Minggu, 04 Juli 2010

MASA KEKUASAAN MARCOS DI FLIPINA

Marcos adalah seorang presiden Filipina yang menggantikan posisi presiden Macapagal setelah dia berkuasa. Marcos yang mempunyai nama lengkap Ferdinand Edralin Marcos adalah seorang anak pengacara yang berasal dari Ilocos, daerah Luzon bagian utara. lahir di Sarrat, Ilocos Norte, 11 September 1917 . Dia adalah tokoh politik yang untuk pertama kalinya menarik perhatian masyarakat umum dengan prestasinya yang berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam ujian nasional untuk memperoleh izin praktek. Marcos juga memenangkan suatu perkara pada tingkat banding yaitu tuduhan bahwa ia telah membunuh saingan ayahnya dalam suatu acara pemilihan di Filipina.
Reputasi Marcos semakin digembor-gemborkan dengan kisah-kisahnya saat menjadi pemimpin perang gerilya dalam Perang Dunia II . Pada tahun 1959, Marcos mencalonkan diri sebagai anggota Senat dan berhasil menempati posisi teratas, padahal ia adalah anggota Partai Liberal, sedangkan kala itu yang mendominasi kekuatan adalah Partai Nacionalista. Dengan perolehan suara yang telah ia peroleh, Marcos merasa yakin bahwa ia akan memenangkan pemilihan waktu itu. Namun ternyata ia kalah siasat dari Macapagal yang juga merupakan anggota Partai Liberal. Waktu itu Macapagal berhasil menjadi wakil presiden yang mendampingi Garcia dari Partai Nacionalista sebagai presiden Filipina.

Menurut kabar yang beredar, Marcos kemudian ingin mendukung Macapagal, setelah ia berjanji tidak akan mencalonkan dirinya untuk kedua kalinya. Namun Macapagal ternyata mengingkari janjinya tersebut. Oleh karena itu, Marcos mulai berpindah partai dari Partai Liberal ke Partai Nacionalista. Setelah beberapa lama didalam partai tersebut, dalam suatu pemilihan kader partai untuk maju dalam plipres Filipina, Marcos berhasil mendominasi perolehan suara dan memenangkan nominasi untuk menjadi calon presiden dari Partai Nacionalista .

Menurut pengamat-pengamat asing banyak sekali jasa yang telah ditorehkan Marcos, salah satunya adalah suatu hal yang sangat mengherankan publik Filipina karena pergantian haluan pendapat dari Marcos yang pernah menentang kebijakan dari pendahulunya, Macapagal yang mengusulkan untuk menambah jumlah pasukan di Vietnam. Marcos berubah pandangan dan mendukung usulan Macapagal tersebut dengan alasan pentingnya membantu Negara tetangga di Asia Tenggara dalam memerangi komunisme. Namun, pendapat ini mempunyai tujuan untuk mempererat hubungan dengan Ameruka Serikat, dengan begitu dapat meningkatkan bantuan, perdagangan, dan penaman modal.

B. Keadaan Politik Masa Pemerintahan Marcos

Terpilihnya Marcos dalam Pilpres tahun 1965 disambut dengan lega, baik oleh kalangan Filipina maupun pengamat-pengamat asing. Marcos mengawali masa pemerintahannya dengan pidato-pidato yang mendefinisikan situasi krisis yang dihadapi Filipina kala itu serta memberikan solusi untuk menyudahi penyakit-penyakit yang menggerogoti kehidupan sosial di Filipina. Kemudian Marcos mengumpulkan tim teknokrat untuk mewnyusun suatu rencana pembangunan empat tahun yang nampaknya realistik. Untuk meningkatkan pendapatan Negara, Marcos memusatkan perhatian pada upaya membendung penyelundupan dan memperbaiki cara-cara pemungutan pajak .

Pelaksanaan undang-undang Land reform tahun 1963 dilakukan Marcos di propinsi Pampanga, dimana terlihat adanya gejala pembangkitan kembali gerakan Hukbalahap yang berhaluan komunis. Anggaran yang disediakan untuk membiayai proses pembagian tanah selama empat tahun diimbangi dengan anggaran belanja militer untuk tahun 1967 yang besarnya dua kali lipat dari anggaran belanja pertahanan tahun 1962.

Masalah-masalah yang dihadapi Filipina sangat besar, tetapi konsentrasi Marcos lebih banyak tercurah pada kebijakan-kebijakan yang utama dan menunjukkan ketidaksabaran seperti para pendahulunya. Namun, kebijakan-kebijakan Marcos masih terus digencarkan, misalnya program-program untuk meningkatkan produksi beras dan pembangunan jalan, gedung sekolah, dan fasilas- fasilitas umum lainnya.
Pada tahun 1968 Filipina mengalami kemajuan yaitu berhasil mengadakan keswasembadaan dalam pengadaan beras. Namun sejumlah kebijakan hilang begitu saja atau dengan kata lain tidak terurus siring dengan timbulnya kebijakan-kebijakan yang baru. Hubungan diplomatik dengan Malaysia yang dikembangkan pada tahun 1966, begitu pula persetujuan antipenyelundupan yang dirundingkan dengan Kuala Lumpur tahun 1967, pada tahun 1968 terputus menyusul terjadinya insiden Corregidor, yaitu satuan pasukan khusus yang beragama Islam yang kabarnya dilatih untuk menyerbu Sabah melakukan pembangkangan, dengan mengakibatkan jatuhnya korban dua puluh delapan orang tewas.

Tidak kekerasan di Filipina menunjukkan peningkatan yang sangat drastis. Salah satunya yang berkaitan dengan kampanye Pilpres, yang mana Senator Sergio Osmena Jr. dari Visayas memimpin Partai Liberal bersaing dengan Marcos dari Partai Nacionalista. Aksi-aksi demonstrasi dan pemogokan meningkat dan organisasi-organisasi bermunculan di luar struktur dwipartai yang formal .

