Minggu, 04 Juli 2010

HISTORIOGRAFI EROPA KUNO

Historiografi merupakan usaha penulisan sejarah untuk merekonstruksi masa lampau. Dengan historiografi, dapat dilihat suatu perkembangan peradaban manusia, termasuk kreativitas manusia untuk mengembangkan peradaban. Dalam perkembangannya, historiografi memuat teori dan metodologi sejarah. Salah satu tradisi historiografi yang khas adalah historiografi Eropa. Historiografi Eropa diawali dari historiografi kuno. Historiografi Eropa kuno jauh berbeda dari historiografi tradisional negara-negara lain karena historiografi Eropa kuno tidak mengutamakan mitos dan theogoni, tetapi lebih mengutamakan rasionalitas dan demokrasi. Selain itu, Historiografi Eropa Kuno berorientasi pada perkembangan. Patriotisme mengakar kuat pada hisoriografi Eropa kuno, sehingga tulisannya pun banyak mengangkat tentang perang dan kejayaan suatu imperium. Penyajian historiografi Eropa Kuno memiliki banyak variasi bentuk. Karya Herodotus ditulis dalam bentuk prosa (logographoi). Bentuk ini merupakan pembaharuan dari bentuk puisi atau syair. Sedangkan karya Thucydides, Polybius, Tacitus, dan Livius berbentuk dokumen. Penyajian dalam bentuk dokumen ini dipengaruhi oleh gaya dari penulis sendiri yang sudah mulai menggunakan sejarah kritis dan metode sejarah dengan menghilangkan mitos dan theogoni.

Historiografi adalah studi mengenai sejarah dan metodologi dari disiplin sejarah. Karena itu, ia menggunakan semiotika untuk mempertimbangkan bagaimana pengetahuan masa lalu diperoleh dan ditransmisikan. Secara formal, historiografi memeriksa penulisan sejarah, penggunaan metode sejarah, menggambar atas penulisnya, sumber, interpretasi, gaya, bias, dan pembaca; apalagi, historiografi juga menunjukkan kumpulan karya sejarah. Sarjana membahas historiografi topikal, yaitu "historiografi Katolik," yang "historiografi awal Islam," yang "historiografi cina," dan sebagainya, dan pendekatan dan genre termasuk sejarah lisan Dan sejarah sosial. Dimulai pada abad kesembilan belas, pada pendakian sejarah akademis, sebuah kumpulan literatur historiografi dikembangkan, termasuk What is History?
Eropa memiliki penyaji historiografi yang terkenal, mulai dari Herodotus, Thucydides, Polybius, Titus, Livius, sampai Tacitus. Di antara sejarahwan-sejarahwan tersebut, terdapat seorang sejarahwan dari Romawi yang terkenal, yaitu Tacitus. Tacitus adalah sejarahwan yang memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang ugly dan tidak menarik.

Tacitus merupakan sejarawan Romawi yang berusaha untuk mengemukakan “sebab moral” keruntuhan Romawi. Ia berusaha untuk menemukan akar persoalan-persoalan politik yang terjadi di tahun-tahun awal kerajaan Roma. Selain itu, Tacitus juga menulis tentang bangsa Jerman dan menjadi satu-satunya literatur tentang Jerman. Secara detail ia menceritakan sebuah kerajaan yang tengah bergerak menghancurkan dirinya sendiri. Banyak para sejawaran yang berpendapat bahwa karya-karya Tacitus memiliki kualitas sastra yang cukup tinggi. Banyak pula orang yang mengatakan bahwa Tacitus merupakan “suara otentik Roma kuno dan pelukis besar Jaman Kuno”. Setiap halaman dari tulisannya menunjukkan kemampuan retorik. Tacitus memakai orasi langsung dan orasi buatan untuk melukiskan karakter, meringkaskan pemikiran kelompok-kelompok, menyampaikan rumor masyarakat, memperkuat penegasan dan menegaskan posisi moral-politik.

Karya Tacitus yang terkenal diantaranya adalah Agricola, Germania, Dialogus De Oratoribus, Historiae (Histories), dan Annales (Annals). Agricola ditulis sekitar 98 AD. Tulisan ini menceritakan kehidupan Gnaeus Julius Agricola, ayah mertuanya, Gubernur Inggris. Tulisan tersebut berisi uraian rinci mengenai kelahiran, pendidikan, perjalanan karier politik, sejarah sejumlah operasi militer Romawi, capaian administratif Agricola, akhir karier Agricola, sampai kematiannya. Dengan kata lain tulisan ini berpusat pada kehidupan Agricola. Meskipun demikian, dalam tulisan ini juga ditemukan uraian mengenai sejarah, etnografi, dan geografi Inggris. Tacitus sepertinya mengikuti preseden yang juga digunakan Heredotus, yaitu mengulas wilayah dalam bab inti. Dapat dikatakan bahwa Agricola adalah gabungan sejarah dan biografi.

Germania merupakan etnografi studi di Eropa Tengah. Tacitus membandingkan kemunduran dari Roma dengan kekuatan Jerman. Ia mengontraskan kebaikan orang-orang Jerman yang terkenal barbar dengan keburukan Roma pada waktu itu. Menurut beberapa pengamat, Germania ditulis untuk menunjukkan bahwa Jerman adalah lawan Roma yang paling tangguh. Tacitus menulis karya ini sebagai wujud kekecewaannya terhadap perilaku orang-orang negrinya pada waktu itu dan ketertarikannya pada orang-orang Jerman.
Tulisannya yang selanjutnya adalah Dialogus De Oratoribus, dialog pada seni retorika. Isi tulisan ini adalah debat fiktif tentang kemerosotan seni berbicara. Tulisan ini terdiri dari tiga rangkaian perdebatan. Pertama, perdebatan Aper dan Maternus mengenai manfaat seni berbicara dan puisi. Kedua, perdebatan dua orang tersebut mengenai seni berbicara pada masa itu dan seni berbicara para orator “kono”. Ketiga, Messala dan Maternus memberi penjelasan mengenai kemerosotan seni berbicara. Dialogus bukan hanya karya analisis sastrawi tetapi juga upaya untuk mengamati perubahan politik.

Histories, dan Annals, jika bisa diselamatkan semuanya, terdiri dari tiga puluh jilid buku. Meskipun Tacitus menulis Histories sebelum Annals, kedua tulisan tersebut membentuk sebuah cerita dari kematian Augustus sampai kematian Domitian. Dalam kedua tulisan tersebut, Tacitus memusatkan perhatiannya pada tindakan dan pamrih individu.
Dalam jilid I Histories, Tacitus menulis pemerintahan Galba, pengangkatan penggantinya Piso Licinianus, sampai revolusi yang menahtakan Salvius Otho dan mengorbankan Galba dan Piso. Kemudian ulasan mengenai pemberontakan pasukan angkatan darat Roma di Jerman, tempat Vitellius ditahbiskan menjadi raja, pergerakan pasukan menuju Italia, dan persiapan Otho menghadang mereka. Jilid II mengulas pengincar kekuasaan lain, Vespasia. Ketiga kubu tersebut saling berebut kekuasaan dan berujung pada kekalahan Otho, yang kemudian bunuh diri. Selanjutnya Tacitus membicarakan tahta Vitellius yang terancam oleh Vespasia. Jilid III menceritakan pertempuran kubu Vitellius dan Vespasia yang dimenangkan Vespasia. Jilid V yang masih tersisa menceritakan pemberontakan Claudius Civils di Gauldan Jerman serta perang Yahudi oleh Vespasian dan putranya, Titus.

Annals menguraikan masa sepeninggal Augustus sampai sepeninggal Nero. Kematian Augustus dan pemerintahan Tiberius diuraikan dalam enam jilid, hanya saja jilid V tidak dapat ditemukan secara utuh. Gaius Caligula dan Claudius dibahas dalam enam jilid, tetapi hanya jilid terakhir dan sebagian isi yang mengupas pemerintahan Claudius yang terselamatkan. Jilid yang menceritakan pemerintahan Nero dapat diselamatkan tiga setengah jilid, yang berisi kisah kenaikannya menjadi raja sampai pertengahan.

Dengan melihat karya-karyanya tersebut banyak pengamat setuju bahwa karya-karya Tacitus memiliki kualitas sastra yang tinggi. Kualitas karyanya tersebut menarik para dramawan Ben Johnson atau Jean Racine, juga bagi penulis Robert Graves. Tacitus menjadi nama yang terkenal pada tahun 1976, seiring dengan pengadaptasian tulisan-tulisan Grave ke dalam Claudius seri 1 di televisi BBC. Namun, para ahli memperdebatkan kecermatan penulisan dan kelayakan karya-karya Tacitus sebagai karya sejarah. Turtelian mengatakan bahwa Tacitus adalah pembual kelas satu saat berbohong. Oleh karena itu para ahli mempermasalahkan apakah karya Tacitus layak disebut sebagai karya sejarah atau tidak.

CIRI-CIRI HISTORIOGRAFI EROPA KUNO

1. Visi

Visi historiografi Eropa Kuno ini lebih pada rasionalistis dan demokratis. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang Yunani dan romawi menganut banyak dewa, akan tetapi mereka tidak pernah berorientasi pada dewa sentries, walaupun demikian mereka masih memegang mitos dan theogoni. Dan yang utama pada masa ini dalam penulisannya ditujukan pada jiwa patriotik.

2. Isi

Isi dari tulisan yang dihasilkan pada masa ini adalah yang berisikan kepahlawanan. Artinya tulisan diorientasikan pada perjuangan karena yang ditulis masih sekitaran perang dan juga kekuatan dari sebuah imperium besar. Selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa para penulis cenderung berat sebelah. Hal ini dikarenakan dalam posisinya para penulis berada dalam pihak yang menang ketika suatu perang tersebut berlangsung, baik mereka ikut langsung maupun sebagai pengamat saja.

3. Penyajian

Penyajian historiografi Eropa kuno tidak hanya dalam satu bentuk penyajian saja, akan tetapi bervariasi. Dalam karya Herodotus ditulis dalam bentuk prosa (logographoi). Bentuk ini merupakan pembaharuan dari bentuk puisi atau syair. Sedangkan pada karya Thucydides, Polybius, Tacitus maupun Livius karyanya berbentuk dalam dokumen. Sebagai contohnya adalah perang Peloponesos karya Thucydides. Penyajian dalam bentuk dokumen ini dipengaruhi oleh gaya dari penulis sendiri yang sudah mulai menggunakan sejarah kritis dan metode sejarah dengan menghilangkan mitos dan theogoni.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN HISTORIOGRAFI EROPA KUNO

Kelebihan dari historiografi Eropa kuno diantaranya adalah mampu menggugah rasa nasionalisme, hal ini disebabkan isi dari historiografi Eropa kuno lebih menyoroti tentang perang yang menunjukkan patriotisme, baik yang dirasakan oleh penulis sendiri maupun hanya dengan cara mengumpulkan data dan bertanya-tanya kepada saksi dan pelaku.

Walupun demikian historiografi Eropa kuno juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan yang ada diantaranya nilai berat sebelah itu tetap ada walaupun sudah diusahakan seobjektif mungkin. Hal ini bisa dilihat dalam karya Thucydides, dia adalah seorang jenderal perang Athena. Dalam perang Peloponesia ini Athena mendapatkan kemenangan, sehingga mau tidak mau rasa berat sebelah itu akan muncul. Begitu pula dalam karya Herodotus, dia sangat mengagung-agungkan kebudayaan Yunani dan menganggap kebudayaan Parsi (Timur) sebagai kebudayaan yang terbelakang. Selain itu karya Herodotus walaupun menggunakan sumber dari kedua belah pihak, dalam tulisannya masih saja terdapat unsur supernatural, sehingga membuat nilai dari karyanya ini tidak sempurna. Sedangkan dalam karya Titus dia menggunakan daya imajinatif, adanya pengorbanan kebenaran sejarah demi sebuah retorika.

Historiografi Indonesia Modern

Historiografi Indonesia modern merupakan historiografi yang ditulis pada masa setelah kemerdekaan.. Historiografi Indonesia modern Bagi bangsa Indonesia setelah kemerdekaan, dirasakan penulisan sejarah yang telah ada tidak sesuai lagi dengan kondisi alam kemerdekaan. Oleh karena itu diperlukan penulisan sejarah dari dalam. Bagi bangsa Indonesia, historiografi yang diperlukan bukanlah historiografi yang meriwayatkan kolonisator, tetapi peranan bangsa Indonesia sendiri, karena itu metode yang dipergunakan haruslah diubah, antara lain melalui :

1. Sumber yang digunakan hendaknya selain sumber asing juga menggunakan sumber dari Indonesia.
2. Sumber asing di bandingkan dengan sumber barat, sehingga bisa dipisahkan dengan tegas bagian-bagian yang kritis, legendaries dan historis.
3. Menggunakan sumber-sumber lisan selain sumber0sumber yang tertulis.
4. Historiografi Indonesia memerlukan latar belakang yang luas, artinya Indonesia harus dikembalikan pada lingkungan yang sebenarnya, yaitu asia tenggara atau asia. Jadi bukan merupakan bagian dari Belanda, karena selama ini Belanda memandang Indonesia terlalu sempit.

Sejarah Indonesia modern telah mengalami defilologisasi dalam arti, bahwa oleh karena kritik sumber-sumbernya tidak lagi memerlukan banyak analisa tekstual dengan filologi, tetapi memperbaiki alat-alat analitis serta metodologis. Ini membawa akibat bahwa beberapa disiplin ilmu sosial mulai dicantumkan dalam studi sejarah.
Penulis sejarah tidak bisa dipisahkan dengan kultur beserta dengan masalah-masalahnya, karena itu senantiasa hidup dan bergerak. Kejadian-kejadian sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dengan segala sebab akibatnya di mata kita merupakan pusat dalam sejarah Indonesia. Oleh karena itu peristiwa tersebut membawa pengaruh yang cukup besar pada kebudayaan Indonesia serta penulisan sejarahnya. Untuk itulah kemudian timbul nasionalisme bangsa Indonesia. Nasionlisme dapat dicapai melalui perjuangan pembentukan negara Republik Indonesia. Dengan tercapainya nasionalisme muncul persoalan-persoalan baru, yaitu :

1. Pengertian tentang sejarah Nasional.
2. Sudut penglihatan adalah yang sesuai dengan sejarah Nasional.
3. Fungsi sejarah nasional dalam kebudayaan Indonesia.

 Pengertian Sejarah Nasional

Sejarah Nasional yaitu sejarah Republik Indonesia yang dimulai pada hari proklamasi Republik Indonesia ( 17-08-1945 ), waktu bangsa Indonesia sebagai nation berhasil membentuk negara nasional dan merupakan satu kesatuan politica-geografis yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Untuk gambaran historis perlu ditambahkan sejarah local sebagai kesatuan politik yang lebih kecil. Hal ini berarti sejarah nasional merupakan kumpulan sejarah local. Tidak semua fakta-fakta historis local dapat dimasukkan kedalam sejarah nasional, karena semua itu memerlukan seleksi dan juga visi. Oleh karena itu sejarah Indonesia akan tumbuh sejajar dengan perkembangan historis dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan cultural yang menuju kearah integrasi yang sempurna. Jadi Indonesia modern itu menitikberatkan pada keaktifan dan kreatifitas bangsa Indonesia dan juga berkewajiban mengembalikan sejarah Indonesia dalam lingkup geografis yang sebenarnya.

 Sudut penglihatan

Sejak tercapainya kemerdekaan Indonesia,muncul permasalahan-permasalahan tentang sejarah nasional, jenis sejarah ini menjadi keperluan yang sangat mendesak, karena karya-karya yang ada tidak lagi dengan kondisi bangsa Indonesia. Untuk menyusun kembali Sejarah Nasional Indonesia kemudian diadakan seminar Sejarah Nasional Indonesia I di Yogyakarta pada tahun 1957. Seminar ini telah mengganti pandangan yang Eropa Sentris menjadi Indonesia sentries. Jadi sudut pandang Indonesia sentrislah yang cocok bagi penulisan Sejarah Nasional Indonesia. Indonesia sentris merupakan pemikiran yang pada umumnya lebih bersifat filosofis atau teoritis. Pandangan Indonesia sentris walaupun sudah dirintis sejak tahun 1957 dalam seminar Sejarah Nasional I, namun baru menampakkan hasilnya dalam seminar Sejarah Nasional Indonesia II tahun 1970. Dalam seminar ini sudah nampak digunakannya metode kritis ilmu bantu, konsep-konsep ilmu sosial dengan menempatkan masing-masing persoalan pada tempatnya .

 Fungsi Sejarah Nasional

Ada 2 macam guna sejarah, yaitu secara intrinsic dan ekstrinsik.
Guna sejarah secara Intrinsik
a. Sejarah sebagai ilmu.

Sejarah dapat ditulis oleh siapa saja dan darimana saja datangnya. Hal ini terjadi karena sejarah addalah ilmu yang terbuka. Keterbukaan ini menyebabkan siapa saja dapat menulis sejarah sepanjang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sejarah sebagai ilmu dapat berkembang dengan berbagai cara.

1. Perkembangan dalam filsafat.
2. Perkembangan dalam teori sejarah.
3. Perkembangan dalam ilmu-ilmu lain.
4. Perkembangan dalam metode sejarah.

b. Sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lampau.

Dengan belajar sejarah maka orang akan mengettahui masa lalunya. Setelah seseorang mengetahui masa lalunya, maka akan muncul reaksi untuk melestarikan masa lampau dan menolak masa lalu. Melestarikan masa lalu, misalnya: Upacara-upacara tradisional seperti gerebek dan labuhan. Mewnolak masa lalu, tentunya mereka menganggap bahwa masa lalu tidak bermakana missal, ada gerakan-gerakan yang berusaha menentang kerajaan.

c. Sejarah sebagai profesi.

Sejarah adalah ilmu yang akan diajarkan di jurusan sejarah. Oleh karena itu sejarah sebagai profesi berkenaan dengan kesejarahan. Artinya sejarah itu sebagai peekerjaan, missal : Guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, peneliti dan penulis sejarah.

Guna sejarah secara Ekstrinsik
Guna sejarah disini adalah untuk menyiapkan mahasiswa, supaya mereka siap secara filosofis. Dalam arti sejarah disini berfungsi sebagai pendidikan.

HISTORIOGRAFI EROPA ABAD PERTENGAHAN

A. Perkembangan Historiografi Eropa Abad Pertengahan

Memasuki abad pertengahan, penulisan sejarah di Eropa pada umumnya diwarnai hal-hal yang bersifat keagamaan. Sampai abad ke sebelas masehi, penulisan sejarah banyak dipengaruhi oleh pandangan sejarah Agustinus (354-430 M),menurutnya eksistensi benda-benda termasuk manusia diciptakan sesuai dengan jiwa keabadian Tuhan. Di masa ini banyak sekali lahir sejarawan yang mempunyai pandangan sejarah seperti itu, sebagai akibat dominasi gereja seluruh aspek kehidupan manusia pada saat itu. Diantara sejarawan-sejarawan itu ialah : Bede yang Agung (w. 735 M), Otto van Fresing (1110-1158 M), Mathew Paris (w. 1259 M), Joachim van Foire (1145-1102 M), Joinville (1224-1319 M), Froissart (w. 1337 M), dan lain-lain.

Penulisan sejarah di masa abad tengah secara umum mengungkapkan tentang sejarah manusia dan dunia sebagai peralihan dari penulisan sejarah yang bersifat ethnocentris dan regiocentris pada masa tradisional ke penulisan yang cendrung bersifat theocentris. Peralihan corak penulisan sejarah ini pada gilirannya telah melahirkan pandangan sejarah yang filosofis spekulatif, karena sejarawan-sejarawan masa ini tidak dapat melepaskan diri dari pandangan mitis dan keagamaan, sehingga pandangan ini bercampur dengan keharusan bahwa sejarah harus ditulis secara faktual. Dalam penulisan seperti ini sangat sulit sekali dibedakan antara hal-hal yang bersifat profane (duniawi) dengan hal-hal yang bersifat supernatural.

Mulai abad ke 15 orang-orang Eropa mulai bangkit dari keteledoran mereka pada abad tengah. Pada masa ini berbagai upaya dilakukan untuk bebas dari keterikatan gereja yang selama ini mempengaruhi cara berpikir mereka dalam segala lapangan. Di masa ini harakat dan kemampuan berfikir manusia mulai dihargai. Secara berangsur-angsur dilakukan perombakan tatanan kehidupan masyarakat, kebebasan berfikir dan struktur sosial, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masa ini disebut dengan Renaissance dan Humanisme .

Masa Renaissance dan Humanisme adalah merupakan fase, transisi abad tengah memasuki abad modern. Pada dasarnya aksi kebangkitan ini telah melahirkan berbagai revolusi, seperti Reformasi dan Contra Reformasi dalam lapangan keagamaan dan revolusi Intelektual dengan lahirnya faham Rasionalisme dan masa Pencerahan (Aufklarung).
Revolusi intelektual dari masa Rene Descartes (1596-1650) sampai pada puncaknya di masa Sir Isaac Newton (1642-1727) telah melahirkan banyak pemikiran serta pakar dalam berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Diantara pakar- pakar ini telah mampu menciptakan basis-basis ilmu pengetahuan, tak terkecuali dalam lapangan sejarah. Terciptanya beberapa jenis ilmu khusus, yang pada akhirnya menjadi ilmu bantu sejarah, telah merobah pandangan terhadap sejarah sebagai suatu ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ilmuwan-Ilmuwan zaman Rasionalis yang berperan dalam lapangan ini antara lain : Jean Mabillon (1632-1707), ia telah berjasa melahirkan ilmu Diplomatik. Teori yang ia hasilkan sangat berguna untuk menguji otentisitas dan kredibilitas dokumen sejarah. Ilmu ini akhirnya menjadi ilmu bantu sejarah dalam metode kritik sumber. Dom Bernhard Monfaucon (1655-1741) mengembangkan dasar ilmu Paleografi (ilmu tentang tulisan) dan ilmu Arkeologi (ilmu tentang kepurbakalaan) .

Leopold Von Ranke (1795-1886) seorang sejarawan kelahiran Prusia yang hidup di Jerman telah pula merancang formula khusus untuk pengujian sumber sejarah yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kedua formula yang disebut terakhir ini, sesungguhnya, telah digunakan oleh umat Islam di dunia timur beberapa abad sebelumnya, terutama oleh para ahli Hadits yang diterapkan untuk menguji kesahihan sanad (periwayat) Hadits, hingga puncak pengembangan penelitian dan penulisan sejarah oleh Ibnu Khaldun (w.1406 M.).

Dengan terciptanya beberapa formula metodologis ini, sejarah akhirnya menjadi lebih dari sekedar cerita masa lalu, namun suatu pengungkapan kebenaran pengetahuan tentang masa lalu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian, sejarah dapat memasuki wilayah epistemologi sebagai suatu disiplin ilmu, sekaligus merupakan awal bagi historiografi memasuki periode modern .

B. Anglo- Saxon

Salah satu contoh dari historiografi eropa pada abad pertengahan adalah sastra Anglo- Saxon atau sastra Inggris Kuno. Sastra Anglo-Saxon atau sastra Inggris Kuno meliputi sastra yang ditulis dalam bahasa Inggris Kuno pada periode pasca Romawi dari kurang lebih pertengahan abad ke-5 sampai pada Penaklukan Norman tahun 1066. Karya-karya ini mencakup genre seperti sajak wiracarita, hagiografi, khotbah, terjemahan Alkitab, undang-undang, kronik, teka-teki, dan lain-lain. Secara total ada sekitar 400 manuskrip yang terlestarikan dari masa ini, sebuah korpus penting baik bagi khalayak ramai atau para peneliti.

Beberapa karya penting termasuk syair Beowulf, yang telah mencapai status wiracarita nasional di Britania. Kronik Anglo-Saxon merupakan koleksi awal sejarah Inggris. Himne Cædmon dari abad ke-7 adalah salah satu tulisan tertua dalam bahasa Inggris yang terlestarikan.

Sastra Inggris Kuno telah melampaui beberapa periode penelitian yang berbeda-beda. Pada abad ke-19 dan abad ke-20 awal, fokusnya terutama ialah akar Jermanik bahasa Inggris, lalu aspek kesusastraannya mulai ditekankan, dan dewasa ini fokusnya terutama pada paleografi dan naskah manuskripnya sendiri: para peneliti mendiskusikan beberapa isyu seperti: pentarikhan manuskrip, asal, penulisan, dan hubungan antara budaya Anglo-Saxon atau Inggris Kuno dengan benua Eropa secara umum pada Abad Pertengahan .

Sastra Inggris Kuno memiliki pengaruh besar terhadap sastra modern. Beberapa terjemahan terkenal termasuk terjemahan William Morris dari Beowulf dan terjemahan Ezra Pound dari The Seafarer. Pengaruh puisi bisa dilihat pada puisi modern T. S. Eliot, Ezra Pound dan W. H. Auden. Banyak bahan cerita dan peristilahan puisi heroik bisa ditemukan di The Hobbit, The Lord of the Rings dan banyak lainnya.

PERGANTIAN KEKUASAAN FERDINAND MARCOS KEPADA CORRY AQUINO

Masa Kekuasaan Marcos

Ferdinand Edralin Marcos lahir di Sarrat, Ilocos Norte, 11 September 1917. Dia adalah lulusan Universitas Filipina. Berkat jasanya pada Perang Dunia II, dia pernah memperoleh penghargaan. Marcos yang merupakan Presiden ke sepuluh, berkuasa di Filipina selama kurang lebih 21 tahun. Marcos merupakan presiden pertama yang terpilih selama dua periode. Marcos mendirikan rezim otoriter pada tahun 1972, dimana dia bisa terus berkuasa.

Pada masa kepemimpinannya, banyak terjadi pelanggaran HAM, korupsi besar-besaran, dan berbagai masalah kesehatan. Hal ini menimbulkan penderitaan pada rakyat Filipina, sehingga membuat banyak tokoh yang muncul untuk menentang kepemimpinannya. Salah satunya adalah Benigno Aquino Jr, yang kemudian dibuang dan diasingkan ke Boston, Amerika Serikat. Pada 1969, dimana Marcos menjabat kembali sebagai Presiden untuk kedua kalinya, terjadi aksi demonstrasi-demonstrasi yang mengakibatkan popularitas Marcos menurun. Gejolak politik yang terjadi semakin diperparah dengan meningkatnya kasus kejahatan, penyakit, dan bencana alam. Parahnya, Marcos malah menggunakan kekerasan untuk menangani beberapa hal, misalkan demonstrasi yang terjadi.

Pada tahun 1973, diberlakukan suatu undang-undang yang disebut sebagai undang-undang Darurat Perang yang isinya mencakup mengatasi hukum sipil, pembatasan-pembatasan dalam kebebasan bersuara, dan kebebasan pers, dimana tujuannya meredam perlawanan pada ide, niat dan perintah Marcos. UU ini diterapkan untuk mengabadikan kekuasaan Marcos. Hal ini menimbulkan protes dari berbagai kalangan. Kalangan gereja meragukan legalitas dari kebijakan-kebijakan UU Darurat Perang, sedangkan kaum-kaum etnik dan organisasi-organisasi Islam menentang dalam bentuk pemberontakan. Akan tetapi semua itu seakan hanyalah angin lalu bagi Marcos, apalagi mahkamah sendiri tampak seperti sudah menjadi milik Marcos, sehingga selalu menguntungkan Marcos. Seiring dengan perkembangannya, UU ini tidak membawa hasil yang signifikan. Akan tetapi Marcos justru menunjukkan kembali kontroversi yang lain, yaitu ingin menjadikan Filipina daerah pariwisata, dengan ditandai rencana dibangunnya empat belas hotel baru dan convention center yang pastinya membutuhkan dana besar. Hal ini sangat riskan mengingat keadaan ekonomi Filipina yang buruk pada masa itu. Defisit Negara menunjukkan lebih besar, inflasi melonjak, PHK besar-besaran, dan meningkatnya pengangguran. Pada 1978, Marcos menjabat lagi menjadi Presiden, dengan cara yang tidak seharusnya, seperti mengancam agar mau mendukung Marcos.

B. Kehancuran Rezim Marcos

Pada tahun 1983, Benigno Aquino Jr ( Ninoy ), mantan senator Filipina pulang dari pengasingannya dan menuju ke Filipina. Aquino diasingkan karena merupakan salah satu penentang Marcos. Aquino pulang untuk membujuk Marcos agar mau meletakkan kekuasaannya, akan tetapi dia tewas tertembak dalam peristiwa pembunuhannya ketika baru tiba di Bandara Manila. Peristiwa ini merupakan akar dari terjadinya Revolusi EDSA ( Epifanio De Los Santos Avenue ) pada tahun 1986 di jalan sebuah Metro Manila, yang merupakan tempat terjadinya revolusi. EDSA sendiri adalah sebuah demonstrasi besar-besaran tanpa kekerasan yang dilakukan oleh jutaan rakyat Filipina yang telah kehilangan kepercayaan pada Marcos. Kondisi kesehatan Marcos yang buruk semakin membuat pemerintahan Marcos melemah. Ditambah dengan penarikan dukungan dari dua tokoh penting yaitu, Menteri Pertahanan Juan Ponce Enrile dan Perdana Menteri Fidel Ramos.

Tewasnya Ninoy, menjadikan sang Istri, Corrazon ( Corry ) Aquino menjadi figure penting penentang Ramos. Demi mengusut kematian suaminya, dia memimpin massa untuk turun ke jalan. Perjuangan selama 22 – 25 Februari 1986 itu berhasil menggulingkan Marcos. Corry sukses menghimpun kekuatan dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, politisi, hingga para imam gereja. Bahkan pihak militer pun berhasil dirangkul dan berbalik melawan Marcos, dengan tidak mau menuruti perintahnya. Hati pihak militer luluh saat dikirimi bunga oleh kelompok Corry. Pada 23 November 1985 Marcos mengadakan pemilu setahun lebih cepat, dimana Corry yang tidak memiliki kemampuan di bidang politik, maju menjadi saingan Marcos. Dengan dibantu oleh NAMFAREL ( National Movement for Free Elections ) dan pihak Gereja Katolik, Corry dapat memenangkan pemilu itu dan kemudian menjadi Presiden Filipina. Tugas Berat menanti Corry, untuk memulihkan keadaan perekonomian, hak-hak warga Negara, serta keadilan sosial di Filipina.

Militer yang sebelumnya diandalkan oleh Marcos, mengalami perpecahan antara pendukung rezim, dengan para pembela Negara. Tindakan Marcos paska pemilu adalah menangkapi para anggota gerakan pembaharu. Hal ini menimbulkan apa yang kemudian dikenal dengan people power, yaitu pagar manusia yang melindungi militer yang membangkang dari ancaman pasukan-pasukan tentara pendukung rezim. Hal inilah yang kemudian menyebabkan jatuhnya Marcos. Marcos kemudian melarikan diri ke Hawaii bersama istrinya, disana dia dituduh menggelapkan uang dan dituduh bersalah. Pada 1989 Marcos meninggal karena gagal jantung.

VIETMINH

A. Gerakan Viet Minh

Vietnam dijajah oleh China sejak tahun 110 S.M, dan mencapai kemerdekaan pada tahun 938. Selepas bebas dari belenggu China, Vietnam tidak henti-henti menentang kuasa-kuasa luar dari Luar. Dalam abad ke-19, Vietnam menjadi wilayah jajahan Perancis. Perancis menguasai Vietnam selepas mengadakan beberapa peperangan kolonial di Indochina mulai tahun 1840-an hingga ke tahun 1840-an. Peluasan pengaruh Perancis disebabkan hasrat untuk menyaingi kebangkitan Inggris dan keperluan mendapatkan hasil bahan mentah seperti getah, dengan maksud menggerakkan perindustrian di Perancis untuk bersaing dengan penguasaan menyeluruh oleh industri Inggris. Semasa pemerintahan Perancis, segolongan rakyat Vietnam sudah mempunyai semangat nasionalisme untuk lepas dari cengkeraman Perancis. Beberapa pemberontakan dan tentangan dibuat oleh banyak kumpulan-kumpulan nasionalis, tetapi usaha mereka gagal. Pada tahun 1919, semasa Perjanjian Versailles sedang dirundingkan, Ho Chi Minh meminta untuk bersama-sama membuat perundingan untuk mendapatkan ijin kemerdekaan untuk Vietnam. Permintaannya ditolak dan Vietnam dan seluruh Indochina tetap sebagai tanah jajahan Perancis.

Ho Chi Minh kemudian mendirikan Viet Minh ( Viet Nam Doc Lap Dong Minh Hoi / Liga Kemerdekaan Vietnam )pada tahun 1941. Liga ini ditujukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Vietnam dari Perancis dan menghalau pendudukan Jepang di Vietnam. Viet Minh berbeda dengan Viet Nam Cach Mang Dong Minh Hoi ( Liga Revolusi Vietnam ) bentukan Nguyen Hai Than dan Ho Ngoc Lam, yang kemudian pada tahun 1946 bergabung dengan Koalisi Nasional Vietnam. Viet Minh dengan cepat dapat menarik simpati banyak kalangan. Viet Minh akhirnya berhasil mengusir penjajah Perancis dari bumi Vietnam. Semasa Perang Dunia II, Vietnam dikuasai oleh tentara Jepang. Kerajaan Perancis berkerja sama dengan pihak Jepang yang mengirimkan bala tentara ke Indo-China, sebagai pasukan berkuasa di kawasan tersebut. Setelah Perancis tumbang, pemerintah Jepang menahan tentara-tentara Perancis dan memalukan pembesar-pembesar kolonial di khalayak ramai. Pihak Jepang kemudiannya menggalakkan kebangkitan pergerakan nasionalis di kalangan rakyat Vietnam. Pada akhir Perang Dunia II, Vietnam diberikan kemerdekaan oleh pihak Jepang. Ho Chí Minh kembali ke Vietnam untuk membebaskan negaranya dari jajahan bangsa asing. Dia menyatukan pergerakan penentang, dan menerima bantuan dari kumpulan OSS ( sekarang CIA).

Pada penghujung Perang Dunia II, pergerakan Viet Minh di bawah pimpinan Ho Chí Minh berjaya membebaskan Vietnam dari belenggu penjajah, Tetapi kejayaan itu hanyalah untuk masa yang singkat saja. Pihak tentara Jepang telah menawan pemerintah Perancis dan memberikan Vietnam satu bentuk “kemerdekaan” sebagai sebagian daripada rancangan Jepang "membebaskan" bumi Asia dari penjajahan Barat. Pada 2 September tahun 1945 Maharaja Bao Dai dipaksa turun tahta, dan Vietnam menjadi satu kerajaan baru dengan nama Republik Demokratik Vietnam. Namun, dalam beberapa hari setelah itu, tentara China masuk ke Vietnam dan menandai berakhirnya kerajaan bentukan Ho Chi Minh tersebut, yang pada dasarnya hanyalah simbol semata. Masuknya China menambah pelik masalah pihak manakah yang berkuasa di Vietnam, dimana tentara China menguasai Vietnam Utara dan Inggris menguasai Vietnam Selatan. Keberhasilan Perancis membujuk Inggris untuk kembali menyerahkan Vietnam bagian Selatan menjadikan Perancis kembali berkuasa dan pegawai-pegawai Perancis yang dulu ditahan Jepang dapat di bebaskan.

B. Perang Vietnam dan Pembagian Vietnam

Perancis, China, dan Viet Minh melakukan perundingan yang menghasilkan keputusan bahwa Perancis menyerahkan beberapa hak kepada China, Viet Minh menyetujui kepulangan Perancis sebagai pertukaran janji kemerdekaan, dan China bersedia mundur dari Vietnam. Akan tetapi, pembagian wilayah antara Perancis dan Viet Minh tidak juga menemukan titik terang. Dengan mundurnya tentara China, tentara Perancis justru masuk ke Hanoi. Tentara yang dipimpin Jenderal Jean-Etienne Valluydengan cepatnya berhasil mengusir Viet Minh dari Hanoi. Orang-orang Viet Minh yang merasa terancam kemudian melarikan diri ke pedalaman-pedalaman. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi pecahnya perang Indochina. Pada mulanya Viet Minh tidak berupaya menewaskan tentera Perancis di kawasan berpenduduk di Vietnam Utara, pasukan tersebut berjaya di kawasan-kawasan pendalaman seperti di Laos. Pada tahun 1949, Perancis mengepung markas Viet Minh, yaitu Viet Bac. Penyerbuan ini mengalami kegagalan karena pada dasarnya pihak Viet Minh telah bekerjasama dengan China dan mendapatkan bantuan berupa senjata berat sehingga mampu mengimbangi tentara Perancis. Pada bulan Maret 1954, Viet Minh memulai penyerangan mereka terhadap pasukan Perancis di Dien Bien Phu. Pada tanggal 7 Mei 1954, mereka berhasil menaklukan pusat komando Perancis. 9.500 anggota pasukan kolonial Perancis ditangkap. Ini merupakan kekalahan paling buruk dalam sejarah pasukan kolonial Perancis.

Lebih dari 20.000 orang Viet Minh dan lebih dari 3.000 orang Perancis terbunuh dalam pertempuran di Dien Bien Phu. Perang antara Viet Minh dengan Perancis yang berlangsung selama sembilan tahun, telah menelan korban jiwa yang sangat besar. Lebih dari satu juta warga sipil, 200.000 hingga 300.000 orang Viet Minh dan lebih dari 95.000 anggota pasukan kolonial Perancis telah kehilangan nyawanya. Viet Minh pun kembali berhasil menang besar mengalahkan tentara Perancis, dan membuat pihak Perancis mulai berfikir untuk mundur dari Vietnam. Seluruh Indochina diberikan kemerdekaan, termasuk Laos dan Kemboja. Dengan adanya perjanjian Geneva, Vietnam dibagi menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan dan menjadikan garis lintang utara 17 derajat sebagai batas keduanya, sebagai langkah sementara hingga diadakannya pemilihan umum unutk penyatuan wilayah yang akan diadakan pada tahun 1956. Ho Chi Minh diangkat menjadi perdana menteri Vietnam Utara yang akan menjadi Negara Sosialis. Ngo Dinh Diem yang dahulunya dilantik sebagai perdana menteri Vietnam Selatan oleh Maharaja Bao Dai, kemudian memegang kuasa atas Vietnam Selatan. Akan tetapi di sini pengaruh Amerika Serikat semakin jelas, dimana Vietnam dibantu oleh Amerika Serikat untuk menolak diadakannya penggabungan Vietnam karena dengan paham komunis yang dimiliki Ho Chi Minh dianggap berbahaya.

Pada tahun 1961, presiden AS yang baru dipilih, Kennedy, mengirimkan 100 penasihat militernya yang pertama bersama dengan satu unit khusus dengan 400 tentara ke Vietnam. Pada tahun berikutnya, AS menambah jumlah pasukannya di Vietnam menjadi 11.000 tentara. Pada tanggal 2 Agustus 1964, dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Amerika bersikeras bahwa kapal-kapal pesiar itu berada di perairan internasional. Dan menjadikan peristiwa itu sebagai alasan untuk membom Vietnam Utara untuk pertama kalinya. Hanya saja pada tahun 1971, diketahui bahwa dua kapal perang Amerika telah melanggar daerah perairan Vietnam Utara. Pada bulan Maret 1965, pesawat tempur AS memulai Operation Rolling Thunder, pemboman besar-besaran terhadap Vietnam Utara. Sekitar tiga setengah tahun kemudian, bom-bom dijatuhkan di sekitar Vietnam Utara yang jumlahnya dua kali lebih banyak dari jumlah bom yang dijatuhkan pada Perang Dunia II.

Untuk mengurangi pembangunan industri dan penduduk negara, Vietnam Utara memberlakukan desentralisasi total ekonomi dan evakuasi sejumlah orang dari kota-kota. Puncak Perang Vietnam pada tahun 1968, yaitu saat AS mengirimkan hampir setengah juta tentaranya ke Vietnam. Pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Filipina dan Thailand semuanya berjumlah 90.000 orang. Dan saat itu tentara Vietnam Selatan berjumlah 1,5 juta orang. Front Pembebasan Nasional di bawah kepemimpinan komunis, yang diberi nama Vietkong oleh AS, memiliki kekuatan 400.000 pasukan. Pada tanggal 1 Februari 1968, kekuatan Tentara Pembebasan Nasional memulai serangan Tet ke 105 kota-kota di Vietnam Selatan. Walaupun Vietkong berhasil dipukul mundur dan mengalami kekalahan ( kecuali di Hue ), serangan Tet ini merupakan saat yang menentukan dalam Perang Vietnam. Serangan Tet mengakibatkan perubahan sikap AS. Setelah serangan Tet, pemerintahan AS tidak tertarik lagi ingin memenangkan perang. Tapi mereka hanya tidak ingin kehilangan reputasinya sebagai kekuatan militer terhebat. Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke wilayah Vietnam Utara, dan berakhir pada Oktober 1968. AS mulai menarik kembali pasukan-pasukannya dari Vietnam.

Tahun 1969 di Paris, AS, Vietnam Selatan, Vietnam Utara dan Vietkong melakukan negosiasi untuk menarik seluruh pasukan AS dari Vietnam. Pada tahun 1972, sebelum negosiasi Paris membawa hasil, AS telah mengurangi pasukannya sebesar 100.000 orang dari Vietnam. Tanggal 30 Maret 1972, terjadi serangan komunis, tapi bukan oleh Vietkong melainkan oleh pasukan Vietnam Utara yang melewati garis demarkasi (17 derajat garis lintang utara) melanggar wilayah Vietnam Selatan. Pengeboman yang dilakukan secara terus-menerus oleh pesawat tempur AS, telah menyebabkan mundurnya pasukan Vietnam Utara. Pada tanggal 27 Januari 1973, persetujuan gencatan senjata ditandatangani di Paris dan mulai diberlakukan sejak hari itu. Pada bulan Maret 1973, pasukan terakhir Amerika, meninggalkan Vietnam. Dua tahun kemudian, Vietnam Utara dan kekuatan komunis Selatan memulai serangan dengan maksud untuk menguasai negara Vietnam Selatan. Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 30 April 1975, pasukan Vietnam Utara menduduki Saigon dan mengakibatkan berakhirnya perang yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun.

KEMELUT POLITIK DI MYANMAR TAHUN 1988

Keadaan Myanmar pada masa pemerintahan rampasan oleh Ne Win dari U nu.

Demokrasi tidak berlangsung lama di Myanmar, hanya 14 tahun, mulai selepas merdeka 4 Januari 1948 hingga 1962 saat Ne Win menggulingkan pemerintahan sipil PM U Nu dan kemudian membentuk junta militer. Sejak itu nama harum Myanmar yang ditorehkan Aung San dan U Thant-sempat menjabat Sekjen PBB–praktis sirna.

Ne Win bersama PM U Maung Maung Kha menjalankan politik tangan besi, otoriter. Junta militer adalah sumber kebenaran. Meski demikian, ekonomi negara tidak kunjung membaik, malah makin terpuruk. Roda ekonomi digerakkan oleh pasar gelap. Jenderal Ne Win sama sekali tidak memberi celah bagi partisipasi politik warga sipil.

Akibatnya, pada 1988 rakyat resah dan turun ke jalan. Tak kurang dari 1.000 demonstran tewas akibat bentrok dengan militer. Panggung politik gonjang-ganjing. Junta militer pecah, Aksi demo yang meluas membuat Jenderal Saw Maung, salah satu kepercayaan Ne win, melakukan langkah politik sepihak. Dia melengserkan Ne Win sembari terus memperkuat kekuasannya dengan membentuk State Law and Order Restoration Council (SLORC) alias junta militer.

SLORC adalah badan yang pembentukan dan sistemnya serupa dengan Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) rezim Soeharto yang dibentuk 10 Oktober 1965. Demi alasan kestabilan politik, SLORC mengeluarkan rancangan hukuman mati bagi para demonstran. Lewat aturan yang disahkan legislatif pada 31 Mei 1989, Saw tampaknya ingin bereksperimen dengan demokrasi, yang kemudian terbukti hanya sebuah ‘kosmetika politik.

Itu terbukti ketika partai pemerintah dilibas habis oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi yang merebut 392 kursi dari 489 kursi parlemen, pimpinan junta itu langsung berubah pikiran. Kemenangan NLD dianulir sehingga membawa implikasi politik yang tidak kecil kepada junta hingga hari ini.

B . Berlangsungnya pemberontakan Rangoon Spring di Myanmar 1988

Setelah kembalinya Aung san suu kyi putri dari Aung san mengantarkan berobat ibunya di luar negeri pada bulan Maret 1988, protes – protes yang dilancarkan para pelajar di Myanmar. Protes ditujukan terhadap Rezim militer meletus di Rangoon di bulan Maret dan juni. Protes dikarenakan keputusan jendral Ne win untuk menerbitkan kembali catatan bank pecahan yang dapat dibagi dengan angka Sembilan ( Win ) yang terobsesi bahwa angka Sembilan merupakan angka yang menguntungkan, yang menurut rakyat Myanmar menghancurkan nilai tabungan rakyat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Rezim ini member respon atas protes – protes itu dengan tekanan tetapi mengendurkan kekuasaan saat Ne win turun dari jabatan BSPP ( badan partai sosialis birma ). Setelah itu Sein Lwin, kepala polisi anti huru hara mengambil alih pemerintahan dan dengan segera menarik darurat militer.

Pergerakan untuk demokrasi mencapai puncaknya pada musim panas atau Rangoon spring, dalam sebuah pemberontakan masal pada tanggal 8 Agustus 1988 yang menyebar dari Rangoon ke seluruh penjuru negri. Pemberontakan tersebut dikalahkan manakala militer memberondongkan ke arah demonstran , membunuh beberapa orang. Penumpahan darah berakhir pada tanggal 12 Agustus yang dimana diberitahukan bahwa Shen Win “ Penjagal dari Birma mengundurkan diri.

Sementara itu Aung san suu kyi, sebagai puteri pahlawan kemerdekaan Myanmar yang paling terkenal, memasuki kancah gerakan demokrasi . Pada tanggal 26 Agustus ia berpidato di depan kumpulan masa Myanmar di depan pagoda shwedagon di Rangoon yang mengusulkan berdirinya komite konsultatif rakyat. Untuk membantu rakyat Myanmar keluar dari krisis.

Namun pada tanggal 18 September karena sebuah perjuangan internal yang berdarah dalam tubuh pemerintahan , maka diumumkan bahwa ada sebuah kudeta militer. Hukum Negara dan Dewan restorasi ketertiban ( Orders Restoration Council :SLORC ) sebuah junta yang beranggotakan dari 21 pejabat militer senior pimpinan Shaw Maung yang kini memerintah Myanmar, yang kemudian diketahui bahwa Shaw Maung telah diperintah untuk mengadakan kudeta oleh Ne Win.

Setelah itu SLORC mengklaim bahwa akan ada pengambil alihan kekuasaan setelah pemilu yang bebas dan adil, tetapi perkumpulan politik yang beranggotakan lebih dari empat orang malah di larang dan kekuatan militer dikerahkan untuk menekan para demonstran.

Oposisi diorganisir secara resmi menjadi liga nasional League of Democrazy NLD pada tanggal 24 september dengan Suu kyi sebgai sekertaris Jendral,. Ia mendukung protes non kekerasan mendesak PBB untuk campur tangan dan menuduh Ne Win telah mengendalikan SLORC dari belakang.

C . Dampak dari pemberontakan Rangoon Spring.

Setelah berakhirnya Rangoon spring,bulan Juni 1989 secara resmi nama Negara Birma berubah menjadi Myanmar dan nama ibukota Negara itupun berganti juga dari Rangoon menjadi Yangoon. Setelah itu Su Kyi dikenakan tahanan rumah karena dianggap membahayakan Negara, di bawah hukum rejim militer, ia ditahan tanpa dakwaan.

Sementara itu SLORC mengajukan kebijakan empat bagian untuk mengontrol etnik – etnik minoritas di Negara Myanmar . Propinsi –propinsi, suku – suku tersebut diumumkan dilindungi oleh militer yang mana populasi etnik itu direlokasi secara paksa untuk memagari daerah bergedung dan ditekan dengan brutal

Dalam usahanya untuk menyangga perekonomian Myanmar yang sedang ambruk akibat peristiwa Rangoon spring, ratusan atau bahkan ribuan warga dipaksa menjadi budak baik dalam proyek – proyek kontruksi ataupun untuk militer. Praktik tersebut dengan digambarkan oleh rezim itu sebagai kontribusi rakyat

Hutan – hutan Negara dan sumber alam dijarah dan produksi Narkoba meningkat dan pengolahan opium dilegalkan . dan disaat yang sama angkatan bersenjata juga dilipatgandakan dan pengeluaran belanja dalam pasukan angkatan bersenjata melonjak di negeri Myanmar.

TERBENTUKNYA REPUBLIK SOSIALIS VIETNAM

A. Pecahnya Negara Vietnam

Pada tahun 1947, pasukan Perancis berhasil memukul mundur pasukan Viet Minh sehingga banyak pasukan yang melarikan diri kedesa-desa. Selain menggunakan senjata, para pasukan Perancis juga memakai politik pecah belah. Ini sama seperti politik pecah belah Belanda yang diterapkan di Indonesia. Pada bulan Maret tahun 1949, Bao Dai, bekas boneka Jepang diangkat sebagai penguasa Vietnam dibawah pengawasan pemerintah Perancis.

Pada tahun 1949, kekuatan Viet Minh mulai meningkat. Hal ini disebabkab oleh berdirinya Republik Rakyat China (RRC) yang diprakarsaui oleh Mao Tse Tung. Sehingga Viet Minh mendapat pengakuan dari pihak Mao Tse Tung serta mendapat bantuan terhadap perjuangan kaum komunis di Vietnam . Pada tahun 1950, pasukan Viet Minh melakukan perlawanan terhadap kekuatan musuh dan berhasil menguasai daerah-daerah pedalaman, sedangkan pasukan Perancis hanya terbatas hanya menguasai daerah-daerah perkotaan saja.

Dibawah kendali Jendral Vo Nguyen Giap, gerakan komunis melakukan perlawanan terhadap pasukan Perancis dengan menggunakan taktik gerilya yang meluas ke berbagai daerah. Sebenarnya pasukan Perancis memiliki keunggulan dalam segi jumlah pasukan, tetapi mereka selalu terbuai dengan kekuatan mereka sehingga mereka tidak dapat berpikir tentang taktik untuk menghadapi serangan pasukan gerakan komunis Vietnam. Dan kelengahan dari pasukan Perancis ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh gerakan komunis Vietnmam untuk memukul mundur mereka. Pada tanggal 25 Januari 1954, pasukan Vo Nguyen Giap melakukan serangan dan berhasil merebut benteng Dien Bien Phu yang merupakan kekuatan terkuat yang dimiliki Perancis. Dengan keadaan yang demikian tersebut, kedudukan Vietnam semakin terdesak oleh pasukan Vo nguyen Giap.
Pada tanggal 25 April 1954, diadakanlah konferensi Jenewa yang dihadiri oleh Perancis, Viet Minh, Republik Vietnam, Kamboja, Laos, dan berbagai negara komunis. Konferensi ini sebenarnya membahas tentang masalah antara Korea dan Vietnam. Namun karena saat itu keadaannya yang sedang terjadi adalah perang di Vietnam, maka banyak anggota konggres yang mengusulkan untuk membahas masalah perang Vietnam tersebut. Pada akhirnya konferensi ini dikhususkan untuk membahas masalah perang di Vietnam.
Kemenangan pasukan Viet Minh di Dien Bien Phu, telah mempercepat proses persetujuan Jenewa. Pada tanggal 20 Juli 1954, konferensi tersebut telah menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya adalah:

a. Mengakui kemerdekaan penuh kepada Kamboja, Laos dan Vietnam,
b. Persetujuan pembagian wilayah Negara Vietnam menjadi dua, yakni Vietnam Utara dan Vietnam Selatan dengan batas garis lintang 170 Lintang Utara,
c. Perancis dan Vietnam Selatan harus segera memindahkan pasukan mereka yang ada di utara, begitu pula sebaliknya .

Dengan adanya persetujuan Jenewa tersebut, Negara Vietnam terpecah menjadi dua, yakni Republik Demokrasi Vietnam di Utara dan Republuk Vietnam di Selatan. Hal ini malah menimbulkan jurang pemisah diantara keduanya, karena kedua negara tersebut, yakni Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, memiliki ideology yang berbeda. Ini disebabkan oleh adanya campur tangan pihak asing, yakni dari RRC dan Amerika Serikat yang kedua negara tersebut ingin menanamkan atau menyebarkan paham-paham mereka.

B. Terbentuknya Republik Sosialis Vietnam
Ho Chi Minh mempunyai keyakinan bahwa suatu saat nanti, Vietnam Utara dan Vietnam selatan akan bersatu menjadi satu Negara.dan tentang persetujuan Jenewa yang mengatur garis perbatasan 170 Lintang Utara, tidak pernah dipercaya sebagai garis perbatasan abadi antar ke dua Vietnam tersebut. Alasannya adalah perjanjian tersebut diterima karena terpaksa.

Pada tanggal 27 Januari 1973 setelah melalui berbagai perundingan, maka ditandatanganilah Persetujuan Paris yang disetrujui oleh Amerika Serikat, Vienam Utara, Vietnam Selatan dan Viet Chong. Sebenarnya persetujuan ini adalah salah satu strategi Viet Chong dan Vietnam Utara untuk menguasai seluruh wilayah Vietnam yang dahulu pernah dikatakan oleh Ho Chi Minh.

Setelah runtuhnya rezim Saigon pada bulan April 1975, maka kemudian berita-berita tentang penyatuan ke dua Vietnam mulai tersebar ke pelosok negeri. Amerika telah gagal total dalam menanamkan politik mereka di Vietnam, sedangkan pasukan Saigon telah lumpuh total, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Sebagai langkah nyata untuk segera melakukan penyatuan ke dua Vietnam, maka perwakilan dari Vietnam Utara yang dipimpin oleh truong Chinh melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Pham Hung. Pertemuan tersebut dilakukan di Saigon dan telah menghasilkan keputusan yang telah disetujui oleh kedua pihak. Isi keputusan tersebut antara lain:

a. Pembentukan Panitia yang akan mengadakan Pemilu secara Nasional,
b. Penetapan tanggal Pemilihan Umum,
c. Penetapan tanggal sidang pertama dari hasil Pemilu.

Pada tanggal 25 April 1976 diselenggarakanlah Pemilu Nasional Vietnam, yang memilih para wakil rakyat untuk mengisi 492 kursi dalam pemerintahan. Dua bulan setelah Pemilu, terbentuklah negara kesatuan dengan nama Republik Sosialis Vietnam (RSV) yang ber ibukota di Hanoi. Keyakinan Ho Chi Minh akhirnya dapat terwujud setelah sekian lama berjuang untuk menyatukan Vietnam.

Republik Sosialis Vietnam adalah sebuah negara partai tunggal. Sebuah konstitusi baru disahkan pada April 1992 menggantikan versi 1975. Peran utama terdahulu Partai Komunis disertakan kembali dalam semua organ-organ pemerintah, politik dan masyarakat. Hanya organisasi politik yang bekerjasama atau didukung oleh Partai Komunis diperbolehkan ikut dalam pemilihan umum. Ini meliputi Barisan Tanah Air Vietnam (Vietnamese Fatherland Front), partai serikat pedagang dan pekerja. Meskipun negara tetap secara resmi berjanji kepada sosialisme sebagai doktrinnya, makna ideologi tersebut telah berkurang secara besar sejak tahun 1990-an. Presiden Vietnam adalah kepala negara dan secara nominal adalah panglima tertinggi militer Vietnam, menduduki Dewan Nasional untuk Pertahanan dan Keamanan (Council National Defense and Security). Perdana Menteri Vietnam adalah kepala pemerintahan, mengepalai kabinet yang terdiri atas 3 deputi perdana menteri dan kepala 26 menteri-menteri dan perwira-perwira.

Majelis Nasional Vietnam (National Assembly of Vietnam) adalah badan pembuat undang-undang pemerintah yang memegang hak legislatif, terdiri atas 498 anggota. Majelis ini memiliki posisi yang lebih tinggi daripada lembaga eksekutif dan judikatif. Seluruh anggota kabinet berasal dari Majelis Nasional. Mahkamah Agung Rakyat (Supreme People's Court of Vietnam) memiliki kewenangan hukum tertinggi di Vietnam, juga bertanggung jawab kepada Majelis Nasional. Di bawah Mahkamah Agung Rakyat adalah Pengadilan Kotamadya Propinsi dan Pengadilan Daerah Vietnam. Pengadilan Militer Vietnam juga cabang adjudikatif yang kuat dengan kewenangan khusus dalam hal keamanan nasional. Semua organ-organ pemerintah Vietnam secara besar dikontrol oleh Partai Komunis. Mayoritas orang-orang yang ditunjuk pemerintah adalah anggota-anggota partai. Sekretaris Jendral Partai Komunis mungkin adalah salah satu pemimpin politik terpenting di Vietnam, mengontrol organisasi nasional partai dan perjanjian-perjanjian negara, juga mengatur undang-undang.

Tentara Rakyat Vietnam (TRV) adalah tentara nasional Vietnam, yang diorganisasikan mencontoh pada organisasi Tentara Pembebasan Rakyat. TRV lebih jauh lagi dibagi menjadi Angkatan Darat Rakyat Vietnam (termasuk Pasukan Pendukung Strategis dan Pasukan Pertahanan Perbatasan), Angkatan Laut Rakyat Vietnam, Angkatan Udara Rakyat Vietnam serta Penjaga Pantai. Dalam sejarahnya, TRV secara aktif dilibatkan dalam pembangunan Vietnam untuk mengembangkan ekonomi Vietnam. Ini dilakukan dalam upaya untuk mengkoordinasikan pertahanan nasional dan ekonomi. TRV diterjunkan di bidang seperti industri, pertanian, perhutanan, perikanan dan telekomunikasi. Saat ini, kekuatan TRV mendekati 500.000 tentara. Pemerintah juga mengontrol pasukan cadangan sipil dan kepolisian. Peran militer dalam sektor kehidupan rakyat pelan-pelan dikurangi sejak tahun 1980an .

MASA KEKUASAAN MARCOS DI FLIPINA

Marcos adalah seorang presiden Filipina yang menggantikan posisi presiden Macapagal setelah dia berkuasa. Marcos yang mempunyai nama lengkap Ferdinand Edralin Marcos adalah seorang anak pengacara yang berasal dari Ilocos, daerah Luzon bagian utara. lahir di Sarrat, Ilocos Norte, 11 September 1917 . Dia adalah tokoh politik yang untuk pertama kalinya menarik perhatian masyarakat umum dengan prestasinya yang berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam ujian nasional untuk memperoleh izin praktek. Marcos juga memenangkan suatu perkara pada tingkat banding yaitu tuduhan bahwa ia telah membunuh saingan ayahnya dalam suatu acara pemilihan di Filipina.
Reputasi Marcos semakin digembor-gemborkan dengan kisah-kisahnya saat menjadi pemimpin perang gerilya dalam Perang Dunia II . Pada tahun 1959, Marcos mencalonkan diri sebagai anggota Senat dan berhasil menempati posisi teratas, padahal ia adalah anggota Partai Liberal, sedangkan kala itu yang mendominasi kekuatan adalah Partai Nacionalista. Dengan perolehan suara yang telah ia peroleh, Marcos merasa yakin bahwa ia akan memenangkan pemilihan waktu itu. Namun ternyata ia kalah siasat dari Macapagal yang juga merupakan anggota Partai Liberal. Waktu itu Macapagal berhasil menjadi wakil presiden yang mendampingi Garcia dari Partai Nacionalista sebagai presiden Filipina.

Menurut kabar yang beredar, Marcos kemudian ingin mendukung Macapagal, setelah ia berjanji tidak akan mencalonkan dirinya untuk kedua kalinya. Namun Macapagal ternyata mengingkari janjinya tersebut. Oleh karena itu, Marcos mulai berpindah partai dari Partai Liberal ke Partai Nacionalista. Setelah beberapa lama didalam partai tersebut, dalam suatu pemilihan kader partai untuk maju dalam plipres Filipina, Marcos berhasil mendominasi perolehan suara dan memenangkan nominasi untuk menjadi calon presiden dari Partai Nacionalista .

Menurut pengamat-pengamat asing banyak sekali jasa yang telah ditorehkan Marcos, salah satunya adalah suatu hal yang sangat mengherankan publik Filipina karena pergantian haluan pendapat dari Marcos yang pernah menentang kebijakan dari pendahulunya, Macapagal yang mengusulkan untuk menambah jumlah pasukan di Vietnam. Marcos berubah pandangan dan mendukung usulan Macapagal tersebut dengan alasan pentingnya membantu Negara tetangga di Asia Tenggara dalam memerangi komunisme. Namun, pendapat ini mempunyai tujuan untuk mempererat hubungan dengan Ameruka Serikat, dengan begitu dapat meningkatkan bantuan, perdagangan, dan penaman modal.

B. Keadaan Politik Masa Pemerintahan Marcos

Terpilihnya Marcos dalam Pilpres tahun 1965 disambut dengan lega, baik oleh kalangan Filipina maupun pengamat-pengamat asing. Marcos mengawali masa pemerintahannya dengan pidato-pidato yang mendefinisikan situasi krisis yang dihadapi Filipina kala itu serta memberikan solusi untuk menyudahi penyakit-penyakit yang menggerogoti kehidupan sosial di Filipina. Kemudian Marcos mengumpulkan tim teknokrat untuk mewnyusun suatu rencana pembangunan empat tahun yang nampaknya realistik. Untuk meningkatkan pendapatan Negara, Marcos memusatkan perhatian pada upaya membendung penyelundupan dan memperbaiki cara-cara pemungutan pajak .

Pelaksanaan undang-undang Land reform tahun 1963 dilakukan Marcos di propinsi Pampanga, dimana terlihat adanya gejala pembangkitan kembali gerakan Hukbalahap yang berhaluan komunis. Anggaran yang disediakan untuk membiayai proses pembagian tanah selama empat tahun diimbangi dengan anggaran belanja militer untuk tahun 1967 yang besarnya dua kali lipat dari anggaran belanja pertahanan tahun 1962.

Masalah-masalah yang dihadapi Filipina sangat besar, tetapi konsentrasi Marcos lebih banyak tercurah pada kebijakan-kebijakan yang utama dan menunjukkan ketidaksabaran seperti para pendahulunya. Namun, kebijakan-kebijakan Marcos masih terus digencarkan, misalnya program-program untuk meningkatkan produksi beras dan pembangunan jalan, gedung sekolah, dan fasilas- fasilitas umum lainnya.
Pada tahun 1968 Filipina mengalami kemajuan yaitu berhasil mengadakan keswasembadaan dalam pengadaan beras. Namun sejumlah kebijakan hilang begitu saja atau dengan kata lain tidak terurus siring dengan timbulnya kebijakan-kebijakan yang baru. Hubungan diplomatik dengan Malaysia yang dikembangkan pada tahun 1966, begitu pula persetujuan antipenyelundupan yang dirundingkan dengan Kuala Lumpur tahun 1967, pada tahun 1968 terputus menyusul terjadinya insiden Corregidor, yaitu satuan pasukan khusus yang beragama Islam yang kabarnya dilatih untuk menyerbu Sabah melakukan pembangkangan, dengan mengakibatkan jatuhnya korban dua puluh delapan orang tewas.

Tidak kekerasan di Filipina menunjukkan peningkatan yang sangat drastis. Salah satunya yang berkaitan dengan kampanye Pilpres, yang mana Senator Sergio Osmena Jr. dari Visayas memimpin Partai Liberal bersaing dengan Marcos dari Partai Nacionalista. Aksi-aksi demonstrasi dan pemogokan meningkat dan organisasi-organisasi bermunculan di luar struktur dwipartai yang formal .

C. Terjadinya Krisis Politik dan Ekonomi Filipina

Suatu krisis politik meletus setelah terjadinya pembunuhan terhadap bekas senator Filipina, Benigno Aquino tanggal 21 Agustus 1983. Kejadian itu menyebabkan timbulnya aksi-aksi dari kalangan umum yang meluas kemana-mana, menuntut agar Marcos mengundurkan diri. Kepercayaan dunia bisnis terhadap Marcos merosot dengan cepat yang mengakibatkan larinya modal secara besar-besaran dan dampaknya pemerintah Filipina menjadi tidak mampu untuk memenuhi pembayaran kembali hutang-hutang luar negeri.

Krisis politik ini sebenarnya timbul akibat dari perkembangan yang terjadi selama bertahun-tahun dan dimungkinkan timbul karena perubahan-perubahan dalam peranan dan sikap berbagai kelompok yang terkena akibat-akibat dari undang-undang Darurat, baik dari segi kontitusional maupun oleh kebijakan-kebijakan yang direapkan berdasarkan landasan undang-undang tersebut. Bahkan mungkin saja berbagai perubahan yang berlangsung secara lambat laun tersebut yang menyebabkan terjadinya krisis tidak bias dielakkan lagi. Sikap yang kemudian timbul pada kelompok-kelompok tersebut tidak dapat dilepaskan dari peranan mereka pada masa lalu yang belum lama terjadi .
Perkonomian Filipina adalah salah satu korban dari resesi tang melanda dunia sebagai akibat melonjaknya harga minyak bumi unttuk ke dua kalinya pada tahun 1979. Neraca pembayaran mengalami krisis yang paling parah pada akhir tahun 1982. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya import minyak bumi, merosotnya harga komoditi-komiditi ekspornya yang utama dari sector pertanian di pasaran dunia, dan membumbungnya jumlah bunga yang harus dibayar untuk pinjaman luar negeri .
Perekonomian Filipina mengalami kemerosotan luar biasa pada tahun 1984 sebagai akibat krisis devisa yang gawat dan berlarut-larut selama sedang dilangsungkannya pembicaraan tentang penjadwalan kembali hutang-hutang Filipina, yaitu dari bulan Oktober 1983 sampai Mei 1985. Begitu lamanya waktu yang dibutuhkan Filipina untuk mencapai kesepakatan dengan kreditor-kreditonya mengenai penjadwalan kembali hutang dan paket kredit sebesar $ 12 milyar, walaupun IMF telah memberikan pujian kepada Filipina yang mengatakan bahwa Negara tersebut mengelola anggaran belanjanya dengan baik.

Dalam paket yang terakhir tercakup penjadwalan kembali pinjaman luar negeri sebesar $ 5,77 milyar, pencairan kembali kredit perdagangan berjumlah $ 3 milyar dari bank-bank komersial yang dibekukan pada bulan Oktober 1983, dan pemberian kredit baru $ 925 juta oleh bank-bank komersial.

D. Runtuhnya Kekuasaan Marcos

Sejumlah peristiwa penting pada bulan Februari 1986 telah mengakibatkan perubahan wajah perpolitikan di Filipina. Salah satunya adalah peristiwa terbunuhnya Benigno Aquino, mantan senator Filipina. Kemudian setelah itu janda Benigno Aquino, Curazon Aquino, terpilih menjadi presiden Filipina. Penyebab runtuhnya kekuasaan Ferdinand Marcos di Filipina antara lain dikarenakan oleh keretakan yang terjadi dalam tubuh Angkatan Bersenjata Filipina, antara para pendukung rezim dan para pembela Negara serta kekuatan militer yang begitu ditamakan Marcos, ternyata sudah tidak bisa dijadikan andalan . Kemudian Marcos melancarkan aksinya yaitu menangkap anggota gerakan pembaharuan termasuk Menteri Pertahanan, Juan Ponce Enrile dan Jederal Fidel Ramos.

Selain itu, hal yang mempercepat keruntuhan pemerintahan Marcos adalah insiden terbunuhnya Benigno Aquino di Bandara Manila saat ia kembali dari tempat pengasingan . Public menjadi sangat marah atas insiden tersebut. Maka setahun kemudian, seorang warga sipil Filipina membawa surat dakwaan penyelidikan terhadap sejumlah tentara dan pejabat pemerintah. Tetapi pada tahun 1985 mereka semua telah dibebaskan. Untuk mengendalikan suasana, Marcos mengadakan Pilpres yang akan diselenggarakan pada tahun 1986.

Yang menjadi lawannya adalah istri dari Benigno Aquino, Curazon Aquino. Pilpres tersebut sempat diwarnai oleh tuduhan kekerasan dan penipuan. Ketika Majelis Nasional Filipina mengumumkan bahwa Marcos menjadi pemenang dalam Pilpres kali ini, warga Filipina menjadi marah dan menginginkan agar Marcos meninggalkan Negara. Karena situasi sudah tak terkendali lagi, Marcos kemudian meminta bantuan kepada Amerika Serikat agar membantu pihaknya keluar dari Filipina. Amerika Serikat memberikan pesawat jet dari Angkatan Udaranya untuk membawa Marcos meninggalkan negerinya. Bersama istrinya, Imelda Romualdez, Marcos meninggalkan Filipina dan menuju kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Marcos meninggal dunia di Honolulu, Hawaii pada tahun 1989 akibat penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Marcos pertama dikebumikan di Hawaii, sejak itu dimakamkan di kuburan besar indah di Kota Batac, provinsi Ilocos Utara .