat itu. Diantara sejarawan-sejarawan itu ialah : Bede yang Agung (w. 735 M), Otto van Fresing (1110-1158 M), Mathew Paris (w. 1259 M), Joachim van Foire (1145-1102 M), Joinville (1224-1319 M), Froissart (w. 1337 M), dan lain-lain.
Penulisan sejarah di masa abad tengah secara umum mengungkapkan tentang sejarah manusia dan dunia sebagai peralihan dari penulisan sejarah yang bersifat ethnocentris dan regiocentris pada masa tradisional ke penulisan yang cendrung bersifat theocentris. Peralihan corak penulisan sejarah ini pada gilirannya telah melahirkan pandangan sejarah yang filosofis spekulatif, karena sejarawan-sejarawan masa ini tidak dapat melepaskan diri dari pandangan mitis dan keagamaan, sehingga pandangan ini bercampur dengan keharusan bahwa sejarah harus ditulis secara faktual. Dalam penulisan seperti ini sangat sulit sekali dibedakan antara hal-hal yang bersifat profane (duniawi) dengan hal-hal yang bersifat supernatural.
Mulai abad ke 15 orang-orang Eropa mulai bangkit dari keteledoran mereka pada abad tengah. Pada masa ini berbagai upaya dilakukan untuk bebas dari keterikatan gereja yang selama ini mempengaruhi cara berpikir mereka dalam segala lapangan. Di masa ini harakat dan kemampuan berfikir manusia mulai dihargai. Secara berangsur-angsur dilakukan perombakan tatanan kehidupan masyarakat, kebebasan berfikir dan struktur sosial, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masa ini disebut dengan Renaissance dan Humanisme .
Masa Renaissance dan Humanisme adalah merupakan fase, transisi abad tengah memasuki abad modern. Pada dasarnya aksi kebangkitan ini telah melahirkan berbagai revolusi, seperti Reformasi dan Contra Reformasi dalam lapangan keagamaan dan revolusi Intelektual dengan lahirnya faham Rasionalisme dan masa Pencerahan (Aufklarung).
Revolusi intelektual dari masa Rene Descartes (1596-1650) sampai pada puncaknya di masa Sir Isaac Newton (1642-1727) telah melahirkan banyak pemikiran serta pakar dalam berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Diantara pakar- pakar ini telah mampu menciptakan basis-basis ilmu pengetahuan, tak terkecuali dalam lapangan sejarah. Terciptanya beberapa jenis ilmu khusus, yang pada akhirnya menjadi ilmu bantu sejarah, telah merobah pandangan terhadap sejarah sebagai suatu ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ilmuwan-Ilmuwan zaman Rasionalis yang berperan dalam lapangan ini antara lain : Jean Mabillon (1632-1707), ia telah berjasa melahirkan ilmu Diplomatik. Teori yang ia hasilkan sangat berguna untuk menguji otentisitas dan kredibilitas dokumen sejarah. Ilmu ini akhirnya menjadi ilmu bantu sejarah dalam metode kritik sumber. Dom Bernhard Monfaucon (1655-1741) mengembangkan dasar ilmu Paleografi (ilmu tentang tulisan) dan ilmu Arkeologi (ilmu tentang kepurbakalaan) .
Leopold Von Ranke (1795-1886) seorang sejarawan kelahiran Prusia yang hidup di Jerman telah pula merancang formula khusus untuk pengujian sumber sejarah yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kedua formula yang disebut terakhir ini, sesungguhnya, telah digunakan oleh umat Islam di dunia timur beberapa abad sebelumnya, terutama oleh para ahli Hadits yang diterapkan untuk menguji kesahihan sanad (periwayat) Hadits, hingga puncak pengembangan penelitian dan penulisan sejarah oleh Ibnu Khaldun (w.1406 M.).
Dengan terciptanya beberapa formula metodologis ini, sejarah akhirnya menjadi lebih dari sekedar cerita masa lalu, namun suatu pengungkapan kebenaran pengetahuan tentang masa lalu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian, sejarah dapat memasuki wilayah epistemologi sebagai suatu disiplin ilmu, sekaligus merupakan awal bagi historiografi memasuki periode modern .
B. Anglo- Saxon
Salah satu contoh dari historiografi eropa pada abad pertengahan adalah sastra Anglo- Saxon atau sastra Inggris Kuno. Sastra Anglo-Saxon atau sastra Inggris Kuno meliputi sastra yang ditulis dalam bahasa Inggris Kuno pada periode pasca Romawi dari kurang lebih pertengahan abad ke-5 sampai pada Penaklukan Norman tahun 1066. Karya-karya ini mencakup genre seperti sajak wiracarita, hagiografi, khotbah, terjemahan Alkitab, undang-undang, kronik, teka-teki, dan lain-lain. Secara total ada sekitar 400 manuskrip yang terlestarikan dari masa ini, sebuah korpus penting baik bagi khalayak ramai atau para peneliti.
Beberapa karya penting termasuk syair Beowulf, yang telah mencapai status wiracarita nasional di Britania. Kronik Anglo-Saxon merupakan koleksi awal sejarah Inggris. Himne Cædmon dari abad ke-7 adalah salah satu tulisan tertua dalam bahasa Inggris yang terlestarikan.
Sastra Inggris Kuno telah melampaui beberapa periode penelitian yang berbeda-beda. Pada abad ke-19 dan abad ke-20 awal, fokusnya terutama ialah akar Jermanik bahasa Inggris, lalu aspek kesusastraannya mulai ditekankan, dan dewasa ini fokusnya terutama pada paleografi dan naskah manuskripnya sendiri: para peneliti mendiskusikan beberapa isyu seperti: pentarikhan manuskrip, asal, penulisan, dan hubungan antara budaya Anglo-Saxon atau Inggris Kuno dengan benua Eropa secara umum pada Abad Pertengahan .
Sastra Inggris Kuno memiliki pengaruh besar terhadap sastra modern. Beberapa terjemahan terkenal termasuk terjemahan William Morris dari Beowulf dan terjemahan Ezra Pound dari The Seafarer. Pengaruh puisi bisa dilihat pada puisi modern T. S. Eliot, Ezra Pound dan W. H. Auden. Banyak bahan cerita dan peristilahan puisi heroik bisa ditemukan di The Hobbit, The Lord of the Rings dan banyak lainnya.
Memasuki abad pertengahan, penulisan sejarah di Eropa pada umumnya diwarnai hal-hal yang bersifat keagamaan. Sampai abad ke sebelas masehi, penulisan sejarah banyak dipengaruhi oleh pandangan sejarah Agustinus (354-430 M),menurutnya eksistensi benda-benda termasuk manusia diciptakan sesuai dengan jiwa keabadian Tuhan. Di masa ini banyak sekali lahir sejarawan yang mempunyai pandangan sejarah seperti itu, sebagai akibat dominasi gereja seluruh aspek kehidupan manusia pada saat itu. Diantara sejarawan-sejarawan itu ialah : Bede yang Agung (w. 735 M), Otto van Fresing (1110-1158 M), Mathew Paris (w. 1259 M), Joachim van Foire (1145-1102 M), Joinville (1224-1319 M), Froissart (w. 1337 M), dan lain-lain.
Penulisan sejarah di masa abad tengah secara umum mengungkapkan tentang sejarah manusia dan dunia sebagai peralihan dari penulisan sejarah yang bersifat ethnocentris dan regiocentris pada masa tradisional ke penulisan yang cendrung bersifat theocentris. Peralihan corak penulisan sejarah ini pada gilirannya telah melahirkan pandangan sejarah yang filosofis spekulatif, karena sejarawan-sejarawan masa ini tidak dapat melepaskan diri dari pandangan mitis dan keagamaan, sehingga pandangan ini bercampur dengan keharusan bahwa sejarah harus ditulis secara faktual. Dalam penulisan seperti ini sangat sulit sekali dibedakan antara hal-hal yang bersifat profane (duniawi) dengan hal-hal yang bersifat supernatural.
Mulai abad ke 15 orang-orang Eropa mulai bangkit dari keteledoran mereka pada abad tengah. Pada masa ini berbagai upaya dilakukan untuk bebas dari keterikatan gereja yang selama ini mempengaruhi cara berpikir mereka dalam segala lapangan. Di masa ini harakat dan kemampuan berfikir manusia mulai dihargai. Secara berangsur-angsur dilakukan perombakan tatanan kehidupan masyarakat, kebebasan berfikir dan struktur sosial, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masa ini disebut dengan Renaissance dan Humanisme .
Masa Renaissance dan Humanisme adalah merupakan fase, transisi abad tengah memasuki abad modern. Pada dasarnya aksi kebangkitan ini telah melahirkan berbagai revolusi, seperti Reformasi dan Contra Reformasi dalam lapangan keagamaan dan revolusi Intelektual dengan lahirnya faham Rasionalisme dan masa Pencerahan (Aufklarung).
Revolusi intelektual dari masa Rene Descartes (1596-1650) sampai pada puncaknya di masa Sir Isaac Newton (1642-1727) telah melahirkan banyak pemikiran serta pakar dalam berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Diantara pakar- pakar ini telah mampu menciptakan basis-basis ilmu pengetahuan, tak terkecuali dalam lapangan sejarah. Terciptanya beberapa jenis ilmu khusus, yang pada akhirnya menjadi ilmu bantu sejarah, telah merobah pandangan terhadap sejarah sebagai suatu ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ilmuwan-Ilmuwan zaman Rasionalis yang berperan dalam lapangan ini antara lain : Jean Mabillon (1632-1707), ia telah berjasa melahirkan ilmu Diplomatik. Teori yang ia hasilkan sangat berguna untuk menguji otentisitas dan kredibilitas dokumen sejarah. Ilmu ini akhirnya menjadi ilmu bantu sejarah dalam metode kritik sumber. Dom Bernhard Monfaucon (1655-1741) mengembangkan dasar ilmu Paleografi (ilmu tentang tulisan) dan ilmu Arkeologi (ilmu tentang kepurbakalaan) .
Leopold Von Ranke (1795-1886) seorang sejarawan kelahiran Prusia yang hidup di Jerman telah pula merancang formula khusus untuk pengujian sumber sejarah yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kedua formula yang disebut terakhir ini, sesungguhnya, telah digunakan oleh umat Islam di dunia timur beberapa abad sebelumnya, terutama oleh para ahli Hadits yang diterapkan untuk menguji kesahihan sanad (periwayat) Hadits, hingga puncak pengembangan penelitian dan penulisan sejarah oleh Ibnu Khaldun (w.1406 M.).
Dengan terciptanya beberapa formula metodologis ini, sejarah akhirnya menjadi lebih dari sekedar cerita masa lalu, namun suatu pengungkapan kebenaran pengetahuan tentang masa lalu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian, sejarah dapat memasuki wilayah epistemologi sebagai suatu disiplin ilmu, sekaligus merupakan awal bagi historiografi memasuki periode modern .
B. Anglo- Saxon
Salah satu contoh dari historiografi eropa pada abad pertengahan adalah sastra Anglo- Saxon atau sastra Inggris Kuno. Sastra Anglo-Saxon atau sastra Inggris Kuno meliputi sastra yang ditulis dalam bahasa Inggris Kuno pada periode pasca Romawi dari kurang lebih pertengahan abad ke-5 sampai pada Penaklukan Norman tahun 1066. Karya-karya ini mencakup genre seperti sajak wiracarita, hagiografi, khotbah, terjemahan Alkitab, undang-undang, kronik, teka-teki, dan lain-lain. Secara total ada sekitar 400 manuskrip yang terlestarikan dari masa ini, sebuah korpus penting baik bagi khalayak ramai atau para peneliti.
Beberapa karya penting termasuk syair Beowulf, yang telah mencapai status wiracarita nasional di Britania. Kronik Anglo-Saxon merupakan koleksi awal sejarah Inggris. Himne Cædmon dari abad ke-7 adalah salah satu tulisan tertua dalam bahasa Inggris yang terlestarikan.
Sastra Inggris Kuno telah melampaui beberapa periode penelitian yang berbeda-beda. Pada abad ke-19 dan abad ke-20 awal, fokusnya terutama ialah akar Jermanik bahasa Inggris, lalu aspek kesusastraannya mulai ditekankan, dan dewasa ini fokusnya terutama pada paleografi dan naskah manuskripnya sendiri: para peneliti mendiskusikan beberapa isyu seperti: pentarikhan manuskrip, asal, penulisan, dan hubungan antara budaya Anglo-Saxon atau Inggris Kuno dengan benua Eropa secara umum pada Abad Pertengahan .
Sastra Inggris Kuno memiliki pengaruh besar terhadap sastra modern. Beberapa terjemahan terkenal termasuk terjemahan William Morris dari Beowulf dan terjemahan Ezra Pound dari The Seafarer. Pengaruh puisi bisa dilihat pada puisi modern T. S. Eliot, Ezra Pound dan W. H. Auden. Banyak bahan cerita dan peristilahan puisi heroik bisa ditemukan di The Hobbit, The Lord of the Rings dan banyak lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)