C. Terjadinya Krisis Politik dan Ekonomi Filipina

Suatu krisis politik meletus setelah terjadinya pembunuhan terhadap bekas senator Filipina, Benigno Aquino tanggal 21 Agustus 1983. Kejadian itu menyebabkan timbulnya aksi-aksi dari kalangan umum yang meluas kemana-mana, menuntut agar Marcos mengundurkan diri. Kepercayaan dunia bisnis terhadap Marcos merosot dengan cepat yang mengakibatkan larinya modal secara besar-besaran dan dampaknya pemerintah Filipina menjadi tidak mampu untuk memenuhi pembayaran kembali hutang-hutang luar negeri.

Krisis politik ini sebenarnya timbul akibat dari perkembangan yang terjadi selama bertahun-tahun dan dimungkinkan timbul karena perubahan-perubahan dalam peranan dan sikap berbagai kelompok yang terkena akibat-akibat dari undang-undang Darurat, baik dari segi kontitusional maupun oleh kebijakan-kebijakan yang direapkan berdasarkan landasan undang-undang tersebut. Bahkan mungkin saja berbagai perubahan yang berlangsung secara lambat laun tersebut yang menyebabkan terjadinya krisis tidak bias dielakkan lagi. Sikap yang kemudian timbul pada kelompok-kelompok tersebut tidak dapat dilepaskan dari peranan mereka pada masa lalu yang belum lama terjadi .
Perkonomian Filipina adalah salah satu korban dari resesi tang melanda dunia sebagai akibat melonjaknya harga minyak bumi unttuk ke dua kalinya pada tahun 1979. Neraca pembayaran mengalami krisis yang paling parah pada akhir tahun 1982. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya import minyak bumi, merosotnya harga komoditi-komiditi ekspornya yang utama dari sector pertanian di pasaran dunia, dan membumbungnya jumlah bunga yang harus dibayar untuk pinjaman luar negeri .
Perekonomian Filipina mengalami kemerosotan luar biasa pada tahun 1984 sebagai akibat krisis devisa yang gawat dan berlarut-larut selama sedang dilangsungkannya pembicaraan tentang penjadwalan kembali hutang-hutang Filipina, yaitu dari bulan Oktober 1983 sampai Mei 1985. Begitu lamanya waktu yang dibutuhkan Filipina untuk mencapai kesepakatan dengan kreditor-kreditonya mengenai penjadwalan kembali hutang dan paket kredit sebesar $ 12 milyar, walaupun IMF telah memberikan pujian kepada Filipina yang mengatakan bahwa Negara tersebut mengelola anggaran belanjanya dengan baik.

Dalam paket yang terakhir tercakup penjadwalan kembali pinjaman luar negeri sebesar $ 5,77 milyar, pencairan kembali kredit perdagangan berjumlah $ 3 milyar dari bank-bank komersial yang dibekukan pada bulan Oktober 1983, dan pemberian kredit baru $ 925 juta oleh bank-bank komersial.

D. Runtuhnya Kekuasaan Marcos

Sejumlah peristiwa penting pada bulan Februari 1986 telah mengakibatkan perubahan wajah perpolitikan di Filipina. Salah satunya adalah peristiwa terbunuhnya Benigno Aquino, mantan senator Filipina. Kemudian setelah itu janda Benigno Aquino, Curazon Aquino, terpilih menjadi presiden Filipina. Penyebab runtuhnya kekuasaan Ferdinand Marcos di Filipina antara lain dikarenakan oleh keretakan yang terjadi dalam tubuh Angkatan Bersenjata Filipina, antara para pendukung rezim dan para pembela Negara serta kekuatan militer yang begitu ditamakan Marcos, ternyata sudah tidak bisa dijadikan andalan . Kemudian Marcos melancarkan aksinya yaitu menangkap anggota gerakan pembaharuan termasuk Menteri Pertahanan, Juan Ponce Enrile dan Jederal Fidel Ramos.

Selain itu, hal yang mempercepat keruntuhan pemerintahan Marcos adalah insiden terbunuhnya Benigno Aquino di Bandara Manila saat ia kembali dari tempat pengasingan . Public menjadi sangat marah atas insiden tersebut. Maka setahun kemudian, seorang warga sipil Filipina membawa surat dakwaan penyelidikan terhadap sejumlah tentara dan pejabat pemerintah. Tetapi pada tahun 1985 mereka semua telah dibebaskan. Untuk mengendalikan suasana, Marcos mengadakan Pilpres yang akan diselenggarakan pada tahun 1986.

Yang menjadi lawannya adalah istri dari Benigno Aquino, Curazon Aquino. Pilpres tersebut sempat diwarnai oleh tuduhan kekerasan dan penipuan. Ketika Majelis Nasional Filipina mengumumkan bahwa Marcos menjadi pemenang dalam Pilpres kali ini, warga Filipina menjadi marah dan menginginkan agar Marcos meninggalkan Negara. Karena situasi sudah tak terkendali lagi, Marcos kemudian meminta bantuan kepada Amerika Serikat agar membantu pihaknya keluar dari Filipina. Amerika Serikat memberikan pesawat jet dari Angkatan Udaranya untuk membawa Marcos meninggalkan negerinya. Bersama istrinya, Imelda Romualdez, Marcos meninggalkan Filipina dan menuju kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Marcos meninggal dunia di Honolulu, Hawaii pada tahun 1989 akibat penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Marcos pertama dikebumikan di Hawaii, sejak itu dimakamkan di kuburan besar indah di Kota Batac, provinsi Ilocos Utara .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar