Historiografi Indonesia modern merupakan historiografi yang ditulis pada masa setelah kemerdekaan.. Historiografi Indonesia modern Bagi bangsa Indonesia setelah kemerdekaan, dirasakan penulisan sejarah yang telah ada tidak sesuai lagi dengan kondisi alam kemerdekaan. Oleh karena itu diperlukan penulisan sejarah dari dalam. Bagi bangsa Indonesia, historiografi yang diperlukan bukanlah historiografi yang meriwayatkan kolonisator, tetapi peranan bangsa Indonesia sendiri, karena itu metode yang dipergunakan haruslah diubah, antara lain melalui :
1. Sumber yang digunakan hendaknya selain sumber asing juga menggunakan sumber dari Indonesia.
2. Sumber asing di bandingkan dengan sumber barat, sehingga bisa dipisahkan dengan tegas bagian-bagian yang kritis, legendaries dan historis.
3. Menggunakan sumber-sumber lisan selain sumber0sumber yang tertulis.
4. Historiografi Indonesia memerlukan latar belakang yang luas, artinya Indonesia harus dikembalikan pada lingkungan yang sebenarnya, yaitu asia tenggara atau asia. Jadi bukan merupakan bagian dari Belanda, karena selama ini Belanda memandang Indonesia terlalu sempit.
Sejarah Indonesia modern telah mengalami defilologisasi dalam arti, bahwa oleh karena kritik sumber-sumbernya tidak lagi memerlukan banyak analisa tekstual dengan filologi, tetapi memperbaiki alat-alat analitis serta metodologis. Ini membawa akibat bahwa beberapa disiplin ilmu sosial mulai dicantumkan dalam studi sejarah.
Penulis sejarah tidak bisa dipisahkan dengan kultur beserta dengan masalah-masalahnya, karena itu senantiasa hidup dan bergerak. Kejadian-kejadian sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dengan segala sebab akibatnya di mata kita merupakan pusat dalam sejarah Indonesia. Oleh karena itu peristiwa tersebut membawa pengaruh yang cukup besar pada kebudayaan Indonesia serta penulisan sejarahnya. Untuk itulah kemudian timbul nasionalisme bangsa Indonesia. Nasionlisme dapat dicapai melalui perjuangan pembentukan negara Republik Indonesia. Dengan tercapainya nasionalisme muncul persoalan-persoalan baru, yaitu :
1. Pengertian tentang sejarah Nasional.
2. Sudut penglihatan adalah yang sesuai dengan sejarah Nasional.
3. Fungsi sejarah nasional dalam kebudayaan Indonesia.
Pengertian Sejarah Nasional
Sejarah Nasional yaitu sejarah Republik Indonesia yang dimulai pada hari proklamasi Republik Indonesia ( 17-08-1945 ), waktu bangsa Indonesia sebagai nation berhasil membentuk negara nasional dan merupakan satu kesatuan politica-geografis yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Untuk gambaran historis perlu ditambahkan sejarah local sebagai kesatuan politik yang lebih kecil. Hal ini berarti sejarah nasional merupakan kumpulan sejarah local. Tidak semua fakta-fakta historis local dapat dimasukkan kedalam sejarah nasional, karena semua itu memerlukan seleksi dan juga visi. Oleh karena itu sejarah Indonesia akan tumbuh sejajar dengan perkembangan historis dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan cultural yang menuju kearah integrasi yang sempurna. Jadi Indonesia modern itu menitikberatkan pada keaktifan dan kreatifitas bangsa Indonesia dan juga berkewajiban mengembalikan sejarah Indonesia dalam lingkup geografis yang sebenarnya.
Sudut penglihatan
Sejak tercapainya kemerdekaan Indonesia,muncul permasalahan-permasalahan tentang sejarah nasional, jenis sejarah ini menjadi keperluan yang sangat mendesak, karena karya-karya yang ada tidak lagi dengan kondisi bangsa Indonesia. Untuk menyusun kembali Sejarah Nasional Indonesia kemudian diadakan seminar Sejarah Nasional Indonesia I di Yogyakarta pada tahun 1957. Seminar ini telah mengganti pandangan yang Eropa Sentris menjadi Indonesia sentries. Jadi sudut pandang Indonesia sentrislah yang cocok bagi penulisan Sejarah Nasional Indonesia. Indonesia sentris merupakan pemikiran yang pada umumnya lebih bersifat filosofis atau teoritis. Pandangan Indonesia sentris walaupun sudah dirintis sejak tahun 1957 dalam seminar Sejarah Nasional I, namun baru menampakkan hasilnya dalam seminar Sejarah Nasional Indonesia II tahun 1970. Dalam seminar ini sudah nampak digunakannya metode kritis ilmu bantu, konsep-konsep ilmu sosial dengan menempatkan masing-masing persoalan pada tempatnya .
Fungsi Sejarah Nasional
Ada 2 macam guna sejarah, yaitu secara intrinsic dan ekstrinsik.
Guna sejarah secara Intrinsik
a. Sejarah sebagai ilmu.
Sejarah dapat ditulis oleh siapa saja dan darimana saja datangnya. Hal ini terjadi karena sejarah addalah ilmu yang terbuka. Keterbukaan ini menyebabkan siapa saja dapat menulis sejarah sepanjang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sejarah sebagai ilmu dapat berkembang dengan berbagai cara.
1. Perkembangan dalam filsafat.
2. Perkembangan dalam teori sejarah.
3. Perkembangan dalam ilmu-ilmu lain.
4. Perkembangan dalam metode sejarah.
b. Sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lampau.
Dengan belajar sejarah maka orang akan mengettahui masa lalunya. Setelah seseorang mengetahui masa lalunya, maka akan muncul reaksi untuk melestarikan masa lampau dan menolak masa lalu. Melestarikan masa lalu, misalnya: Upacara-upacara tradisional seperti gerebek dan labuhan. Mewnolak masa lalu, tentunya mereka menganggap bahwa masa lalu tidak bermakana missal, ada gerakan-gerakan yang berusaha menentang kerajaan.
c. Sejarah sebagai profesi.
Sejarah adalah ilmu yang akan diajarkan di jurusan sejarah. Oleh karena itu sejarah sebagai profesi berkenaan dengan kesejarahan. Artinya sejarah itu sebagai peekerjaan, missal : Guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, peneliti dan penulis sejarah.
Guna sejarah secara Ekstrinsik
Guna sejarah disini adalah untuk menyiapkan mahasiswa, supaya mereka siap secara filosofis. Dalam arti sejarah disini berfungsi sebagai pendidikan.
kasih refrensix juga ka. biar bisa tau sumberx n bs di lacak.
BalasHapus